Stupid Wife

Stupid Wife
Postingan Video Ijab



Keheningan terjadi di dalam kamar Naqia yang bernuansa putih, kamarnya terlihat berbeda kali ini, banyak kelopak bunga mawar merah di atas ranjang berseprai putih itu, indahnya taburan kelopak yang sengaja di bentuk love, tidak seindah hati Naqia yang masih takut-takut akan ketraumaannya, ia tidak mau di sentuh, lebih tepatnya ia belum siap, Berhubungan intim itu sakit dan menyayat raganya, itulah yang terkesan di hati Naqia akan pemerkosaan Zaki terhadapnya.


"Kamu mandilah terlebih dahulu!" Titah Yuga memecahkan keheningan, Naqia tanpa bersuara segera beranjak, ia lebih baik berlama-lama di dalam kamar mandi, menginap pun ia ladeni, supaya Yuga tidak meminta haknya saat ini.


Setelah kepergian Naqia, Yuga mengeluarkan gawainya, ia ingin mengirim video ijabnya ke story-nya, biarkan Naima dan Zaki melihat nya di sana.


Kebahagiaan yang terhakiki!


Itulah caption Yuga di story video unggahan semua sosialnya dari channel YouTube-nya, WA.. Dll, dan wow...baru satu menit menyebar, like dan komen 'Mana undangannya dan happy always' berdatangan, denting demi denting gawai itu tidak berhenti.


Hanya satu yang Yuga perhatikan, Nama Naima dan Zaki-lah yang belum munjul melihat story-nya.


Dan detik berikutnya....yes, Nama Naima muncul di mata pemberitahuan story WA-nya telah terlihat.


Yuga tersenyum jumawa, ia segera mematikan gawainya saat berdering dengan nama Naima pelakunya, ia membayangkan reaksi Naima seperti apa di sana, pasti lagi mencak mencak kepanasan, tebaknya yakin.


"Semoga kamu pun bahagia di luar sana." Lebih baik mendoakan kebahagiaan orang yang dzolim ke kita bukan dari pada menyumpahi, itulah yang di panjatkannya bagi Naima maupun ke Zaki, ia ingin hidup tenang bersama Naqia tanpa ada bayangan Zaki maupun Naima, kalau ke-dua orang itu mendapatkan kebahagiaan, auto ia dan Naqia pun sudah aman dari kegilaan mereka.


Lama Yuga menunggu Naqia keluar dari kamar mandi, tidak ada tanda-tanda, ia memilih untuk keluar kamar, ia tahu Naqia belum siap, ia akan sabar menunggu sampai Naqia sendiri yang memintanya.


***


Arrghh...


Jerit Naima kesal, ia melempar gaiwanya ke lantai hingga terpental-pental jatuh tepat di kaki Zaki yang baru masuk ke dalam dapur untuk makan siang.


Zaki menunduk dan mengambilnya, menatap aneh Naima yang air muka itu sudah berubah-ubah merah menghitam karena marah teramat sangat.


"Ada apa__"


"Arrghh," Jerit Naima melepaskan kemarahannya ke Zaki.


Zaki menjungkitkan pundaknya, kaget.


"Ini itu gara-gara kamu yang tidak becus membuat Naqia gila atau pun mati sekalian."


Zaki mengerutkan keningnya, masih belum paham apa yang membuat Naima marah seperti itu.


"Apa yang di lakukan oleh Naqia hah? Wanita bodoh itu selalu bersembunyi di ketek Yuga, kerjaannya di dalam rumah terus, giliran keluar kan di kawal oleh Yuga kutukumpret itu, dia tidak akan berani bertingkah, kamu tidak usah berlebihan__"


Bugh..


Prraang...


"Aw, Naima! Apa sih?"


"Ini aku tambahin lagi!"


Praaang lagi...


Zaki terkesiap, setelahnya meringis, Naima itu melemparinya alat-alat masak seperti panci dan teman-temamnya, dan terakhir pisau dapur hampir mengenai 'buntut depannya' kan berabe, Nanti Naima tidak bisa 'main kuda ku duduk di muka'


Ya, walaupun mereka saling tidak mencintai, tapi mereka sering melakukan piting-pitingan dalam waktu satu bulan ini, Hasrat mereka memang ketinggian, ketinggian gilanya maksudnya.


"Kamu stres ya? Kalau 'bor' aku lecet, yang ribet kan 'sumur' kamu juga." Tangan Zaki menunjuk kurang ajar area inti Naima.


Naima semakin murka, ia hanya mencintai Yuga tapi bodohnya tubuh Zaki selalu bisa membuatnya melayang ke awang-awang.


"Naqia dan Yuga sudah resmi menikah, kita kalah."


Zaki melotot, jadi ini sebabnya Naima murka, ah...Yuga sialan! Umpatnya kesal.


"Dan itu karena kamu, kamu tidak becus dalam bekerja segitu aja, percuma aku memelihara rubah kagak ada otaknya, lebih baik kamu pergi dari sini, pergi dari rumah ku, aku sudah kalah, kamu tidak ada gunanya."


Enak saja, habis manis sepah di buang, Zaki tidak terimalah, memang ia telah gagal, tapi itu karena Naqia selalu di bawah perlindungan Yuga dan Hani yang dua puluh empat jam menemani Naqia, tidak membiarkan Naqia seorang diri, jadi ini bukan salah ia seutuhnya dong, separuhnya Naima juga yang tidak becus merayu Yuga.


"Ini salah kita berdua!" Tandas Zaki.


"PERGI!" Usir Naima lagi kali ini Naima lebih parah dalam melempar barang-barang, piring beling pun di lemparkan ke Zaki hingga puing-puing tajam itu berserakan.


"GILA" Dari pada di amuk kagak jelas, Zaki memutuskan untuk beranjak sejenak, tapi tetiba... Tubuh Naima ambruk ke lantai, Zaki tidak bisa langsung menangkap tubuh itu, karena mereka dalam posisi jauh, Naima jatuh seperti kodok kehilangan rotasi, kejengkang tidak elegan sekali.


"Naima, hey! Bangun, elaaah, nyusahin juga kamu jadi wanita."


Zaki menggendong Naima masuk ke kamarnya, kamarnya ya.. bukan kamar Naima, dari pada membuat Naima siuman, bagaimana kalau ia gre*pe-gre*pein aja, ada faedahnya kan, Yakni puas birah*, sungguh ekstrim cara Zaki membangunkan orang pingsan di atas kasur itu, Naima yang tadinya pingsan, sadar-sadar dalam keadaan polos dengan ada orang yang menindihinya, auto mendeeesaahhh jama'ah.


Biarkan masalah di kantongi dulu, yang penting kenikmatan tubuh saat ini.


"Zaki gila!" Umpat Naima dalam racauan enaknya.


"ah...Kita yang gila, tapi rubah...Aku yakin, Yuga dan Naqia tidak akan melakukan olahraga memabukkan ini karena Naqia dalam ketraumaannya."


Naima menyeringai di sela-sela aktivitas panasnya bersama Zaki, itu tandanya walaupun Yuga sudah menikahi Naqia, tetap tidak mendapatkan haknya di kasur, ah....aku akan memasang tubuh ku, Zaki saja ketagihan pelayanan ku, pasti Yuga pun akan puas yang tidak di dapatkan dari Naqia Stupid Wife itu. Batinnya.


Dan kedua insan gila itu masih saling dalam smackdown-smackdownan, piting-pitingan, dan pagut-pagutan seperti ular yang saling membelitkan bisa di lidahnya itu.