Stupid Wife

Stupid Wife
Menolak



"Bagaimana kalau kita kerja sama ?"


Wanita yang sedari tadi memperhatikan Zaki, mengulang lagi ucapannya.


Zaki hanya diam saja, wanita di hadapannya yang berpenampilan anggun serasa tidak asing, pernah melihat, tapi di mana dan siapa ?


"Kamu siapa ? Kita tidak saling kenal, dan kerjasama apa yang kamu maksud ?"


Sang perempuan ini pun duduk di sisi Zaki, di kursi pancang di depan minimarket.


"Miris, kamu ternyata tidak mengenali ku, no problem, pak Zaki Mahesa, suami dari Naqia Qhamila Nugraha."


Zaki masih mencoba mengenali wanita anggun di hadapannya. Kenapa dia begitu mengenali ku dan mengenal Naqia ? tanyanya dalam hati. Membuat wanita di sisi Zaki tertawa garing melihat wajah suami Naqia itu bermimik penasaran terhadapnya.


"Naima, aku Naima ahli konseling istri anda."


Zaki akhirnya mengingat betul wanita yang sok akrab kepadanya, dulu... Ia pernah datang ke tempat praktek Naima untuk menggeret Naqia pulang, dan hari itu pun adalah hari terakhir konseling Naqia.


Ya...dia adalah Naima, perempuan ahli konseling Naqia yang tergila-gila kepada seorang Yuga Pratama, awal jumpa dengan Yuga di hari pertama Naqia kembalinya aktif konseling di tempatnya, sudah mampu membuat Naima jatuh cinta pada pandangan pertama ke Yuga hingga ke dasar hatinya.


Naima tidak habis pikir, Yuga sudah di beri kode kode akan ketertarikannya, tapi Yuga sangat dingin, kaku dan datar. Yuga tidak pernah melihat keberadaannya.


Naima jelas kecewa, apalagi Naima tahu, Yuga hanya memandang Naqia seorang, ia cemburu, sebagai sesama orang dewasa, Naima tidak perlu kata lisan mulut Yuga, dari cara sikap Yuga, dan menatap damba ke Naqia, ia sudah paham betul, Yuga menginginkan istri Zaki.


Jelas dia tidak terima ! Apa kekurangannya ? dia lebih unggul dari Naqia yang dasarnya Naqia adalah wanita idiot, tapi Yuga dengan lancang menghindarinya dengan cara Naqia di tarik kembali dari konselingnya.


"Kerja sama apa, maksud mu ?" Suara Zaki terdengar malas, tidak tertarik, apalagi Naima tadi sudah mengumpatinya, Gila !


"Aku menginginkan Yuga, jauhkan istri mu darinya. Tiga hari lalu, Naqia sudah tidak masuk konseling, auto aku tidak bisa mendekati Yuga secara mudah. Yuga sudah menarik konseling Naqia dari tempat ku."


Naima bercerita dengan air muka sudah berubah kesal, Zaki menyunggingkan senyum miringnya, ternyata Naqia pintar gara gara selalu konseling psikoterapi, dan itu karena Yuga, pantes saja. Gumamnya.


"Aku bukan kacung mu !" Tolak Zaki, ia tipe orang yang tidak mau di perintah mudah oleh siapapun, apalagi seorang wanita.


Naima terkesiap, bukannya Zaki menginginkan Naqia kembali ? Kenapa menolak ? Sebelum ia menghampiri Zaki, dari hari berlalu kemarin, ia sudah mendapat info tentang Zaki dari seorang wanita dan wanita itu adalah Mayang, demi info murahan, Naima rela mengeluarkan kocek lebih besar untuk Mayang agar si mata duit itu mengeluarkan info tentang kehidupan pribadi Naqia.


"Kenapa ?" Heran Naima tidak percaya dengan penolakan Zaki yang begitu cepat menolak tanpa berpikir lagi.


"Tidak perlu tahu kenapa dan mengapa !" Zaki berdiri dari kursi, tangan itu tetiba di tahan oleh Naima.


"Aku bisa membayar mu, berapa pun dan apapun yang kamu mau." Naima masih berusaha membujuk, hanya Zaki lah orang yang tepat untuk menolongnya.


"Aku memang lagi butuh uang, tapi tetap aku tidak mau menjadi kacung kampret seorang wanita." Zaki menarik tangannya yang masih di tahan Naima.


Itulah kenyataannya, Zaki sebenarnya senang punya sekutu untuk menyingkirkan Yuga, tapi ia juga tidak mau jadi kacung kampret, Harga diri Zaki adalah hal utama, cukup Naqia seorang yang jadi bar bar menjadikannya seorang tukang kebun, No pakai Naima yang ikut ini itu mentitahnya, Ora sudi !


"Datang padaku bilamana kamu berubah pikiran, aku selalu welcome." Teriak Naima masih berharap banyak ke Zaki, awas saja kalau menolak, ia akan melakukan sesuatu, lihat saja. licik nya menyeringai.