Stupid Wife

Stupid Wife
Spoiler Chip Canggih Sang Mafia (Kurcil Smart)




Dua mobil anti peluru telah berhenti di sekitaran rumah dengan belantara hutan di sekitarnya, rumah yang berpagar besi menjulang tinggi itu memang terlihat sepi, seperti rumah tidak berpenghuni. Tapi nyatanya, rumah besar itu adalah markas the Hawk.


"Vay, mulai retas!" Badai memberi titah lewat earphone, dia dan ke empat saudaranya satu mobil bersama dengan Topan yang mengemudi.


"Siap laksanakan!" Sahut Vay di mobil satunya, di mana dia pun berlima bersama Petir, Lautan, Purnama dan Guruh.


Mereka tersambung satu sama lain dengan menggunakan earphone.


Ratu hacker itu pun memulai kerjaannya, tangan lincahnya berselancar di layar hackernya.


"Wow... Jebakan di mana-mana!" Vay terpekik membuat semua teamnya kompak mendumel karena tersambung dari earphone, telinga mereka berdengung.


"Biasa aja kali, aku cium tuh bibir biar bungkam!" Dumel Petir yang duduk sebelahan Vay di kabin mobil itu. Vay memberi jab-nya ke hadapan wajah tengil Petir.


" Buruan non-aktifkan, Vay!" Titah Topan di seberang sana, tidak sabaran.


"Oke!"


" Sepuluh menit dari sekarang, go babe!" Badai menimpali.


"Jangan ganggu konsentrasi ku!" Pinta Vay, semuanya pun diam menunggu, menanti jebakan leser serta active mode weapon di nonaktifkan oleh keahlian Vay.


"Kurcil, dengarkan info ku! Di sisi barat pagar ada jebakan yang tidak bisa di matikan, tapi bisa di hancurkan oleh si ratu bom___"


"Soal mudah itu!" Purnama menyela dengan nada remeh, padahal Vay belum menjelaskan semuanya.


"Diam dulu kenapa sih!" Ketus Vay, Topan yang sudah tidak sabar ingin menyerang, jadi kesal sendiri akan tingkah teman-temanya yang selalu saja menganggap sepele, padahal mereka kan mau bertarung nyawa.


" Jelaskan Vay!" Angkasa, si dosen karir itu meminta cepat. Kakaknya-Topan sudah mau turun duluan, namun di tahan cepat oleh Pelangi yang duduk di samping kemudi.


"Jangan ada yang menyela, awas saja!" Vay memberi tatapan sinisnya ke empat sahabatnya, Lautan dan Guruh si irit bicara pun jadi sasarannya.


"Bhumi, dengarkan aku..."Kata Vay mempertegas suaranya.


"Karena kamu si rekor lari, maka tugas mu menghancurkan kaca tombol jebakan di sebelah barat itu. Kaca itu akan hancur hanya dengan ledakan bom khusus tempel, dan waktu mu... lima detik per-tambakan." Terang Vay.


"Siap, Bos!" Bhumi memperagakan hormat ala upacara bendera, Vay mana melihat itu.


Senggolan kecil pun jatuh ke perut sixpack Bhumi dari kembaran-Angkasa. Bukan apa-apa, Si Simba-Topan siap menyemprot Bhumi.


" Vay, bagaimana CCTV nya, aman?" Tanya Pelangi.


"Aman, Kalian bergerak lah. Aku akan memberi abah-abah dari hacker ku."


Siap....


Suara kekompakan kerja sama telah di mulai, sembilan para Kurcil turun dari mobil masing masing, menyisah kan Vay yang memang memantau dari layar hackernya. Bisa di bilang Vay adalah kunci mata keberhasilan mereka dengan cara selalu memantau pergerakan musuh, dan sembilan Kurcil lainnya adalah kunci pion nyawa dari keberhasilan itu.


Di dekat pintu gerbang, si Kurcil berbagi posisi, mereka berpasang-pasangan kecuali Topan yang menjadi pancingan musuh di depan gerbang utama.


Petir-Lautan, Badai-Pelangi, Si Twins Bhumi-Angkasa serta Guruh dan Purnama adalah pasangan adik kakak yang kompak dalam berkolaborasi, senjata kesayangan pun sudah di tangan masing-masing. Purnama lah yang paling riweh, di setiap kantong jaket bomber hitamnya, isinya adalah bom semua, dengan hanya satu pistol kecil di tangannya.


Topan sendiri sudah siap membuat keributan di depan pagar itu tanpa berkucing-kucingan, secara jantan berdiri di depan gerbang itu dengan katana di punggung masih tersimpan apik dengan sarung pelapis racun.


Hanya pistol kecil di tangannya saat ini.


"Topan.... Go!" Titah Vay sudah memberi instruksi.


Topan mengangguk kecil, sejenak melirik ke sisi kanan dan sisi kiri di mana Kurcil lainnya pun sudah siap.


"Ok guys, let's hunt ruthlessly." (oke guys, ayo berburu tanpa ampun) Kata Topan dengan seringai kejamnya.


Dan


Boom...