Stupid Wife

Stupid Wife
Hareudang



Hari cuti, di siang hari yang terik...Yuga menyusul masuk ke dalam kamar, terik matahari di luaran sana saat ini mampu membuat penghuni bumi... Mager!!!


Ceklek...


Tidak ada Naqia di dalam kamar, namun sayup-sayup gemercik air terdengar di dalam kamar mandi.


"Mandi di siang bolong memang segar, tapi tidak bagus juga." Ucapnya sendiri, Yuga melepas kain bawahnya, menyisakan colooor cream, kemeja pun ia ganti menjadi e-clothes santai.


Seraya menunggu Naqia, Yuga duduk santai di sisi kasur dengan gawai ia mainkan.


Di dalam kamar mandi... Naqia membasuh seluruh tubuhnya di bawah shower, sedari tadi suhu tubuhnya menegang, entah kenapa, yang jelas ada rasa aneh yang di inginkan hormon eksitosinnya, pikirnya... setelah mandi di siang bolong, ia tidak akan kepanasan, namun nyatanya...rasa itu kian menuntut, damn...ia butuh pelepasan seperti kejadian malam panjang bersama Yuga lewati.


"Akhhh, kok begini sih?" Bingungnya. ia memejamkan matanya, bibir ia gigit sendiri untuk menekan gejolak rasa horn* itu, desahaaaan demi desahaaaan keluar dari mulutnya dengan tangan itu meraba sendiri bagian kedua balonnya, ahkhh.. macam kepedasan sambel.


Tubuh tidak terkontrol lagi, Naqia menarik handuk, hanya Yuga yang bisa menolongnya, ia sudah seperti cacing kepanasan.


Ceklek...


Mata Naqia sudah mendapati punggung Yuga di sisi kasur yang duduk membelakanginya, ia mendekat. Malu? tidak ada rasa itu... otak jernihnya sudah di kuasai obat magic Hani.


Naqia langsung duduk di pangkuan Yuga, ia bagai wanita lain saat ini...liar!


"Naqia?" Kejut Yuga, melongo dengan jantung berdebar-debar riang. Tidak percaya bahwa Naqia pintar merayu kelakiannya.


Naqia kah ini atau setan jadi-jadian? Otak Yuga ngebleng, ini namanya rejeki nomplok di siang bolong. bodoh amat dengan penyebab apa Naqia bisa di luar nalar. Yang penting menang banyak cuy.


"Aku__" Jeda Naqia, tidak mau banyak kata lagi, bibir Yuga ia embat, menggigit kecil bibir suaminya yang Yuga pun seketika membeli bibirnya, tangannya sudah mengalun indah di leher Yuga, scene di posisi duduk itu sangat menggairahkan.


Sering-seringlah mandi di siang bolong, dalam hati, Yuga masih mengira Naqia sedang kesurupan setan oksitosin bin setan sang*.


" Akhhh, ehhmm..!" Racau Naqia menarik bibirnya saat tangan Yuga mulai bermain-main di dadanya yang masih di selimuti handuk tebal.


Tangan Naqia pun tidak kalah liarnya, dengan lancang, Naqia mendorong tubuh Yuga untuk berbaring di atas kasur, ia berdiri sejenak hanya melepaskan handuknya.


Dan terlihat jelaslah body naked Naqia di depan mata Yuga.


Yuga di buat *h*areudang, menelan ludahnya susah payah, ia tidak menyangka wanita yang pernah trauma untuk di sentuh menjadi kucing liar minta kawiiiinn.


"Kamu nakal juga!" Yuga tersenyum mesum seraya menarik tubuhnya untuk berdiri, seperkian detik... benang Yuga sudah jadi anak tiri di lantai itu.


Yuga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini, tangan lihainya memposisikan Naqia berada di atas pangkuannya dengan saling berhadapan, kulit mereka yang polos saling tersengat.


"Aku akan membuat mu terbang lagi." Kata Yuga memimpin permainan, dada Naqia sudah candu baginya untuk minum tutu.


"Eumm, ahhhkh." Racau Naqia menekan kepala Yuga agar lebih dalam lagi tenggelam di belahan gunung itu.


Yuga mangap-mangap ulah tangan nakal Naqia yang menekan kepalanya, membuat oksigennya terkuras tinggal sedikit. Tapi jujur....Yuga juga tidak mau lepas dari tutu itu.


aku bisa mati! Yuga meronta ingin lepas dari tekanan tangan Naqia di dada big itu, enak sih enak bermain di ujung tutu itu, tapi kalau kehabisan nafas...is dead dong, Nanti Naqia bisa janda lagi dan oh.. parahnya, Naqia akan kuda lumpingan sama pria lain...Big NoNo.


"Aku mau mati, kehabisan nafas!" Terang Yuga, tersenyum tipis melihat wajah Naqia yang terlihat kecewa. "Aku tidak akan kabur, tenang saja, ini oh...nikmat." Goda Yuga dengan tangannya memilin ujung balon Naqia.


Naqia menepisnya, ia tidak tahan lagi ingin lebih, "Lakukan, ku mohon, aku __ahkhh, kepanasan, tidak tahu apa yang terjadi."


Apa Mama...? Shiit! Yuga baru sadar perihal tingkah laku Mamanya di meja makan tadi, ternyata istrinya di beri obat sang*.


Ok, kepalang tanggung, ngoceh-ngoceh nanti saja ke Hani, yang penting rutinitas ini tidak boleh di sia-siakan.


Yuga memasukkan ikan koi nya ke dalam sumur Naqia, menyuruh Naqia untuk bergerak di atas pangkuannya.


"Yes...oh, Ahkhhh, delicious oh yes!" Yuga di buat melayang akan tingkah liar Naqia yang memimpin pacuan kuda ku duduk di muka.


"Aakhhhh!" Desahaaaan Naqia pun tak kalah merdunya menggema di dalam kamar itu, Yuga minum tutunya kembali kesetanan, sesekali mengecup di leher Naqia yang sudah di penuhi tanda drakula cinta.


Tidak ada puasnya ia bergoyang di atas tubuh Yuga, hingga Yuga hampir kliiimaaakkksss kalah waktu oleh Naqia yang masih prima saja.


Ya ampun, Mama ngasih obat apa sih ke Naqia? Yuga speechless, kelakuan Mamanya luar biasa, luar biasa cerdiknya maksud Yuga, demi cucu sampai segitunya.


"Stop Naqia!" Pekik Yuga membalikkan keadaan, kalau ia muncrat duluan bisa-bisa loyo dong, Naqia nanti tidak puas terhadapnya.


"Kenapa lagi?" Heran Naqia, gelora sialan di tubuhnya tidak kunjung reda.


"Aku yang memimpin." katanya ngeles, padahal ia tidak mau kalah permainan.


Naqia pun dengan senang hati membuka kakinya lebar-lebar, pasrah beut mau di apakan oleh Yuga, enak batinnya.


"Ya ampun surga ku di depan mata." Yuga sempat berucap dulu, hampir saja ia meneteskan liurnya karena sumur Naqia terpampang nyata lebar lebar di hadapannya.


Tes! eh...tadi hampir liurnya yang netes... sekarang cairan bening di hidungnyalah yang lolos tidak terelakkan.


"Pak!" pinta manja Naqia, ia sudah tidak kuat, eh...sang suami malah asyik diam memperhatikan barang tersembunyinya.


Jangan kalah rotasi ya koi, jangan malu-maluin. Bujuk Yuga konyol ke adiknya.


Sejurus sudah memperingati ikan koi-nya, Yuga menyelipkan masuk ke lubang pagiiii-nanya milik Naqia yang anget-anget gimana gitu.


Maju mundur cantik gerakan pinggul Yuga, mampu membuat Naqia meracau ah uh eh oh, kejang-kejang minta terus dan terus... Pokoknya susah untuk di jabarkan pikiran naif itu.


Banyaknya gaya yang di ciptakan Yuga, tidak mampu membuat Naqia melepaskan cairan olinya yang kental putih itu, Yuga sudah peluh, Naqia kuat bingit, sementara ia sudah menahan koinya untuk tidak muntah duluan, kepala atas bawa Yuga sudah berputar-putar payah.


Obat Mama hebat beut! Harusnya aku minum obat kuat juga....ini sih kalah coeg...aduuh, encok lagi.


Yuga mengeluh payah di balik deeesahaaaan panjangnya.


Yuhuuuu, Sensorrrr On, eh...sensooornya telat ya otornya, sudah di penghujung bab🙈🤤