Stupid Wife

Stupid Wife
Drakula cinta



Burung-burung yang bersangkar di pepohonan, kini pun keluar menyambut ceria pagi hari yang berembun itu, angin sepoi-sepoi sejuk menimbulkan rasa dingin menelisik ke tulang penghuni bumi.


Karena cuaca dingin di pagi hari ini, penghuni rumah Naqia masih dalam keadaan sunyi senyap, belum ada aktivitas, Bi Narsi pun yang sebagai ART masih setia menyelimuti tubuhnya, apalagi sang majikan rumah, jelas masih malas-malasan di peraduan itu.


Terlihat, di dalam kamar pengantin janda-duda sebelumnya, yang kini sudah sah merubah gelar itu menjadi suami-istri, masih setia terpejam nyaman nan hangat, kenapa hangat..itu karena mereka tidur berpelukan tanpa sadar satu sama lainnya.


Uh...


Naqia mengulet kecil, matanya terbuka sayup, masih linglung, pengendusannya seketika terganggu dengan tubuh maskulin mint, mata itu pun membulat sadar, kepalanya itu terpatri nyaman di lengan bicep Yuga dengan wajah persis di leher Yuga.


Tentu ia terkesiap, dengan perasaan takut, ia pelan-pelan menjauh, ia tidak mau membuat Yuga berpikiran aneh kepadanya.


Naqia sudah lolos dari dekapan itu, ngeberit masuk ke kamar mandi.


"Hu, syukurnya Pak Yuga masih tidur." Lirihnya di dalam kamar mandi dengan kaca wastafel di hadapannya.


Aroma mint Yuga ada yang menempel di tubuhnya, penasaran... Naqia menarik kerah baju piyamanya yang tidak sampai di sentuh oleh hidungnya untuk di endus.


Tanpa sengaja, ia melihat lehernya merah-merah di pantulan cermin itu.


"Ini kok merah? Di gigit apa? Serangga kah? Atau cuma noda kali ya?" Naqia menyentuh lehernya.


Otak itu tidak sampai ke pikiran kalau serangga berbentuk Yuga lah pelakunya, ia juga tidak tahu apa itu tanda cinta di leher, ia masih tabu akan hal keintiman, Pernah melakukan suami-isrti pun hanya dalam keterpaksaan bin pemerkosaan.


"Mungkin kalau mandi hilang kali ya?"


Sejurus, guyuran shower pun menyala membasahi tubuh Naqia yang sudah polos, tangan itu menggosok-gosok lehernya, berupaya menghilangkan noda merah itu yang belang-belang tidak sedap di pandang mata.


"Di sini juga ada!" Dia baru sadar, kalau di kedua daging bongkahannya pun ada merah-merah yang tidak mau hilang.


"Ihhh..." Naqia merinding, "Jangan-jangan rumah ini ada setannya, eh... Drakula kali ya!" Tangan itu mengelus kuduknya yang kian merinding takut.


Cerita dongeng yang pernah dengarnyakan begitu, kalau drakula lah yang suka leher manusia.


Ketakutan, Naqia pun lekas menyudahi aktivitas mandinya, bathrobe putih sudah membalut tubuhnya dengan tali itu terikat asal-asalan, ia berlari kecil meninggalkan kamar mandi.


Naqia tersandung kaki Yuga yang berolahraga kecil di depan lemari pakaian, tubuh yang hanya berbalut bathrobe itu jatuh tepat mendidihi punggung Yuga yang sebenarnya lagi push up.


"M_ah, Maaf!" Gugupnya, Dia bergegas bangun dari punggung Yuga yang saat ini suaminya itu meringis karena beban tubuhnya yang tiba-tiba.


Dada Yuga terasah berdenyut karena beradu dengan lantai, "Kenapa lari__"


"Pak Yuga, di kamar ini atau di kamar mandi ada drakulanya."Adu Naqia panik mendominasi takut, ia bergegas bersembunyi di belakang tubuh Yuga yang baru bangun dari lantai itu.


Yuga mengerutkan keningnya, bingung. Mana ada cerita Fiksi nyata adanya? Batinnya tidak percaya.


"Naqia, ini sudah pagi, kamu pun sudah mandi, jangan ngigau di pagi hari." Yuga berbalik ke arah Naqia yang tadinya bersembunyi di punggungnya, glek... ludah itu tertelan susah payah saat menyadari penampilan Naqia yang teramat seksi.


Hanya bathrobe selutut, tali di pinggang itu tidak terikat betul hingga di belahan atas sedikit terlihat, di tambah rambut basah Naqia membuatnya terkesan seksi, itulah penilaian mata telanjan* Yuga di penampilan Naqia sehabis mandi.


"Aku nggak ngigau, Pak!" Tepis-nya, " itu, lihatlah! Ada bekas drakulanya 'kan?" Tangan Naqia menyentuh lehernya, mencoba meyakinkan Yuga kalau ia tidak gila ataupun ngimpi di pagi hari.


Yuga sudah paham di sini, wajahnya melengos bak orang bodoh yang tidak berdosa.


Aku lah drakulanya! Ujarnya dalam hati, hanya dalam hati, mana mau Ia-nya untuk mengatakan sejujurnya, ia tidak mau membuat imege-nya hancur, bisa-bisa ia di bilang cabulll nanti sama istri tak tersentuh hatinya itu.


"I_itu hanya gigitan nyamuk saja__"


"Tapi kok tidak bentol?" Bibir Naqia, manyun. Ia tidak puas jawaban Yuga yang seakan-akan tidak percaya dengannya.


"Nyamuknya itu berjenis kelamin laki-laki, jadi suka!" Elak Yuga, ia ingin terbahak-bahak, namun di tahan, " Sudah lah, Aku mau mandi dulu, biar kamu pakai baju di sini."


Dan cup... kissing scene di dahi itu jatuh mesra untuk Naqia.


Setelahnya Yuga segera masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Naqia yang terpaku mendapat perlakuan manis Yuga, tangannya menyentuh jidatnya dan berkata, "Kenapa terasa nyaman! Sentuhannya berbeda dengan tangan Mas Zaki."


***