Stupid Wife

Stupid Wife
Kegaduhan di pagi hari



Happy reading...


" Bi, Mana sarapan ku ? Kopi buat suami ku juga di bikinin ! Sekalian satu gelas susu untuk ku ! Kalau pagi aku hanya sarapan roti tawar, dan ah...tidak pakai lama buat nya !"


Pagi pagi Mayang sudah mentitah titah kurang sopan Art khusus Naqia.


Bi Narsi sudah menolak nya karena sudah di jelaskan kemarin peraturan atas perintah Naqia. Tetapi wanita pendek setengah baya itu di sentak sentak oleh Mayang yang saat ini duduk elegan bak nyonya rumah. Terpaksa lah menurut.


Zaki baru bergabung dengan pakaian kantor nya.


Seraya menyiapkan sarapan, Bi Narsi komat kamit lirih di pantry itu. Semoga makan ini nanti keselek...Bim Bim Bim proot ! Begitulah mantra Bi Narsi.


" Dan Bi, baju kotor ku serta baju kotor suami ku di cuci setelah ini ya !"


Naqia datang langsung di buat kesal oleh Mayang yang mentitah Bi Narsi secara tidak sopan. Apakah Mayang tuli hingga kemarin tidak mendengar peraturan tegas rumah nya ? Batin Naqia seraya duduk santai di meja itu di mana Zaki dan Mayang langsung menatap nya sinis.


Bi Narsi hanya khusus membantu ku, Bisa Narsi sudah ku anggap keluarga. Gumam kesal Naqia, masih diam bersabar.


Bi Narsi tidak jadi membawa sarapan untuk Mayang dan Zaki. Malah langsung melayani Naqia yang meminta sarapan hanya dua lembar roti tawar berselai coklat .


" Bi !" Bentak Mayang, roti milik nya di beri kan ke Naqia.


" Mau protes ? Roti ini punya ku, uang ku yang membeli nya." Naqia menyindir Zaki yang tidak pernah lagi membeli persediaan dapur setelah mengenal Mayang.


" Mas !" Rengek manja Mayang. Wajah itu di buat semelow mungkin agar Zaki memarahi Naqia.


" Dan ah... jangan pernah sekali pun mentitah titah kasar Bi Narsi, urus dirimu sendiri ! harap orang pintar berperilaku sopan santun dan tahu batasan." Tandas Naqia. Hati Mayang dongkol luar biasa sudah di beri kultum menyebalkan.


Naqia berani membalas tatapan Zaki yang sudah berubah ubah air muka itu. Kadang merah marah kadang gelap busuk. Naqia memang selalu ingin membuat darah Zaki mendidih biar cepat jantungan. Dulu pun Zaki sering membuat jantung nya berdenyut sakit, rasakan pembalasan nya.


" Mas Zaki !" rengek Mayang lagi. Zaki hanya diam, mencoba bersabar. Masih pagi sudah ada drama lagi. Dalam hati Zaki....Lama lama aku bisa mati muda karena tensi naik turun.


" Kok diam saja sih mas ?"


" Mas !" Mayang masih merengek sedih, mendramatisir.


" Omelin istri bodoh mu itu !"


Brakk..


Suara gemprakan terdengar keras di meja itu, Naqia jadi bar bar karena ucapan Mayang yang mengumpati nya bodoh. Sudah di beri tumpangan gratis malah ngelunjak, Manusia macam inilah sampah bumi yang sesungguhnya. Sudah cukup ia di jejelin kata bodoh terus.


Zaki dan Mayang terkesiap hebat. Bi Narsi yang sudah berdiri di pantry, sedari tadi sudah menyambungkan video call bersama Yuga tanpa ke-tiga orang di hadapan nya ketahui.


Yuga tersenyum bangga, Naqia sudah ada perubahan. Ia cukup mengawasi nya tanpa turun tangan karena ingin membuat Naqia bisa belajar mandiri....menjaga diri sendiri dari apa pun agar tidak mudah di intimidasi lagi.


" Mas mau memarahi ku ? Silakan ! di pukul lagi juga boleh ? sudah kebal kulit malang ku ini !"


Zaki tak bergeming, Naqia sudah sedikit pintar dan menjadi pembangkang saat ini, mungkin sengaja memasang kulit nya agar nanti memar dan terluka maka mudah bagi Naqia melaporkan diri nya sebagai pasal KDRT. Pikir Zaki. Jelas ogah-ogahan masuk ke penjara.


" Sudah lah Mayang, Cepat buat kan sarapan untuk ku, aku mau ke kantor nanti aku telat." Zaki mengalah.


" Kamu istri ku, wajib melayani ku !"


Naqia mengunyah nikmat roti nya di hadapan pasangan suami istri yang di gadang gadang pintar , kata nya. Lagi saling membalas bentakan. Pertengkaran mereka di anggap lagu dangdut oleh Naqia. Boleh goyang oplosan tidak ya ? Batin nya senang.


Dulu aku hobi menonton kartun kembar botak, sekarang lebih hobi menonton live show pasutri yang cekcok.


Naqia jadi penonton antusias.


" Naqia, Kamu saja yang membuat kan." Zaki beralih ke Naqia yang tak menurut langsung, Naqia justru membuat tuli telinga nya. Mengunyah roti nya penuh perasaan seperti putri lelet elegan.


" Naqia ! bikinin kopi !" Ulang Zaki dengan suara tegas nya.


" Ah, kopi ya ? tunggu dulu !" Naqia bukan menurut manis. kaki itu memang ke arah pantry tapi sekadar ingin memberi tahukan hal penting ke Zaki kalau beli kopi dan gula itu pakai uang. Kapan Zaki memberi nya uang ? Andai Yuga tidak memberi nya uang bulanan, pasti ia sudah jadi pengemis demi sesuap nasi, Lengkap sudah kemalangan nya.


" Duh Mas, Isi nya kosong !" Dua toples khusus gula dan kopi, Naqia bawah ke hadapan Zaki, peringatan keras. " Sini uang nya nanti aku beli, tapi nanti....kalau ingat ! aku kan bodoh sering lupa."


Naqia memamerkan cengiran khas bodoh nya, sengaja ! Zaki pan paling anti melihat cengiran bodoh nya. Biar Zaki hari ini sarapan kedongkolan saja.


" HAH, Sudahlah ! Punya dua istri tidak ada yang becus !" Zaki kesal membentak, bukan untuk Naqia seorang, Tetapi mata itu juga tajam ke Mayang. Bukan nya enak punya istri dua, ini malah menggali kuburan kematian sendiri karena pusing pagi pagi harinya sudah di buat naik darah.


Zaki beranjak kasar. Naqia menyeringai lebar. Mayang terlihat marah tidak terima jadi kekesalan Zaki pun.


" Kamu membentak ku, Mas ! Berani kamu ?"


Mayang pun ikut berdiri dan menahan bahu Zaki untuk berbalik kepada nya.


Siaran langsung lagi ! Naqia kembali menikmati bioskop live di hadapannya. Bi, duduk sini ! Hanya kode tangan Naqia yang berbicara yang seakan-akan bersuara seperti itu. Bi Narsi paham akan lambaian Naqia, Ke-dua nya duduk santai di meja makan seraya menjadi penonton kehebohan antraksi Mayang dan Zaki.


" Duh Bi, Ini kurang apa ya biar seru nontonnya ?"


" Kurang musik Sarimin pergi ke pasar !"


Hahahah... Naqia dan Bi Narsi kompak menahan tawanya agar tidak terdengar oleh Zaki dan Mayang yang masih ribut. Bi Narsi ini lucu menurut Naqia. Masa orang berantem di usul kan soundtrack topeng monyet.


Zaki monyet nya ! Mayang pawang nya ! Naqia melanglang buana, Seakan akan di atas kepalanya ada awan putih di dalam nya ada pertunjukan topeng monyet.


" Ada ribut ribut apa ini ?"


Plukk..


Eh... Awan fantasi lucu Naqia tertusuk buyar akan suara bariton laki laki yang terdengar dingin penuh ketegasan dan penuh authority. Yuga Pratama si duda keren ada di antara mereka bak jailangkung, Datang tak di undang pulang tak di antar.


Zaki dan Mayang terloncat kaget mendengar suara rendah tapi sangat menekan dingin mengintimidasi.


______


Area wajib like 😉