Stupid Wife

Stupid Wife
Titik kesabaran Naqia



🖊️ Akan ada fase kesabaran itu habis, bila kesabaran, kesetiaan dan peduli nya sudah tidak di hargai. Percayalah... kesabaran itu akan menjadi muak di iringi dendam mendalam !📝


Happy reading...


Berhasil memaksa persetujuan Naqia, Zaki berniat untuk pergi mengambil kertas surat cerai untuk mereka tanda tangani bersama.


" Jangan kemana mana, tunggu aku ! Aku akan datang secepatnya."


Naqia tidak menjawab, Kepala itu hanya mengangguk takut, Takut ancaman perkosa Zaki terlaksana, ada rasa lelah dalam hati kecilnya.


Saat ini, istrihat sepertinya hal nyaman, perut dan kepalanya seakan kompak meledek nya yang tak kunjung membaik.


Jikalau bisa meminta dan Tuhan segera mengabulkan, Maka Naqia ingin meminta saat ini agar nyawa nya di tarik paksa saja dari tubuhnya. Bagaimana tidak putus asa ? Naqia serasa seorang diri tanpa ada orang yang mau menyayangi nya di saat saat lagi sakit begini, Semuanya pergi satu persatu dari hidup nya yang malang.


Menunggu kedatangan Zaki tak kunjung datang, Mata itu terpejam lelah di atas peraduan empuk nya.


Dua puluh menit, Zaki telah tiba dengan surat cerai di tangan untuk Naqia tanda tangani, Zaki masuk ke kamar Naqia begitu saja karena sudah memanggil nama nya tapi tidak ada sahutan.


Naqia tertidur, Itulah yang di lihat Zaki saat ini.


" Naq__" Shiiit ! Tubuh Zaki tiba tiba menegang, Melihat belahan bongkahan daging mulus Naqia di dada itu membuat hormon libidonya naik. Jakung itu naik turun, tidak bisa menahan lagi, Zaki melepas semua benang nya.


" Aarg__Hmppt"


Terasa pakaian nya ingin di lepas paksa oleh tangan orang, Naqia menjerit terkejut, Tapi mulut nya langsung di bungkam telapak lebar Zaki dan tangan bebas Zaki telah berusaha merobek benang nya. Naqia tidak bisa bergerak karena Zaki telah menduduki perut nya. Ada rasa tidak enak yang terasa di perut Naqia.


" Diam Naqia, Maaf ! Tapi Aku selalu tergoda dengan tubuh mu. Aku berjanji, setelah ini aku tidak akan menyentuh mu lagi, Kita akan berpisah, anggap saja ini hadiah perpisahan kita."


Adakah bom untuk Zaki terima ? Sudah minta cerai tapi dengan egois masih ingin meminta hadiah, dan hadiah nya adalah tubuh molek itu, Naqia menangis darah dalam hati nya, Sakit nan perih ! Air mata itu lolos dengan bibir meracau sakit di bagian intim juga perut nya yang tidak bersahabat sedari pagi.


Zaki tidak peduli racauan sakit Naqia dengan terus berkata sudah mas ! Sakit ! ku mohon. Zaki terus memacu keringat nya di atas kenikmatan milik Naqia.


" Oh..Ah, Naqia, Kenapa tubuh mu terasa nikmat." Racau Zaki semakin bergerak brutal. Bahkan Mayang tidak seenak ini ! Zaki mengakui itu, tapi tetap saja, Cinta nya hanya untuk Mayang.


Di pelataran, Mobil seorang laki-laki tampan dengan rahang tegas, tubuh tinggi atletis, keseluruhan perangai itu bisa di bilang sempurna bagi mata wanita, Turun dari mobil dengan wajah dingin datar nya membuat kesan misterius di wajah nya.


" Naqia, Maafkan aku, aku baru berkunjung lagi karena kesibukan mengurus kerjaan peninggalan orang tua mu." Gumamnya.


Nama nya Yuga Pratama, Pengacara pribadi Almarhum Nugraha, dengan umur tiga puluh dua tahun, Duda di tinggal meninggal dunia oleh Isti nya ini telah berjalan ke arah teras, menekan bel pintu secara sabar karena tidak ada respon dari penghuni rumah. Yuga masih menunggu di bukakan pintu, padahal ia tahu kalau pintu ternyata tidak terkunci, tapi demi rasa sopan, ia tetap setia menunggu respon.


Kedatangan Yuga saat ini ingin memberikan uang bulanan untuk Naqia, satu bulan sekali memang waktunya untuk Yuga datang berkunjung tanpa sepengetahuan Zaki, Karena itulah wasiat Nugraha, entah apa alasannya..Yuga hanya menjalankan tugas nya dengan baik tanpa harus ingin ikut campur pribadi orang.


Di sisi Zaki, Tubuh itu masih berpacu menempel di tubuh Naqia, erangan kenikmatan yang ke-dua kali nya telah sampai, Merasa sedikit aneh dengan ada cairan hangat di bawah sana mengalir menyentuh sedikit adik nya. Membuat Zaki panik dan menjauh dari inti Naqia.


Naqia pendarahan ! Mata itu sudah terpejam tidak sadarkan diri.


" Naqia ! Astaga ! Apa yang terjadi ?!" Cemas panik Zaki, Buru buru Zaki memakai baju nya. Serta memakai kan baju asal asalan untuk Naqia.


" Naqia, bangun !" kepanikan Zaki membuat nya bodoh, bukan nya membawa Naqia ke rumah sakit, justru mondar-mandir seraya memijat pelipisnya sendiri, Bingung ! Zaki ketakutan di tuntut KDRT.


" Ada apa ini ?"


Zaki tersentak dengan suara bariton laki laki asing yang tiba-tiba membuka pintu kamar.


" Kamu berte___ Naqia ! Shiit, Apa yang kamu perbuat ke Naqia ?" Yuga langsung meraup tubuh Naqia begitu saja saat melihat ada darah yang merembes di tubuh Naqia. Darah Naqia yang mengalir mengotori jas mahal nya tidak membuat Yuga jijik.


Terserah pendapat suami Naqia terhadapnya, Yuga tidak peduli, Tadi....Yuga lancang begitu saja masuk ke dalam rumah karena tidak sengaja mendengar samar samar suara orang terdengar panik.


Siapa orang itu ? Batin Zaki bertanya tanya yang baru pertama melihat wajah dingin datar itu. Zaki terpaksa mengikuti langkah cepat Yuga. Ada rasa kesal mendalam, bisa bisa nya orang itu mengumpati nya bodoh. Sialan !


...*****...


" Suami Ibu Naqia ! silahkan masuk !"


Naqia sudah di tangani dokter, seorang suster memanggil suami Naqia tapi mata itu tertuju ke Yuga, mengira bahwa laki laki yang terkena bercak darah di baju itu adalah suami pasien.


" Saya sus !" Sahut Zaki malas. Yuga menyadari itu, kepekaan nya sebagai pengacara bisa menebak ekspresi lawan. Dengan itu, Yuga kembali lancang, ikut masuk ke ruangan ingin tahu penjelasan dokter terhadap kesehatan Naqia.


Zaki terhenti, melototi Yuga di balas seringai tipis oleh Yuga.


" Selalu lelet !" Sindir Yuga lebih dulu masuk ke ruangan karena Zaki masih saja terpaku di depan daun pintu.


" Eh__"


" Silahkan duduk pak !"


Kekesalan Zaki terhenti akan suara dokter perempuan yang mempersilahkan Yuga duduk di kursi. Sang dokter pun mengira kalau Yuga adalah suami pasien nya yang baru sadar di atas brankar sana, Namun ada tirai gorden yang menyekat sehingga Yuga dan Zaki tidak melihat Naqia yang memasang telinga nya baik baik.


" Saya bukan suami nya, dok ! Dialah orang nya !"


" Oh, maaf ! silahkan pak." Sang Dokter tidak enak hati. Zaki pun duduk dengan wajah keterpaksaan nya, mata itu sempat melirik tajam ke Yuga. Tapi Yuga hanya datar.


" Jadi begini pak, Dengan terpaksa saya mengatakan bayi yang di dalam perut ibu Naqia telah keguguran."


Zaki tersentak, Ia sadar telah membunuh janin nya. Tapi wajah itu tidak ada rasa sesal, justru bersorak-sorai di dalam sana, ia tidak akan terbelenggu karena Naqia tidak jadi hamil.


Deg


Naqia terkesiap mendengarnya di balik gorden mengelus perut rata nya yang masih nyeri. Ia tersenyum miris dengan air mata kembali jatuh, bahkan anak nya pun tidak mau hidup bersama orang Idiot ini.


Yuga yang mendengar nya pun tersentak miris, Tanpa sadar.... setelah kematian istrinya, ini adalah pertama kalinya Yuga menetaskan air matanya, Keguguran Naqia mengingatkan tragedi keguguran istri tercintanya hingga menyebabkan kematian, Namun tentu saja beda dasar nya. Yuga penyayang keluarga.


" Tapi penyebab nya kenapa dok ?"


Zaki mengumpat dalam hati akan pertanyaan penasaran Yuga.


" Karena_" Sejenak sang dokter tidak enak hati. Tapi sebagai dokter, ia harus memberi peringatan halus nya, agar nanti suami pasien hati hati memperlakukan orang hamil dalam berhubungan.


" Mungkin karena sentuhan suami istri yang di dapat oleh ibu Naqia dari suami nya lagi tidak tepat waktu Pak. Atau karena janin memang lemah ? Itu salah satunya."


Hiks hiks hiks.. Naqia terisak pilu mendengar setiap penjelasan dokter tentang keguguran nya. Naqia tahu penyebab nya... Pemerkosaan Zaki ! Zaki telah membunuh calon bayi nya. Cukup ! Titik kesabaran nya cukup sampai di sini.


" Aku akan membalas mu, Mas Zaki ! Kamu membuat anak ku pergi ke surga."


Tangan itu terkepal kuat, Hati suci nya terganti kan dendam membara. Alam bawa sadar nya seakan akan membisik kan kebencian untuk Zaki. Tekadnya sangat bulat untuk membuat Zaki merasakan apa itu penderitaan.


Perbuatan Zaki sudah tidak bisa di toleransi lagi oleh Naqia. Cukup ! ia tidak mau di tindas lagi.


Aku bersumpah ! Kamu akan tertunduk di hadapan ku dengan rasa penyesalan besar !


Air Mata Naqia yang jatuh kini di hapus nya, Hati itu mendingin tak bisa tersentuh lagi oleh apa pun saat ini. Mas Zaki.... tunggu saja ! Gumam Naqia penuh rasa kebencian. Di hati nya mati rasa akan nama laki laki terutama Zaki.