Stupid Wife

Stupid Wife
Kebohongan cantik



Happy reading....


Selesai mengajari Naqia tentang perkantoran, Yuga lanjut mengajari Naqia tentang kepribadian. Mungkin separuh orang di luaran sana hal seperti itu tidak lah penting, Tapi bagi Yuga itu sangat penting bagi Naqia untuk membentuk kepribadian nya, Selain bisa membuat Naqia semakin anggun nan elegan, privat kepribadian juga bisa membantu Naqia untuk menekan segala emosional nya terhadap suatu masalah.


Masalah tak selamanya di hadapi dengan otot secara bar bar, ada kala nya masalah itu di hadapi dengan sikap santai santai mematikan, itulah sikap kepribadian Yuga dalam menghadapi masalah. Santai mengecoh.


Yuga ingin betul betul merubah Naqia menjadi wanita terpelajar elegan agar suatu saat nanti Zaki bodoh itu menyesali perbuatannya sampai di titik terendah.


" Apa harus begini pak baik ?"


" eum !"


Saat ini satu buku tebal telah di taruh Yuga di atas kepala Naqia, menyuruh Naqia berjalan anggun serta berjalan santai dengan syarat buku itu tidak boleh jatuh.


Materi mengatur nafas tentang mengendalikan emosional sudah di pelajari tadi, sekarang kepribadian luar nya.


" Baiklah !" Naqia menyepelekan, Tapi saat berjalan, baru satu langkah buku itu sudah jatuh, Yuga tertawa kecil.


" Ahai, Pak Yuga kalau ketawa nambah ganteng ya ! Baru pertama ini saya melihat ketawa, Anda." Naqia tersenyum manis.


Yuga di buat melambung lagi akan pujian kecil Naqia, Tidak mau ge-er terlebih dahulu ah ! Batin nya yang takut nanti Naqia hanya menggoda nya saja seperti tadi.


" Eh.. Jangan di tambah lagi."


Naqia protes, Satu buku aja susah di pertahankan di kepala, Yuga malah menambhakan satu buku lagi. Nambah sulit kan jadinya.


" Aku bantu ! kamu cukup mengatur jenjang leher mu serileks mungkin, jangan kaku dan anggap saja tidak ada beban di atas kepala mu."


Naqia menurut, di raihnya tangan Yuga yang menjulur kehadapan nya, perlahan melangkah serileks mungkin. Ia harus berusaha keras untuk menjadi wanita anggun terpelajar bak Cinderella sempurna demi membalas hinaan demi hinaan orang.


Sekarang bukan Naqia lah yang kaku bergerak, Tapi Si datar Yuga yang malah kaku sendiri akibat genggaman tangan Naqia seperti ada setrum listrik yang mengalir masuk ke darah melalui pori-pori nya, hingga menelisik cepat ke detak jantungnya, Debaran itu terasa keras. Yuga seperti jantungan sendiri, Untung Naqia tidak peka. Batinnya. Yuga menepis rasa nya, Ia tidak boleh menyukai Naqia yang masih sah menjadi istri orang. Nanti prustasi sendiri.


" Ini mengasyikkan !" Naqia berbinar, tangan nya ia tarik kembali dari genggaman bantuan Yuga, ia sudah menguasainya. Senyum nya semakin manis di mata Yuga.


Ok, Lanjut di sesi berikutnya... Baru penjelasan tentang cara duduk yang sopan nan anggun yang Yuga terapkan, Naqia sudah mengeluh capek, ingin menyudahi untuk hari ini.


" Baik lah, kita makan dulu dan kata nya kamu mau beli sesuatu, aku antar !"


" Ah..Siap !" Naqia menyahut jenaka, kembali Yuga di buat tersenyum lucu, bibir Yuga tidak kaku bila bersama Naqia, pribadi datar nya hilang entah ke mana.


Sampai di sebuah perbelanjaan, Naqia tiba tiba nervous sendiri, ia tidak biasa dengan khalayak umum, Pori-pori di dahi nya mengeluarkan keringat. ia ingin pulang lagi, tapi tangan itu di genggam oleh Yuga tiba tiba.


" Rileks Naqia, tidak apa apa, ini juga latihan untuk mu ! kamu tidak boleh terus bersembunyi dari keramaian."


Naqia mengatur nafas beberapa kali sebelum bibir itu berkata Ok. Di tarik nya pelan tangan nya dari Yuga dan berjalan duluan masuk ke gedung yang memang terlihat ramai. Yuga tersenyum kembali. berhasil ! gumam nya seraya mengekor.


Tadi nya sempat ragu, tapi setelah di dalam inti perbelanjaan, Naqia antusias, layaknya wanita wanita pada umumnya yang gila tentang shopping barang barang yang menurut nya bagus.


Naqia berbelanja banyak, Yuga tidak melarang nya bahkan kata Yuga ambil saja sesuka hati. Yuga tak henti di buat terkesima oleh wajah serta kelakuan Naqia yang membuat hati nya berdebar sendiri.


" Terimakasih ! Ayo kita pulang !" Lima paper bag sudah di tangan Naqia, rasa lapar sudah menguap, ia ingin cepat pulang ingin membuat Mayang panas. Pasalnya...Semalam Naqia tidak sengaja mengetahui sisi matre Mayang, Madu nya itu tidak sabar, kata nya ingin mempunyai barang barang mewah bahkan melebihi kemewahan rumah nya.


Naqia punya rencana bagus untuk membuat Mayang mencak mencak kepanasan.


" Yakin ? Katanya lapar ?"


" Yakin dong, makan di rumah saja, masakan Bi Narsi juga sangat enak melebihi restoran sini."


Naqia berjalan cepat mendahului Yuga menuju pintu keluar, rasa nya sudah tidak sabar untuk bermain cantik bersama Mayang.


...*****...


Chiiit..


" Aku tidak turun ya, Masih ada kerjaan lain !"


Naqia mengangguk, turun dari mobil yang sudah sampai di pelataran rumah nya, ucapan terima kasih tak lupa ia lemparkan untuk Yuga. Sejurus mobil itu sudah pergi lagi.


Waktunya bermain !


Naqia berjalan cepat masuk ke rumah dengan belanjaan di tangan.


Panggil Naqia sengaja mengeraskan suara nya untuk mengambil perhatian Mayang yang lagi duduk santai bermain handphone di sofa sana.


Naqia ikut duduk di sofa tersebut, Mata Mayang melirik kepo ke belanjaan Naqia yang di taruh nya di atas meja tepat di hadapan Mayang.


" Iya, Bu ! apa ibu butuh sesuatu ?!" Takzim Bi Narsi berdiri di sisi Naqia.


" Jangan ibu ah, Aku belum di nikahi oleh Papa, Bibi !"


Bi Narsi tersenyum lucu akan candaan Naqia.


" Panggil apa aja yang penting bukan ibu apa lagi nyonya, rasa nya sudah tua aja." Bibir Naqia tersenyum miring, menyindir Mayang yang ingin di panggil nyonya di rumah ini.


Sialan, aku masih muda dan lebih muda dari mu, Naqia. Kesal Mayang dalam hati, Mata dan tangan boleh saja di hape, tapi perhatian nya ke Naqia.


"Sini Bi duduk !"


" Tapi__"


" Jangan tapi tapi, Aku punya sesuatu buat Bi Narsi." Tarik Naqia di tangan Bi Narsi untuk duduk di sofa bersama nya.


Lima paper bag Naqia acak acak pelan untuk di keluarkan di depan penglihatan Mayang yang langsung melotot mupeng . baju baju bermerk, dua kotak jam tangan mewah, high heels dan tas branded, Serta yang membuat Mayang paling iri adalah lima kotak perhiasan.


Mayang masih diam saja, padahal tangan nya sudah gatal ingin meraih barang barang mewah di hadapannya. Gengsi coeg !


Bi Narsi saja melongo hah di beri satu kotak perhiasan yang isinya emas putih gelang cantik. pergelangan tangan Bi Narsi seakan akan ke-berat-an beban saat Naqia selesai memakaikan nya di tangan keriput nya.


" I_in_ini__?"


" Itu buat Bi Narsi."


Bukan hanya ingin membuat Mayang panas, Tapi Naqia memang ikhlas untuk memberikan ke Bi Narsi yang menurut Naqia orang tua di hadapannya sangat tulus di sisi nya, Untuk Mbak Yuni-tetangga baik nya juga ada. Percuma kan punya harta banyak tapi kita hanya seorang diri, berbagi lebih indah menurut hati baik Naqia. Tapi.... tentu saja berbagi hanya ke orang yang baik pula, bukan berbagi ke Mayang maupun Zaki yang menurut mata Naqia mereka adalah topeng monyet.


" Dalam rangka apa Non Naqia memberikan nya ?"


" Tidak ada yang spesial Bi, Ini hanya berbagi biasa, tapi kalau mau tahu banget sih sebenarnya... Tadi Mas Zaki mentransfer uang banyak untuk sekedar beli kopi gula yang habis di dapur, karena banyak...ya sudah, Aku habiskan untuk berbelanja."


Kena kamu Mayang !


Naqia tersenyum jumawa, kebohongan nya telah di percayai oleh Mayang yang langsung mencak mencak asem kecut menghentakkan kakinya kesal, pergi menuju kamar dengan hape sudah di telinga nya. Naqia yakin... Mayang akan menelpon Zaki untuk marah marah tidak jelas... kesal kesal sono, Kalian tidak akan menemukan kebahagiaan di atas penderitaan ku.


" Halo ! Mas lag__"


" Aku ingin belanja, Aku tidak mau tahu, sekarang juga transfer uang nya, ingat ya Mas...anak mu ada di perut ku, jangan hanya Naqia yang kamu manja, aku akan marah dan pergi kalau hari ini keinginan ku tidak di kabulkan, pokoknya transfer uang nya melebihi uang Naqia."


Tut...


Mayang melempar kesal gawai nya ke kasur saat mematikan telpon nya sepihak. Ia iri dengan kemewahan Naqia, mengacak acak rambut nya prustasi, Zaki ternyata pilih kasih ! Pikir nya.


" Sialan kamu Mas !" Kesal nya ke Zaki.


Di kantor, Zaki mengerutkan keningnya bingung, Tak ada hujan tak ada petir, Mayang tiba tiba mengatakan memanjangkan Naqia ? Kapan ! Bingung nya.


Ting...


Mana uang nya, Kenapa belum masuk ?


Zaki meringis setelah membaca chat Mayang dengan emoji marah merah menyertai tulisan chat tersebut.


" Aku lagi tidak punya uang banyak, Bagaimana ini ?" Gumam nya kesal, jidatnya ia ketuk pelan di atas meja kerjanya.


" Uang perusahaan !"


Zaki gelap otak, Pikiran pintar nya yang katanya S2 tidak di pakai nya saat ini, Demi memanjangkan Mayang, Zaki rela menggelapkan uang perusahaan. Zaki manipulasi laporan keuangan yang belum sempat di serahkan ke kantor pusat nya.


Semoga tidak ketahuan ! Batin nya berhasil mentransfer uang untuk Mayang pakai. Ada rasa takut juga di hatinya, ia tahu persis... Kalau ketahuan maka masalah besar menanti nya.


"Aku Tidak akan ketahuan !" Yakin nya dalam hati karena menurut nya cara korupsi nya sudah sehalus mungkin.


Harus Like...😉