
Happy reading....
Ibarat kata, Bom di dalam tubuh Zaki tinggal menunggu detik-detik nya untuk boom... meledak ! Naqia siap menonton pertunjukan heboh lagi di hadapannya.
" I_itu tidak__"
" Mayang ! jelaskan dengan suara yang benar !" Tegas Zaki masih berharap ucapan Naqia hanya angin kentut saja.
" Suara gugup itu pertanda ada sesuatu yang di tekan untuk di sembunyikan. katanya lho ya, katanya...kan aku orang bodoh, jadi kepekaan masih di bilang nol." Giliran Naqia yang mengompori Zaki dengan sok pura pura berucap polos. Jangan sampai tabung gas Zaki kehabisan duluan, Nanti Mayang tidak jadi di masak. Dengan itu Naqia menyalakan pematik.
Mayang melotot ke Naqia, kode untuk jangan ikut campur.
" Kalau mata melotot pertanda apa mas ?" Naqia bertanya ledek ke Zaki. ia tersenyum geli dalam hati.
" Diam Naqia, saat ini aku tidak sabar menunggu mulut Mayang."
Oke diam ! Naqia membuat pergerakan menzipper mulut nya, sebenarnya ia sudah telat untuk kelas konseling, Jujur... pertunjukan di depan nya menarik untuk di tinggalkan.
" Mayang katakan !"
" Naqia berbohong !" Kelit Mayang.
Sabar ! Naqia masih bungkam kok.
" Jangan melotot kepada ku, tadi Mayang, sekarang kamu Mas. Ck, kompak banget ingin menembak aku pakai laser mata tajam kalian."
Naqia berucap tenang seraya tangan nya mengotak atik gawai nya. Sampai bulukan pun Mayang tidak akan bersuara jujur, Perlu pakai bukti.
Audio on seketika ! terdengar jelas lah suara Mayang tentang kenyataan bahwa Zaki bukan biologis janin di perut Mayang. Naqia sudah merekam nya di saat Mayang bercakap kesal dengan seorang penelpon.
" Mayang ! Kamu membodohi ku."
Plak...Plak.
" Ish !"
Reflek Naqia memegangi kedua pipi nya, Serasa tamparan itu jatuh ke pipi nya, padahal di pipi Mayang.
Kompor Zaki sudah menyala tapi masih api merah, belum api kebiru biruan. Naqia masih menunggu detik-detik kehancuran orang yang sudah membuat nya pendendam.
" Kamu selalu main tangan kalau lagi marah ! Tempramental ! menjijikkan ! banci !"
Naqia menikmati pertengkaran hebat di hadapannya. Mulut Mayang ternyata sangat tajam melebihi 'setajam silet' Naqia suka itu
" Coba bilang sekali lagi !!!" Harga diri Zaki yang tinggal secuil itu meronta, Zaki mencekram kasar rahang Mayang.
" Aww, Sakit Mas !" Ringis Mayang lagi. Naqia tidak tega juga melihat fisik Mayang di sakiti terus, Mayang memang jahat, tapi janin di dalam perut itu masih suci, Naqia tidak mau janin itu bernasib buruk seperti janin nya akan ulah kekerasan Zaki yang tidak berpikir panjang dalam menyiksa istri.
Dengan itu Naqia turun tangan untuk menepis tangan Zaki.
" Ingat polisi ! jangan sampai membunuh untuk ke-dua kali nya tepat di bola mata ku." Ancam Naqia. Mayang tersentuh pertolongan Naqia, Tapi sedikit...Ya sedikit, kegaduhan ini terjadi kan ulah Naqia juga.
" Tapi dia sudah berbohong ! Wanita ini pantas untuk di hukum !"
Mayang reflek bersembunyi di belakang tubuh Naqia. Jujur...ia ketakutan oleh tangan kasar Zaki. Pipi itu sudah memerah ulah Zaki.
" Wanita tak selamanya harus menerima kekerasan, Mas. Hukum ? apa kamu sadar, bukan nya kamu ingin punya istri pintar seperti Mayang contoh nya. Mayang sudah pintar lho, pintar membohongi kepintaran mu."
Zaki melengos kasar membelakangi Naqia dengan berdecak prustasi, Naqia sudah pintar bermain kata sindir menyindir. Zaki semakin kesal, keburukan nya selalu di korek Naqia.
" Aku menalak mu, Mayang ! Kamu bukan istri aku lagi, pergi jauh-jauh dari hidup ku. aku tidak sudi punya istri yang busuk licik seperti kamu."
Secara gamblang, Zaki menalak Mayang begitu enteng nya, Zaki baru sadar kalau ia tidak mencintai Mayang, ia menikahi Mayang hanya karena terobsesi dengan rumah tangga yang sempurna, punya istri cantik nan pintar, anak lucu lucu yang jauh dari kata stupid seperti Naqia dulu, Dulu ya ! bukan sekarang !
" Aku Mayang Sari Putri, Dengan senang hati mendengar dan menerima nya." Lantang Mayang tidak bersedih, itu lebih baik. Setidaknya ia bebas dari monster seperti Zaki. Tapi masalah nya, ia tidak punya tempat tinggal sekarang ini kecuali rumah Naqia.
" Lagian kamu itu sudah miskin, lagak nya sok-sokan orang tajir, tapi tajir nipu."
Sontak Zaki memutar hadap penuh tubuh nya ke Mayang lagi, di mana Mayang masih berada di balik punggung Naqia untuk mencari aman.
Rahang Zaki sudah mengeras menahan kesal yang telah di hina oleh Mayang.
Dalam hati, Naqia memberi tepuk tangan untuk Mayang.
" Memang betul kan ? Mas Zaki itu sudah sampah, buangan, Tukang korupsi."
Baru hari ini, Naqia suka dengan mulut tajam Mayang yang sudah menghina Zaki.
" MAYANG ! SINI KAMU !!!"
KABUUUR !
Mayang langsung ngebirit setelah menghina Zaki habis habisan, ia tidak mau di tampar lagi atau lebih buruk dari itu, Zaki kan wong stressss.
" Biarkan dia membereskan barang nya." Naqia berucap tegas memperingati Zaki yang ingin melangkah ke kamar untuk menghampiri Mayang.
" Cukup sampai di sini pertengkaran dalam rumah ku."
Naqia pun beranjak ke arah pintu utama.
" Kamu mau kemana lagi, Naqia ?" Zaki tak habis pikir, Naqia setiap hari keluar melulu.
" Kemana saja, sudah besar ini, jadi tidak usah sok peduli."
Shiiit.
"Dasar Istri durhaka, dulu idiot, sekarang pintar tapi membuat darah mendidih." lirih nya tidak berani terang-terangan.
Zaki keblingeran, ingin sekali ia mengarungi Naqia agar tidak pergi terus bersama Yuga. Tapi Naqia sudah licin ia cemburu, sumpah ! Zaki mendengar suara mobil berhenti di luaran sana, pasti Yuga. Tebak nya kesal. Sofa di hadapan Zaki menjadi sasaran empuk Zaki untuk di amuk.
" Astaga, sudah kayak orang gila !" Bi Narsi di buat geleng geleng kelakuan Zaki yang kebetulan ART itu baru keluar dari dapur.
" Dapur aja lagi ah...Takut di amuk."