Stupid Wife

Stupid Wife
Gara-Gara Mimpi Kebanjiran



Ah...Shiiit !


Sunyi senyap terpatri di dalam unit apartemen Yuga, itu di ruang tamu, tapi di dalam kamar Yuga, ia terdengar berisik kesal sendiri.


Kenapa? Ya...karena ia bangun kesiangan, mana dianya kebanjiran lagi, eh... bukan kebanjiran job atau hal kerja lainnya, melainkan Yuga kebanjiran di kasur itu, bukan air hujan juga, tapi oh tapi...Yuga mimpi basah.


"Dasar bego, jorok, iiiuhh." Ringisnya jijik sendiri, seraya menatap ke bawah di bagian boxer itu yang telah lengket-lengket gimana gitu.


Yuga kerisihan, padahal cairannya sendiri, gara-gara membayangkan masa depan hidupnya bersama Naqia dari semalaman penuh, ia sampai terbawa mimpi. Damn it! Ujiannya berat,coeg.


Kenapa Naqia harus menikah dengan Zaki, coba aja ia lah penghuni hati pertama Naqia, hal buruk list Naqia tidak akan ada, ia pan tidak butuh repot lagi menyembuhkan hati itu, tapi bagaimana lagi, inilah roda kehidupan. Benak Yuga akhirnya menyadari kedumelannya sendiri di pagi hari ini.


Naqia mendengar suara samar tidak jelas dumelan itu dari luar kamar, ia sudah cantik nan wangi, dan berniat masuk ke dapur untuk membuat sarapan, tapi kakinya jadi berhenti di hadapan kamar Yuga, mana tahu Yuga dalam keadaan tidak baik-baik saja di dalam sana.


Tok...tok...tok..


"Pak Yuga! Ada masalah?"


Naqia mengetuk pintu seiras pertanyaan cemasnya.


Sejenak, Yuga cengong bin terpaku, dengan mata menatap kebawah celananya dan menatap daun pintu yang masih terketuk, secara bergantian.


"Pak Yuga!" Panggil Naqia lagi.


"I_iya! Maksudku, tidak ada masalah!" Teriak Yuga cepat, alamak jangan sampai Naqia melihatnya dalam keadaan berantakan jorok begini. "Jangan masuk!" Teriaknya lagi.


"Oke, bila butuh bantuan, panggil aku!" Balas Naqia, dan berlalu ke dapur.


"Uh, bantuan? Ya..aku membutuhkan mu, maka jadilah istri ku secepatnya." Gerutu lirih Yuga, kaki itu jalan jijik karena masih risih di bagian kedua pahanya. Kalian tahu cara jalannya orang yang sehabis sunat? Ya... bayangkan, begitulah cara Yuga berjalan ke arah kamar mandi saat ini. Engkang engkong engking!


Hap...hap...hap!


Mandi bebek uda, berpakaian bebek asal-asalan pun uda layaknya orang yang di kejar setan, buru-buru, ia punya jadwal sidang hari ini, kasusnya berat seberat cintanya ke Naqia.


"Sepatu mana lagi, ah!" Beonya.


Yuga sudah di luar kamar, mencari keberadaan sepatunya yang entah di mana rak sepatunya, tiba-tiba hilang semua satu rak di pojokan sana, bahkan rak juga hilang, ada setan kah?


Naqia muncul dari arah dapur, teriakan terhakiki Yuga membuatnya tersedak yang tadinya lagi minum teh.


"Di sana pak Yuga!" Tunjuk Naqia ke arah pintu utama, ialah yang memindahkannya, karena menurut Naqia, posisi rak sepatu tadinya tidak sesuai tempat, mana ada rak sepatu di taruh di depan kamar, Yuga seorang penata interior yang berbeda, tapi di ajungi jempol dari Naqia, penataan lainnya oke semua.


Naqia dan Yuga secara tidak langsung, berjalan ke rak tersebut, tangan itu saling bersentuhan saat ingin meraih sepatu, kepala mereka saling menoleh dengan masih posisi yang sama, mata sendu penuh binar luka Naqia, selalu berhasil membuat hati Yuga berdesir.


Yuga menarik tangannya, terpaksa, kalau boleh jujur sih, ia ingin menggenggamnya terus.


"Ini sepatunya, maaf, aku memindahkannya terlebih dahulu tanpa izin." Naqia tidak enak hati karena sudah membuat Yuga pagi-pagi kehilangan barangnya.


"No problem!" Senyum Yuga begitu manis, Naqia ikut tersenyum lega, ia menyukai senyum tulus itu yang tidak pernah di lihat dari Zaki.


Naqia masih memperhatikan Yuga yang sedang memakai sepatunya, ada yang kurang oke di penampilan Yuga, ah..dasi!


"Pak Yuga, dasinya berantakan!" Naqia menunjuk ke arah leher Yuga.


"Ah, ini gara-gara mimpi basah jadi kesiangan__" Mulut itu terjeda, bukan karena keceplosan 'mimpi basah', melainkan tangan halus Naqia tiba-tiba membenarkan dasinya.


Jantung Yuga kembali berdisko riang, harum rambut Naqia yang kepala itu tepat di bawah dagunya, sangat dekat, membuatnya ingin khilaf, boleh cium kening nggak sih.


"Nah, kalau begini, 'kan bagus di li__"


Cup!


Eh...kening Naqia telah basah sudah oleh bibir Yuga, bukan salah Yuga, memang benar ia ingin khilaf mencium kening itu, tapi sebelum kekhilafannya terlaksana, Naqia tetiba mendongak, hingga keningnya tersentuh oleh bibir Yuga.


"Oh, OMG, inikah calon mantu Mama?"


Mampus, keduanya terkejut, ternyata sedari tadi ada Hani yang entah kapan ada di ambang pintu.


Naqia hanya datar sih, tapi Yuga lah yang meringis kepedasan, belum waktunya Mamanya itu mengenal Naqia yang notabene nya masih dalam proses menyembuhkan hatinya.


"Jangan sampai Mama salah bicara tentang pernikahan saat ini, oh.. pasti Naqia akan menolaknya mentah-mentah." Batinnya berdoa, entah akan ada drama apa nanti yang akan terjadi, kalian harus tahu...Mamanya adalah ratu dramatis, apa-apa serba di besar-besarkan, lihatlah... seringai khas Mamanya sudah terlihat.