
drrrt drrrtt ~
" hallo? siapa nih? " jawab roseta
(" hallo ros! loe dimana nih? kok gue gak lihat? udah otw kan? ) suara perempuan di ujung telfon
" apaan sih sa? ada apa sih bangunin gue aja! masih ngantuk nih " jawab roseta sambil menarik selimutnya kembali, bersiap-siap untuk melanjutkan tidurnya
(" hah??? loe amnesia apa gimana? hari ini hari pertama ngampus woii!! buruan deh bangun! ") jawab sasa..
" iya gue tau tapi gue berangkat siang, ini jam berapa sih? " jawab roseta sambil melihat jam " astagfirullah, jam 10 nih sa, udah dulu ya " jawab roseta panik mematikan panggilan dan bergegas ke kamar mandi
Hari ini adalah hari pertama roseta kuliah, dia memang sudah menyiapkan segala keperluan nya, roseta dan sasa berada di salah satu universitas terkenal dikotanya walaupun mereka berbeda fakultas, roseta pun bergegas untuk berangkat
" kak? kak nindy? " panggil roseta sambil mencari kakak tersayangnya
" oh iya, ini kan udah jam stgh 11 udah ngantor dong " jawab roseta dengan lesu berjalan ke arah meja makan, dia mengambil selembar roti dan berjalan ke luar rumah dan bergegas ke kampus dengan motor kesayangannya
---DiKampus----
(duh sasa dimana sih? ditelfon gak diangkat) batin roseta, sesampainya di kampus
" hai ros " sapa brian melambaikan tangannya berjalan menuju roseta
" hai brian " jawab roseta melihat brian dan kembali disibukkan menelfon sasa
" telfon siapa sih? " tanya brian dengan wajah penasaran
" telfon sasa nih, tadi gue wa suruh nunggu disini tapi gak ada orangnya " jawab roseta melihat sekitar nya
" ke kantin mungkin, yuk ke kantin aja ntar kalau sasa cari loe pasti bakal telfon loe kok " jawab brian dengan senyuman manis di wajahya, mengulurkan tangannya ke roseta, roseta yang menatap pun seketika terkesima akan pemandangan di depannya
(duh kenapa brian akhir-akhir ini ganteng banget, duh kok gue jadi deg deg an gini sih) batin roseta memegang dadanya
" kenapa ros, ayo " jawab brian menarik tangan roseta membuat roseta kaget kakinya tak seimbang dengan cepat pun brian menangkap roseta yang akan terjatuh, mereka bertatap muka cukup lama
(duh brian ternyata ganteng ya, kenapa gue gak sadar dari dulu sih) batin roseta yang menatap brian tanpa henti
(andai waktu bisa berhenti ros, rasanya bahagia banget bisa lihat loe dari dekat, loe cantik ros) batin brian yang tak berhenti menatap roseta juga
" udah jadian aja napa sih " jawab sasa, ya benar perempuan itu adalah sasa
" apaan sih loe " jawab roseta dengan pipi memerah " loe kemana aja gue cariin, gue telfon gak diangkat " jawab roseta berusaha untuk mengalihkan pembicaraan mereka
" assyh tapi loe suka kan dengan begitu loe bisa berduaan sama brian, cie.. cie jadian makan-makan lho ya " jawab sasa membuat brian dan roseta saling tatap, membuat roseta semakin salah tingkah
" nggak gitu sa, tadi roseta hampir jatuh jadi gue tolongin " jawab brian sambil mengaruk lehernya yang tak gatal
" ya deh ya deh terserah kalian, tapi gak apa-apa lho kalau beneran jadian gue doain deh " jawab sasa dengan wajah tersenyum
" udah ayok ke kantin " jawab roseta sambil menarik tangan sahabatnya menuju kantin diikuti dengan brian di belakangnya
mereka bertiga berjalan di lorong kampus, semua mata laki-laki mengarah ke roseta, membuat brian berjalan disamping roseta dan mengenggam tangan roseta, semua mata yang melihat roseta akhirnya tunduk malu seakan-akan mereka ketahuan brian karena curi-curi pandang ke arah roseta,
deg
roseta yang kaget pun hanya melihat tangan hangat yang mengenggam tangannya kini dan menatap ke arah brian, semakin salah tingkah roseta namun dia enggan untuk melepaskan genggaman brian, sasa yang melihat sahabatnya yang mulai membuka hatinya untuk brian, dia terlebih suka brian dengan roseta daripada dengan adi, sebenarnya sasa pun tau sedari dulu brian mencintai tulus roseta tapi temannya tak pernah menghiraukan brian karena keberadaan adi
sampailah mereka dikantin memilih tempat duduk dan memesan makanan
" sa loe tadi dari mana sih " ujar roseta membuka pembicaraan
" dari kelas lah, gue ada kelas " jawab sasa menjelaskan ke roseta " lha loe kok bisa ketemu brian? " tanya sasa lagi
" iya gue tadi lihat roseta di taman terus gue samperin aja deh, daripada entar di samperin cowok lain.. hehehe " jawab brian tersenyum sambil menaikan alisnya, roseta yang melihat pun semakin salah tingkah
sasa yang melihatpun tertawa " kode mulu nih bocah " jawab sasa ke arah brian sambil memukul lengan brian
" nih mbak mas pesanannya " mereka pun segera menyantap makanan mereka, dan melanjutkan pembicaraan mereka, roseta pun melihat jam ponselnya dan segera menghabiskan makanannya karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai
" eh gue tinggal dulu ya, mau masuk nih " ujar roseta berdiri dari tempat duduknya, namun di cegah oleh brian
" ntar gue telfon ya ros " ucap brian menatap roseta
~blush lagi-lagi pipi roseta memerah diapun mengangguk mengiyakan permintaan brian dan bergegas ke kelasnya