Stupid Wife

Stupid Wife
Ayo cerai !



Happy reading....


" Ada yang lucu kah ?"


Yuga yang menjemput Naqia untuk pergi konseling, di buat aneh, Naqia ini tersenyum gaje setelah masuk ke mobil nya.


Telunjuk Yuga memutar di hadapan wajah nya, menunjuk kira kira adakah kotoran lalat di wajah nya sehingga Naqia tiba tiba tersenyum.


" Hahaha, tidak ada yang aneh di situ, tetap tampan kok, cuma__ah, sudah lah, Ayo kita konseling, Nona Naima pasti sudah menunggu ku." Naqia masih di buat tersenyum puas oleh Wajah murka Zaki yang tidak berutik.


Mabuuuur tinggi...


Perasaan Yuga selalu melambung tinggi bila mana di puji oleh Naqia, pujian Naqia memang datar nan pasaran-Tampan ! Tapi di kuping Yuga bagaikan pujian puitis singkat yang di deklamasi oleh bibir ranum Naqia.


" Apa sekarang kotoran itu hinggap di wajah ku ?" Kali ini Naqia lah yang memutar telunjuk di hadapan wajahnya, akibat Yuga tak berkedip menatap nya.


Yuga menggeleng dengan senyum tipis nya.


" Kalau begitu ayo berangkat !"


Yuga mengangguk, bagaikan robot yang patuh akan oktaf suara Naqia.


Di dalam perjalanan mobil itu, Yuga selalu mencuri pandang ke arah Naqia. Naqia sendiri tidak peka, tapi ia tahu kalau Yuga selalu menatap nya kadang kadang.


" Ah lupa !" sekonyong-konyong nya, tangan Naqia menepuk jidatnya, konyol. Yuga tersenyum lucu di buat nya.


" Apa nya yang tertinggal, aku akan putar balik."


" Ehhh, bukan barang !" Cepat cepat Naqia bersuara, karena Yuga siap memutar setir mobil nya.


" Terus apa ?"


" Kemarin Nona Naima nitip salam ke pak Yuga ! Terus nanya nanya pribadi bapak !"


Uhuk uhuk uhuk


Yuga keselek luda sendiri. ia tidak suka mendengar nya. Memang, Tatapan Naima terhadapnya selalu berbeda dan Yuga tidak mau memberi harapan ke wanita itu, kalau ke Naqia sih...Mau banget !


" Kok batuk batuk pak, Lagi tidak enak badan kah ?" Naqia salah kaprah.


Iya, Karena mu !


" Kayak nya iya, kepala serta tenggorokan ku lagi tidak bersahabat." Kelit Yuga. " Kita putar arah lagi aja ya, Kamu libur aja konseling nya, tidak apa apa kan ?."


" Oh, Ya sudah ! Kita kerumah sakit aja, Bagaimana ?"


Yuga menggeleng tidak mau. ia hanya berasalan, Menghindari Naima untuk saat ini adalah jalan terbaik, Bukan sombong...cuma kasihan ke anak gadis orang, Ia tidak mau PHP ke siapa pun.


" Aku mau istirahat saja di rumah, aku antar kamu pulang tidak apa apa kan ?" Ingin rasanya Yuga menawarkan....Kita jalan jalan saja bagaimana ? Tapi tidak bisa, ia kan lagi pura pura sakit.


" Tidak apa apa, Yang penting Pak Yuga sembuh dulu." Naqia reflek menjulurkan tangannya ke dahi Yuga yang sedang menyetir, memeriksa perhatian kesehatan orang yang sudah baik kepada nya.


" Iya, panas !" Polos Naqia percaya saja. Yuga tersenyum diam diam dengan membuang wajah nya ke sisi kanan sejenak saat tangan Naqia sudah tidak terpatri di dahinya.


Mobil pun berhenti lagi di pelataran rumah Naqia, Yuga tidak ingin turun, padahal kaki nya mau banget, intinya... kepura-puraan nya yang sakit tidak mau di ketahui Naqia.


" Cepat sehat ya, Pak Yuga. Bye !"


" Bye !" Sahut Yuga tersenyum manis.


Zaki yang melihat itu dari taman, mendengus kesal. Saatnya merecoki Naqia yang saat ini mobil Yuga sudah pergi lagi.


" Naqia !" Panggil Zaki, dengan mengikuti langkah Naqia yang masuk ke dalam rumah.


" Aku lapar !" Rengek nya ingin di perhatiin.


" Lapar ya makan !" Datar Naqia.


" Bi Narsi belum masak, dan itu karena kamu tidak menyuruh nya masak. Naqia.... Dengar ya, kamu istri aku... wajib bagi mu untuk melayani ku di meja makan." Tandas Zaki, padahal Bi Narsi sudah masak, ia hanya ingin di perhatikan oleh Naqia.


Lantas Naqia berhenti tiba-tiba, Membuat Zaki menabrak kecil punggung Naqia.


" Sekarang saja minta di layani di meja, dulu aku masak susah payah belajar di Mbak Yuni, kamu tidak pernah mau menghargai nya, bahkan tanpa kamu cicipi, kamu sudah menghina makanan ku tidak enak. Kamu bilang takut keracunan. Coba pikirkan... Kalau kita bertukar perasaan, bagaimana rasanya ?" Suara Naqia memang tenang, tapi cukup membuat Zaki tertohok, tidak ada kata maaf pun yang keluar dari mulut Zaki membuat Naqia kesal.


Karena Zaki hanya diam tidak bisa membela diri, Naqia pun kembali melangkah. Zaki mengikutinya lagi.


" Ada apa lagi ?"


" Kamu ada hubungan apa sama Yuga ? kita masih sah suami istri, jangan kurang aja di luaran sana, atau aku akan menceraikan mu !"


Zaki mengancam, biasanya istri nya tidak mau mendengar kata itu, pasti dengan cara itu Naqia akan menjauhi Yuga. Pikir Zaki.


Tapi bibir Naqia berkata lain dengan menyahut enteng. " Ayo bercerai !" Tantang Naqia balik.


Deg....


Jantung Zaki yang berdetak tidak terima. Bahkan Naqia sudah menyiapkan surat cerai yang baru di ambil nya di laci.


" Kita saling tanda tangan." Naqia memberikan kertas tersebut ke Zaki, lanjut dengan santai duduk anggun ke sofa.


Zaki masih terpaku dengan surat cerai di pegang nya, Tangan itu bergetar hebat, dulu ia sangat menginginkan ini. Tapi... sekarang berbeda.


" Ayo cepat, biar Mas Zaki bebas di luaran sana, biar mas Zaki tidak terbelenggu lagi dengan pernikahan keterpaksaan mas Zaki menikahi perempuan Idiot ini."


Dada Naqia berombak naik turun menahan emosi, saat kata idiot terucap, Naqia menunjuk hardik jidat nya sendiri. Gara gara ia Idiot, suaminya menyiksa fisik dan Batin nya, gara gara Idiot, ia di cap pembawa sial oleh Zaki, Gara gara idiot, Orang tuanya demi rela mati dari pada bersama nya, Gara gara idiot janin nya pun meninggalkan nya, itu semua ucapan Zaki membuat hati Naqia mendingin tak bisa di sentuh oleh siapapun untuk saat ini.


" Mas tidak akan menandatangani surat ini !" Zaki menyobek surat cerai itu jadi dua. Pergi begitu saja dengan rasa gamang.


" Aku juga belum puas melihat hidup mu, berantakan, Mas !" Naqia tersenyum miring.