Stupid Wife

Stupid Wife
Tolong ? Tidak sudi



Happy reading...


Bulan bintang berada di atas langit, menghiasi awan gelap, Pantulan cahaya indah itu pun menyinari party kalangan atas yang di hadiri banyak pengusaha yang bertempat outdoor sebuah hotel bintang lima.


Ada Yuga di antara nya yang telah mengajak Naqia untuk di perkenalkan ke relasi almarhum Nugraha. Party ini adalah party ulang tahun salah satu relasi Orang tua Naqia.


Sengaja Yuga mengajak Naqia ke tempat berkelas ini supaya kepercayaan diri Naqia semakin terbentuk.


" Pak, Aku kurang nyaman !" bisik Naqia jujur. Mata orang orang tertuju ke mereka berdua yang baru tiba, membuat Naqia insecure sendiri.


" Santai saja Naqia, ini juga latihan untuk mu." Balas bisik Yuga di sela jalan mereka menuju ke sang empu party.


" Latihan apa ?"


" Bersosialisasi !"


" Tapi mereka menatap kita terus, aku tidak nyaman !"


" Karena kamu cantik !"


Blush... Pipi Naqia bersemu sendiri, ini pertama kali mendengar ada orang yang memuji nya, biasanya hanya hinaan Stupid. Istimewa yang memuji nya adalah seorang laki laki.


Belum sempat Naqia mengeluarkan suara lagi, mereka sudah di sambut oleh sang empu acara.


" Akhirnya yang di tunggu tunggu sudah hadir juga."


Yuga menyambut jabatan tangan dari relasi nya, kado kecil yang di pegang Naqia telah ia ambil untuk di berikan ke relasi nya yang kira kira umurnya sebaya dengan Almarhum Nugraha.


Banyak eksmud pun di antara Naqia dan Yuga dengan sapaan ramah nya. Naqia semakin risih di tatap terus oleh salah satu mata nakal membuat Naqia terngiang dengan mata jahat Zaki.


" Wah, ini pasangan anda pak Yuga ?"


" Bukan, Pak !" Naqia yang menjawab semabari tersenyum canggung, niatnya tidak mau membuat Yuga malu, ia tidak pantas di persandingkan oleh pria hebat seperti Yuga. dan memang benar itu pun kenyataan nya, Bukan siapa siapa !


Entah kenapa ada rasa kecewa di hati Yuga tentang jawaban tepis Naqia.


Sadar Yuga ! Naqia hanya klien mu !


Yuga menekan rasa suka nya.


" Kalau begitu, Apakah Nona mau menjadi menantu saya ?" Canda nya menggoda Naqia. Yuga yang kepanasan dalam hati, tapi wajah itu di buat tak bermimik, sangat datar.


"Nona ini anak almarhum pak Nugraha, Pak ! relasi anda yang di bawah kuasa hukum saya." Yuga memperkenalkan Naqia begitu formal ke sang empu acara supaya relasi nya tidak menggoda canda lagi.


Kembali, Naqia mendapat tatapan banyak mata yang mendengar Yuga memperkenalkannya, Andai ia punya jin, Naqia akan menghilang begitu saja, Kaki nya sudah gemetar sendiri, ia tidak suka menjadi perhatian orang, apalagi tatapan mata laki laki yang seakan-akan melecehkan nya.


" Ish, Maaf Nona ! Saya tidak bermaksud."


Naqia menyambut paksa salam perkenalan itu, sekalian meminta maaf untuk berpamitan langsung, Yuga yang mendengar nya terkesiap. Tapi pertanyaannya ia tahan, mengerti keinginan Naqia yang memang masih asing dengan khalayak umum.


Zaki betul betul keterlaluan. Hardik Yuga menyalahkan Zaki karena Zaki tak ada niatan untuk membimbing Naqia menjadi wanita strong, malah di tekan sisi kepercayaan diri nya hingga insecure sendiri.


" Naqia tunggu !"


Naqia terus berjalan ke arah parkiran mobil di mana mobil Yuga berada. Tidak memperdulikan panggilan Yuga.


" Kenapa terburu buru ?"


" Naqia !" Cegat Yuga ke pundak Naqia hingga tubuh tinggi itu terhenti dan langsung berbalik.


" Apa ada masalah ?"


" Aku mau pulang !"


" Tapi kenapa ? Kamu tidak enak badan ?"


Yuga menyentuh dahi itu perhatian, apakah demam atau tidak ? tapi Naqia menepis nya, wajah itu terlihat takut di nilai oleh mata Yuga.


" Maaf, ayo kita pulang !"


Yuga menyadari gelagat aneh Naqia, dengan itu ia tidak menahan Naqia lagi, Mengerti !


" Ayo !"


Mobil itu pun melesat pergi, Tidak ada percakapan di dalam mobil sampai berhenti di pekarangan rumah Naqia. Yuga segera turun dan membuka pintu mobil untuk Naqia.


" Tidak masalah Naqia, Aku paham !" Yuga tersenyum maklum.


Ada Zaki di balik jendela yang mengintip Naqia dan Yuga di pelataran itu. ia tidak suka, Zaki tetiba kebakaran gosong hatinya, Ia cemburu.


Cepat cepat Zaki membuka pintu dan menarik tangan Naqia, Yuga sudah pergi. Ini sudah malam jadi Naqia tidak menawarkan untuk bertamu.


" Lepas, Mas !" Hentakkan Naqia kali ini bertenaga, ia tidak mau di sakiti oleh Zaki baik itu batin maupun fisik nya.


" Kamu dari mana, Mas tidak suka melihat mu pulang larut malam apalagi bersama laki laki."


" Itu bukan urusan mu ! Dan jangan egois untuk melarang ku, Kamu saja bebas bersama Mayang." Cetus Naqia, Kaki itu cepat cepat pergi ke kamar nya meninggalkan Zaki begitu saja.


" Hah !" Zaki mendengus kasar, Punya dua istri tapi tidak ada yang membuat nya nyaman, Mayang pun belum pulang setelah mendapat uang hasil korupsinya. Katanya... istri yang di cap pintar itu lagi menginap di rumah kakak nya yang lagi sakit.


" Tidur lebih baik !"


Malam ini, seorang Zaki hanya mampu memeluk guling saja.


...******...


" Apa ini pak Zaki !"


Di kantor, masih di jam pagi. Zaki sudah di datangi oleh direktur utama dari pusat. Zaki terkesiap, Bos nya datang datang menaruh berkas di atas meja nya secara kasar.


" Apa saya berbuat salah pak ?" Bagai guruh di dalam jantung nya, Zaki ketakutan, apakah pusat mengetahui kecurangan korupsi nya.


" Saya merekrut anda sebagai wakil saya di sini karena kinerja anda sebelum nya sangat baik untuk kemajuan perusahaan kita, Tapi dalam waktu belakangan ini, kinerja anda sangat turun drastis."


Zaki hanya menunduk diam di omelin bos nya, Tapi sedikit lega, ia tidak ketahuan korupsi ! Namun memang betul, kinerja nya merosot.


Masalah pribadi nya mengganggu konsentrasi nya, Zaki terus menerus kepikiran Naqia, Naqia sangat banyak beruba, Tidak bodoh lagi. Zaki cemburu melihat Yuga mendekati istrinya.


" Lihatlah, sekarang anda malah melamun, Kalau anda punya masalah pribadi, maka selesai kan terlebih dahulu, saya tidak mau bangkrut, Atau anda lagi sakit__ Ah, Saya akan memberi anda cuti dulu, balik lah setelah nanti wajah serta otak anda sudah fresh."


" Tapi Pak__"


" Saya tidak mau mendengar apa pun lagi saat ini !"


SP pertama telah turun, Kata cuti itu adalah ambigu, Zaki sudah paham betul sifat bos besar nya. Mau tak mau Zaki pulang lagi ke rumah, Kepala itu memang lagi pusing, Ia tidak enak badan, demam.


Sampai rumah, Naqia mengerutkan dahi nya melihat Zaki sudah kembali lagi di jam masih terbilang pagi. Tapi ogah ogahan Naqia menyapa apalagi bertanya kenapa wajah muram merah itu.


" Naqia, Aku sakit ! Boleh minta tolong urus aku tidak ?" Suara itu terdengar lembut, tidak seperti biasanya.


Tolong ? Naqia melengos ! Majalah bisnis dari Yuga ia taruh malas di atas meja. Apakah Naqia harus berbelas kasih ? Tidak untuk Zaki !


" Tolong ? Dulu Mas Zaki selalu menyiksa ku, Di siram air dingin di tengah malam sebanyak tiga ember hingga tubuh rapuh ku demam kedinginan dalam satu malam. Apakah Mas Zaki ada untuk ku di waktu itu ? Tidak !"


Zaki terpaku malu begitu dalam, Naqia mengingatkan kelakuan nya.


" Tolong ? Apakah Mas Zaki lupa ? Aku di waktu itu lagi demam tidak enak badan, mual muntah muntah, Tapi apa yang mas Zaki perbuat di waktu itu ? Mas Zaki malah memperkosa ku hingga janin ku keguguran. Jadi apa aku salah menolak permintaan minta tolong mu ?"


Naqia berbalik memunggungi Zaki, Air mata nya jatuh, ia sebenarnya masih rapuh, apalagi harus mengingat kepahitan nya. Ia tidak mau air mata berharga nya itu di lihat Zaki. ia sudah muak di bilang lemah, stupid dan hinaan sebagai nya.


" Tap__"


" Mas Zaki punya otak pintar 'kan ? Pikir !" Cetus Naqia, kaki nya berlalu pergi ke kamar nya. ia tidak mau luluh dengan wajah sialan Zaki yang terlihat menyedihkan saat ini.


Zaki membanting tubuhnya ke Sofa panjang, merenung malu dengan Kelakuan nya.


" Dan ah.... Bilangin ke istri cantik nan pintar mu itu, Kalau masih mau tinggal di rumah ku, Maka pulang pergi jangan seenaknya, ini bukan hotel penginapan."


Naqia kembali bersuara di ambang pintu kamar nya, bibir nya sangat menekan sindir Zaki di saat mengatakan pintar. Setelah nya... Pintu kamar pun tertutup rapat.


" Mayang belum pulang ?"Batin Zaki baru sadar, ia kan punya Mayang ! Otak yang katanya pintar itu kembali mengabaikan Naqia, Zaki mengeluarkan gawai nya untuk menelpon Mayang.


" Halo Mas...hoaamm !" Mayang menguap di seberang sana, Seperti baru bangun tidur di jam segini. itu perkiraan Zaki.


" Kamu baru bangun, lagi di mana ? Cepat pulang, Aku lagi tidak enak badan, sangat membutuhkan mu saat ini !" Zaki mengerutkan dahi nya, Suara grasa grusu terdengar bising di pihak Mayang.


" Di rumah kakak ku, kan aku sudah ijin kemarin, sudah ah...aku masih ngantuk, mas minum obat saja sendiri, tidak usah manja ya....muaahh, Nanti siang aku pulang, See you sayang !"


Terputus, Hanya kecupan jauh nan kata sayang, Zaki langsung luluh. Zaki yang katanya pintar ini telah di bodohi Mayang di sebrang sana, Mayang berada di hotel dengan seorang pria bersama nya, bermadu cinta di kasur itu.