Stupid Wife

Stupid Wife
Zaki Berulah



"Nona Naima, maaf sebelumnya, saya memang orang bodoh, anda tahu itu, anda yang telah mengajari hal banyak ke saya melalui konseling, karena itu saya berterimakasih, tapi aku tarik langsung ucapan terima kasih ku, kenapa? pertama... ternyata anda munafik, waktu saya konseling di tempat anda, anda bilang... good Naqia, you are smart! dan sekarang anda bilang saya bodoh lagi, pendirian anda plin-plan, ke-dua... kenapa saya menarik rasa hormat terimakasih saya. karena, saya konseling di tempat anda tidak memperuntungkan kata cuma-cuma, saya membayar biaya konseling yang sangat mahal itu, jadi tidak ada jasa balas budi, ketiga... tidak selamanya orang yang satu rumah itu mempunyai otak kotor untuk melakukan kata Zina, demi Tuhan...saya di sini hanya real tinggal layaknya tamu doang, tidak lebih! dan terakhir, apakah jati diri anda sesungguhnya seperti ini? tidak bisa menjaga lisan? Ck, sangat di sayangkan, padahal anda terlihat anggun, tapi lisan anda, astagfirullah!"


Panjang lebar Naqia berucap, yang kata-kata lontaran itu terdengar santai, namun sangat menampar harga diri seorang wanita yang mempunyai gelar konseling.


Awas kamu Naqia, kamu bukan levelku untuk di ajak bersaing, dan mulut ini juga, kenapa jadi ember bar-bar berkata kurang sopan di hadapan Yuga dan Tante Hani, bikin image-ku bad saja.


"Sudah-sudah!" Lerai Hani cepat, mungkin suasana akan kondusif lagi, bila Naima di bawah pergi. "Naima, temani aku ke butik, dan kamu Yuga, perjanjian tiga bulan masih terus berlaku, kalau kamu gagal menikah, maka Naima lah yang akan menjadi calon pengantin mu."


Naima bersorak yes dalam hati, matanya seakan-akan berkata ke Naqia.. aku masih mendapat restu Hani.


"HAH!" Yuga duduk lemas di kursi meja makan dengan nafas beratnya, ia menatap penuh tolong ke Naqia, ke-dua wanita yang memusingkan sudah keluar dari rumahnya.


"Hidup tenang aku tidak boleh hancur begitu saja, tapi harus bagaimana lagi, Naima yang mempunyai muka dua itu sebentar lagi akan menjadi istri ku, aku pasti akan menderita deh."


Yuga menopang dagunya di table itu, tepat di hadapan Naqia, mendramatisir wajah teraniayanya.


"Naqia, tolong aku!" Pintanya.


"Beri aku waktu untuk berpikir, Pak!" Sahutnya dan beranjak pergi, Yuga tersenyum tipis, tidak apa apa Naqia tidak menerimanya saat ini juga, setidaknya Naqia mau mempertimbangkannya. Yuga sadar kok, kalau hati yang tersakiti itu perlu di sembuhkan terlebih dahulu, tidak bisa grasa-grusu.


****


Naqia keluar dari unit apartemen, sekedar ke taman di area gedung itu, matanya butuh kehijauan taman sebagai penenang hatinya, setiap perkataan isi hati Yuga telah menghantui saat ini.


"Apa aku salah bila menolak? Pak Yuga memang baik, tapi aku takut untuk memulainya."


Saat sibuk dengan pikirannya sendiri, Sekonyong-konyongnya, ada tangan besar yang menariknya ke arah gudang peralatan park.


"Mas Zaki, lepaskan!" Naqia memukul tangan Zaki, tapi laki-laki berhati iblis ini tidak bergeming.


Zaki melepaskannya tepat di dalam gudang, di mana alat-alat taman di dalamnya.


"Halo, Naqia!" Seringai Zaki sangat menakutkan bagi Naqia yang mundur-mundur kebelakang, sialnya! Naqia langsung terpojok dengan tembok mengadu punggungnya.


"Jangan macam-macam, Mas Zaki!" Tunjuknya menghardik, sejurus mendorong Zaki agar menjauh dari posisinya, namun lagi-lagi ia kalah tenaga.


Naqia ingin menampar Zaki, tapi Zaki dengan mudah menangkap tangan itu.


Cup!


" Laki-laki bajingan!" semprot Naqia, Zaki telah menciumi rakus-rakus lehernya, ia ketakutan, tatapan Zaki sudah seperti singa kelaparan, ia tidak mau menjadi kacung Pemerkosaan Zaki lagi.


"Ayolah, Naqia! aku hanya merindukan mu, lihat wajah mu sekarang, masih ketakutan layaknya Naqia idiot ku, tapi aku suka!"


Saat Zaki ingin mencium paksa bibir Naqia, suara gedoran pintu terdengar di luaran sana.


"Woi, siapa yang mengunci pintu dari dalam, buka woi, aku mau ngambil selang." Ternyata petugas taman lah yang berteriak tidak sabaran.


"Ish, kamu selamat lagi, Sayang! Tapi aku janji, aku akan datang lagi." Zaki tersenyum jumawa, Naqia tidak boleh bahagia bersama Yuga atau pun laki-laki di luaran sana, ia tidak terima itu, Naqia harus menderita macam hidupnya saat ini yang terlonta lonta. ia akan menjadi sosok hantu yang menakutkan untuk Naqia.


"Mas Zaki, iblis!" Naqia mengumpati Zaki tepat di hadapan wajah itu, secepatnya lari menuju ke arah pintu yang di mana di luar sana masih di gedor-gedor.


Zaki lebih dahulu bersembunyi, jangan sampai orang di luaran sana melihatnya.


Ceklek...


Naqia langsung mendapat tatapan aneh dari petugas gudang, tapi wajah takut Naqia tidak peduli, ia terus berlari menuju lift berada, mencari keberadaan Yuga yang ia tinggal di dalam apartemen, salahnya sendiri... tadi Yuga sudah membujuknya untuk minta di temani tapi ia menolak dengan alasan ingin sendiri dulu.


...*****...


Hay readers kece! Tata punya karya baru yang receh beut! Mampir yuk.... Tokohnya para Kurcil Smart tapi di buat Mafia action Fantasi ya...sama saja karya receh baru ini ikut event lagi....jadi mohon dukungannya guys 😍😘😘 di tunggu ya di kisah " Chip Canggih Sang Mafia."


Yang request kisah dewasa Kurcil siapa? wajib mampir tokoπŸ™πŸ˜Š



Fiksi Modern, kategori PriaπŸ˜‰