Stupid Wife

Stupid Wife
Mencari Zaki



Satu minggu berlalu. Yuga dan Naqia melewati hari-harinya dengan damai nan penuh keindahan tanpa gangguan dari Naima maupun Zaki.


Selama itu pula Yuga dan Naima di dalam kamar. Ngapain? Tentu saja karantina cinta.


Hani, Yugi, dan Bi Narsi sampai speechless tertohok-tohok pokoknya akan kelakuan pengantin itu.


"Setelah Naqia pulih, aku dan Naqia mau bulan madu." ijin Yuga yang baru duduk di meja makan. Naqia dia buat tidak bisa berjalan di dalam kamar saat ini sedang tidur pulas di hari yang sudah di sebut siang bolong.


"Bujubuset, bukannya satu minggu full ini kalian sudah bulan madu ala ala karantina seperti kena virus itu." Hani bingung juga mau protes bagaimana. Ah sudahlah....yang penting anaknya senang dan bukan mengkarantina wanita yang belum halal maka Hani akan tutup mulut, tapi... gatal juga mulutnya saat ini ingin menggoda anaknya.


"Ke mana kak?" Tanya Yugi antusias. Yuga menatap curiga adiknya.


"Ini itu bulan madu jadi tidak ada yang boleh ikut." Tandas Yuga tahu maksud wajah semberinga Yugi.


Jadinya...Yugi langsung cemberut, dia tidak boleh ikut padahal belum mengucapkannya.


"Bulan madu kemana?" Ulang Hani akan pertanyaan Yugi, dia penasaran.


"Belum di pastikan___Tuh kan lupa, aku 'kan ke dapur mau ngambil makanan untuk istri ku, udah ya." Yuga mengedip matanya ke Hani dan Yugi, menggoda wajah dua wanita spesialnya.


"Yuga.... Yuga, Mama belum selesai bic__"


" Otw bikin cucu lagi, Ma." Yuga menjawab teriakan Hani di sela langkahnya tanpa menoleh apalagi berhenti, kamar adalah ruangan paling indah saat ini, dari pada jalan-jalan keluar kota atau pun keluar Negeri.


Hani dan Yugi hanya mampu geleng-geleng kepala.


Meninggalkan pasangan suami istri yang sedang berbahagia. Naima dalam satu minggu ini benar-benar payah dalam kehamilannya yang sialnya dia ngidam ingin melihat Zaki.


Masalahnya, Zaki itu tidak pulang-pulang semenjak terakhir pertengkaran mereka perihal janin yang di lempar tanggung jawabkan ke Yuga.


"Kemana sih kamu, Zaki? Sialan benar jadi pria. Tidak ada tanggung jawabnya sama sekali. Apa Zaki ada di rumah Mayang? Ah...shiit. Awas aja!"


Ting tong...


Naima menekan bel pintu unit Mayang dan... ceklek. Nampaklah Mayang dari dalam sana yang tidak ada basa basinya mempersilahkan dia masuk.


Mayang hanya berdiri di tengah tengah gawang pintu dengan tangan itu berlipat ke perut, sombong.


"Ada apa kamu ke mari, hah?" Tanya Mayang ketus.


"Zaki! keluar kamu!" Naima tidak perduli keketusan Mayang, Dia malah berteriak seraya ingin menerobos masuk.


"Eh, enak saja mau masuk." Mayang mendorong bahu Naima. Syukur, Naima tidak jatuh ke belakang sehingga masih aman untuk kehamilannya.


"Shiiiit, kalau janin aku kenapa kenapa hancur sudah wajah mu aku cabik-cabik, dan pasti wanita lont* yang cacat wajahnya tidak akan laku di lirik oleh laki-laki mata keranjang di luaran sana." Hina Naima dengan tangan itu menunjuk hardik wajah lawan bicaranya. Mayang terhentak dalam hati mengetahui Naima telah mengandung. anak siapa? Zaki atau Yuga? Batinnya namun tidak mau mengurusi urusan orang.


Tidak terima di hina, Mayang mengeraskan rahangnya, tangannya pun mengepal erat di bawah sana.


Uh, sabar Mayang... bermain cantiklah. Dalam hati Mayang yang sakit di hina, menyeringai licik.


"Hai, Naima! Buka lebar lebar otak kamu! Entah julukan apa yang bagus untuk mu. Zaki itu bukan siapa-siapa kamu, istri bukan! kekasih bukan! tapi kenapa kamu sewot kalau dia kesini? terserah dia dong. Dulu... Naqia yang jadi madu ku pun tidak ada masalah. Tapi kamu...cih, menyedihkan. Oh, aku tahu julukan kita tuh sebenarnya sama...wanita murahan. Bedanya aku dapat duit karena menjual diri menjadi lont*, dan kamu murahan karena menjadi lont* mas Zaki, lont* GRATIS!" Balas Hina Mayang.


Sejurus...


Plak.


Pipi Mayang langsung berdenyut mendapati sudah di cap lima jari oleh Naima.


"Sekali lagi kamu menyamakan kedudukan ku dengan lont* Club murahan dirimu, maka ku pastikan kaki kamu akan buntung." Ancam Naima, dan berlalu pergi. Dia menebak Zaki tidak ada di dalam sana karena dia dan Mayang sudah membuat argumen alot tapi tidak memunjulkan batang dirinya.


"Naima sialan, aku yang akan membuat kaki mu menjadi buntung, lihat saja nanti." Lirih Mayang berjanji di dalam hati, akan membuat perhitungan ke wanita sombong itu. Mayang akui. Naima itu lebih menyebalkan dari pada Naqia, dulu... Naqia sempat membelanya di saat Zaki ingin menamparnya jadi dendamnya tidak menjadi-jadi, tapi Naima... Damn it!