Stupid Wife

Stupid Wife
Membongkar rahasia Mayang



Happy reading...


Permasalahan tentang korupsi Zaki sudah


di bayar oleh Naqia dengan syarat tersepakati nya...Zaki akan menjadi tukang kebun taman favorit Naqia yang sudah ada di saat Naqia masih kecil.


Profesi Zaki kembali lagi ke masa lalunya... Tukang kebun ! Bukan lagi menjadi wakil direktur yang di gadang gadang mempunyai ijazah S2. Zaki tidak bisa bekerja kantoran lagi karena CV nya sudah buruk... Tukang korupsi !


Pagi ini, Zaki sudah mulai mengerjakan tugas nya sebagai tukang kebun, Malas, dongkol bercampur pokok nya jadi satu, Zaki sangat badmood untuk hari ini. Mau berkelit, Naqia bukan orang bodoh lagi untuk di kibulin.


" Kenapa begini ?" Dumel nya seraya memangkas dedaunan taman yang sudah mulai tumbuh tidak terawat. Zaki kesal tertahan ke Naqia. Istri durhaka ! Hardik nya yang tega menjadikan nya sebagai tukang kebun.


Otak itu tidak berpikir akan kesalahannya di masa lalu ke Naqia, Zaki hanya memperdulikan hari ini.


Mayang yang berdiri di jendela kamar nya melihat Zaki sedang berkebun. Sedang apa suami nya itu ? Bingung nya tidak tahu apa yang terjadi setelah ia pergi begitu saja saat wajah nya di tampar oleh Zaki, Kemarin.


Mayang bergegas ke luar kamar, ingin bertanya ke Zaki.


" Mas, Kamu ngapain jadi tukang kebun ?"


Keketusan Mayang tidak di tanggap oleh Zaki, tangan nya masih setia mengurus tumbuhan kesukaan Naqia.


" Mas !"


" Lihat sendiri, aku lagi berkebun !" Zaki menjawab malas. ia tidak mau di buat pusing lagi bila mana terus berdebat oleh Mayang. Bungkam lebih baik.


"Aku lihat kamu lagi mengurus tanaman tak berguna ini, Maksud ku...kenapa kamu melakukan ini semua ? Sana cari kerja, itu lebih baik."


Aku ternyata menikahi iblis bertopeng cantik !


Zaki hanya bermonolog dongkol dalam hati, tidak niat sama sekali untuk menyahuti keketusan Mayang.


" Mas !" Kesal Mayang di cuekin.


" Mas ! ish....Sana cari kerja." Mayang merebut paksa gunting rumput yang di gunakan Zaki.


" Kerja apa, hah ?" Ketus Zaki sudah di buat tidak sabar oleh dorongan Mayang. " Aku juga ogah benar jadi tukang kebun, sudah panas dan kotor kulit ku. Yang ada tuh....Mas yang harus marah kepada mu, kalau kamu tidak selalu meminta uang uang dan uang, maka aku tidak akan korupsi dan berakhir di buat kacung kampret oleh Naqia yang sangat dendam kepada ku."


Zaki marah marah, wajah itu sangat dekat dengan wajah Mayang untuk di semprot nya kesal, beberapa kali muncratan Zaki mengenai wajah Mayang yang sudah cantik dengan make up nya.


" Bisa nggak sih tidak pakai muncrat juga kali. Dan mas Zaki jangan mau di buat kacung, Mas itu kepala keluarga di sini, Mas bebas mau ngapain ke Naqia, termasuk Numpang makan tidur di sini karena dia istri mu !" Mayang mengompori agar Zaki berbuat tegas ke Naqia yang setiap hari semakin bar bar sesuka nya.


" Mas nyebelin, Awas saja kalau tidak dapat kerjaan kantoran dalam bulan ini, aku akan pergi bersama bayi dalam perut ku, kamu tidak akan bertemu dengan anak mu sampai kapan pun."


Mayang mengancam, Zaki selalu patuh bila mana janin di perut nya di jadikan drama. Tapi terlihat Zaki malah melanjutkan pekerjaan kebun nya.


" Ish ! Kalau tidak mau ya sudah, biar aku yang melabrak Naqia stupid itu."


" Mayang, Jangan !"


Zaki buru buru membersihkan tangan nya dari selang air, beranjak cepat mengikuti langkah Mayang, Zaki tidak mau di pagi hari ini ada keributan. Cukup pusing kepala nya untuk melihat kegaduhan.


" Naqia !"


Bugh


Naqia reflek menepis tangan Mayang yang tiba tiba menjambak rambut nya. Mayang terjatuh duduk ke atas sofa akan tepisan kuat Naqia, syukur nya bukan ke lantai, kalau itu terjadi maka di pastikan Mayang akan mengalami pendarahan.


" Kamu ingin membunuh bayi kami, hah ?" Zaki mengikis jarak, berniat ingin menghukum Naqia.


Mayang tersenyum jahat dalam hati nya. Wajah itu di buat semeringis sesakit mungkin.


" Aduh, Perut ku Mas ! hiks...Naqia jahat sekali."


Bola mata Naqia memutar malas, Zaki yang berdiri di dekat nya malah di buat santai oleh Naqia, Tangan nya malah bersedekap dada, menunggu....Hinaan cacian atau kekerasan fisik yang Zaki terapkan untuk menghukum Naqia sudah kebal untuk dirinya, wajah santai nya seakan-akan menantang Zaki.


" Naqia, kamu boleh berbuat sesuka hati di rumah ini sekarang, Asal satu.... Jangan mencoba membunuh anak kami karena ke bar-baran mu !"


" Jangan sentuh kulit ku !" Telunjuk Naqia menunjuk kasar tangan Zaki yang ingin mencengkram erat tangan nya.


" Aku itu suami mu ! Berlagak sopan lah ! Atau__"


" Sopan ? Kamu tahu arti itu, Mas ? Kalau kamu suami ku, kenapa kamu menyakiti ku, Hah ?" Naqia tidak takut mengembalikan kata tajam Zaki, Maaf...Naqia dulu sudah mati ! Batin nya Tersenyum ejek.


" Kamu___ Entah apa yang di tanam oleh Yuga di otak mu, kenapa jadi bar bar.":


Selalu....Zaki geram tertahan ingin memberi pelajaran layak nya dulu tapi tidak bisa.


" Sudahlah, berurusan dengan kalian berdua itu tidak ada ujungnya, lebih baik aku pergi !":


Mood Naqia lagi bagus hari ini, ia tidak mau di buat kesal oleh mereka berdua, Dengan itu ia mengalah yang memang mau pergi untuk jadwal konseling.


" Mas, Aduh... perut ku sakit lho, kalau janin kita kenapa kenapa bagaimana ? ini itu salah nya lho." Mayang masih berpura pura, ia ingin mengadu Zaki dan Naqia. syukur syukur Zaki khilaf untuk memukul Naqia seperti pipi nya kemarin akan tamparan Zaki.


Lantas, Naqia yang hari ini berencana tidak mau merusak mood nya, Jadi gagal sudah, Mayang mengundang jiwa wild nya.


" Jadi kamu ingin berperang kata, Mayang, Dengan senang hati !". Naqia berucap dalam hati nya seraya berjalan lagi ke dekat topeng monyet itu. Naqia akan menjabani Mayang yang sudah cukup mempertanyakan kesabaran nya.


" Terus apa yang kamu inginkan, Mas. Apakah aku harus bertanggung jawab ? Tangguh jawab apa ? Toh Mayang baik baik saja... Lihat lah, Apa Mayang pendarahan seperti aku dulu ? Aku mau tanggung jawab asal Mas juga harus tanggung jawab akan janin ku yang kamu bunuh dengan sentuhan tak perpesanan mu."


Kilatan Naqia memancar kan dendam besar bila mana menyangkut kata janin.


Zaki tertunduk, mulut itu keluh di tuduh menjadi pembunuh anak sendiri.


" Macam calon orang tua apa kamu, Mas ?"


" Sudahlah Naqia, itu sudah berlalu, sekarang berbeda, di perut Mayang ada anak ku, Kami akan menjadi orang tua." Enteng Zaki, Hati Naqia sakit bak di remas, Namun tak memperlihatkan mimik.


" Darah daging sendiri Kamu sepelekan, Tapi Daging orang ingin kamu junjung tinggi ! Kamu akan menerima kenyataanya tak terduga, Mas." Lirih Naqia dalam hati, ingin membuat bom waktu untuk Zaki.


" Baiklah, Aku akan tanggung jawab dengan cara memanggil dokter ke sini, Biar Mayang di periksa keseluruhan, baik itu kandungan nya berapa bulan umur nya saat ini, kan aku adalah ibu tiri nya...jadi wajar ingin tahu."


Keringat dingin Mayang tetiba keluar dari pori-pori nya. ia belum siap ketahuan oleh Zaki, ia masih butuh tempat tinggal gratis.


" Aku su_sudah baikkan kok !"


Kena kamu Mayang. Senyum devil Naqia mengembang.


" Kok gitu ? Bilang saja kalau kamu takut ketahuan, Anak yang kamu kandung bukan anak Mas Zaki yang di gadang gadang manusia pintar di sini, Anak kamu anak orang lain !!!"


Deg...


Bom waktu Zaki, On !