ROSETA

ROSETA
BAB 10



----Di Kampus-----


Brian berjalan di belakang Roseta melihat wanita yang dicintainya berjalan


Lihatlah, bahkan dari belakangpun kamu terlihat cantik Roseta batin Brian menyunggingkan senyum


" Ayo brian, loe nunggu apa sih? " ucap Roseta seraya menarik tangan Brian namun segera dilepas oleh Roseta, hanya perasaan grogi yang ada di dirinya kini, Brian menanggapi dengan senyum


" Lho kok dilepas sih Ros, pegang aja gak apa-apa " jawab Brian menggoda Roseta


" Nih gini, udah aku aja kalau kamu malu " sambung Brian mengenggam kembali Roseta berjalan mendahului Roseta, dipandangnya punggung Brian


Apakah aku mulai membuka hatiku untuk Brian? Apakah terlalu cepat? tapi aku merasa nyaman, lebih nyaman daripada saat aku bersama Adi. Roseta bertanya-tanya di dalam hatinya


Mereka menyusuri lorong-lorong di kampus sesekali terdengar gelak tawa Roseta dan Brian tanpa mereka sadari Sasa dibelakang mereka


" Ehem " ucap sasa


" Gini nih, kalau udah jatuh cinta berasa dunia milik berdua, yang lain numpang " sambung Sasa mengejutkan Roseta


" Eh loe sa, nggak gitu " jawab Roseta salah tingkah


" Aku ke kelas dulu ya Ros " ucap Brian tersenyum kearah Roseta " Gue ke kelas dulu Sa " sambung Brian menunjukkan muka sebal ke Sasa, Brian merasa momen romantisnya dirusak oleh Roseta


" Idih sejak kapan loe manggil Roseta aku kamu? " jawab Sasa dengan wajah terheran " Nggak usah sebel deh, ntar juga loe bisa berduaan sama Roseta lagi, lebay deh loe " teriak Sasa yang tidak dihiraukan Brian dari kejauhan


" Ros loe kok gak ngomong ke gue bokap loe masuk Rumah Sakit? Gimana keadaannya? untung ya gue kemarin di kabarin Brian kalau nggak gue juga gak tau, sakit apa papa loe? " tutur Sasa dengan sejumlah pertanyaan tiada henti


" Papa udah baik-baik aja Sa, yaelah gue juga gak sempet pegang hp kali, dan loe juga gak ngehubungin apa tanya gue " jawab Roseta


" Iya gue gak enak aja, gue tau loe mesti sibuk kemarin jadi gue tanya-tanyanya sama Brian " jawab Sasa " Coba jelasin ke gue kenapa bisa bokap loe masuk rumah sakit " tanya Sasa kembali, kemudian Rosetapun menjelaskan kejadian yang terjadi, menjelaskan pula Mia ibu tirinya yang seakan tak peduli kepada papanya


" Gila banget itu ibu sambung loe, suami sakit malah nyuruh anaknya yg nunggu " jawab Sasa dengan kaget


" Gue juga mikir begitu, sesibuk apapun dia seharusnya papa gue diprioritaskan dong, paling juga di sibuk yang enggak penting! " jawab Roseta penuh dengan kecurigaan, sebenarnya dulu Roseta gak menyukai papanya menikahi Mia, karena umurnya yang terbilang lebih muda dan hanya terpaut beberapa tahun dari kakaknya nindy, namun Roseta juga mempunyai firasat buruk tentang Mia " Udah dulu ya Sa gue ke kelas dulu " ucap Roseta mengakhiri pembicaraan mereka dan dijawab anggukan oleh Sasa dan bergegas pergi menuju kelas mereka masing-masing


~drrt drrrttt


(" Ros, entar kalau udah selesai ngampusnya kabarin ya ") Roseta tersenyum membaca pesan singkat di ponselnya entah mengapa dia mulai terbiasa dengan kehadiran Brian,kini seperti ada ruang special Brian di hatinya, dibalasnya pesan itu dan Roseta kembali ke materi yang disampaikan Dosen nya


Tanpa disadari jam menunjukkan pukul 3, kini semua orang perlahan satu demi satu meninggalkan kelas, diraihnya ponsel tersebut


(" Brian, gue udah selesai, loe dimana? ") pesanpun terkirim Roseta tak mengerti apa yang dikini dia lakukan sepertinya hati yang telah menuntunnya, ponsel pun kembali bergetar


(" di depan kelas kamu, aku tunggu diluar ya 😊 ") Roseta pun segera meletakkan ponselnya kedalam saku jaketnya, dia berjalan keluar kelas namun terhalang oleh salah satu laki-laki dipandangnya laki-laki itu dengan perasaan heran


" Hai Ros, boleh minta nomor loe gak? biar gue bisa masukin ke grup kelas " jawab laki-laki itu


" Kan kemarin gue udah masuk ke grup kelas " jawab Roseta yang semakin bingung


" Oh masak sih, kok kayaknya gak ada di grup? " tuturnya lagi


" Udah kok, emang ada apa sih? " jawab Roseta


" Hmm... gue minta nomor loe aja deh biar gue save " jawab laki-laki tersebut


" Oh 082xxxxxx " jawab Roseta " Udah ya gue duluan " sambung Roseta bergegas keluar kelas


" Brian " teriak Roseta membuat semua yanga ada di koridor menatapnya, membuatnya malu setengah mati, Brian pun berjalan ke arah Roseta dengan tersenyum


" Iya iya aku tau kamu kangen aku, sampai kayak gitu " goda Brian membuat Roseta semakin malu


" Nggak gitu, katanya nunggu di depan kelas gue, taunya di situ " jawab Roseta dengan muka sebal namun sebenarnya hatinya pun senang


" Iya iya maaf, yuk pulang bareng " pinta Brian dan langsung di jawab anggukan oleh Roseta


Mereka pun pulang bersama


~drrrtt drrrrtt


(" Hallo Sa? ") Jawab Roseta sambi menekan tombol loudspeaker


(" Loe dimana Ros? ") jawab Sasa


(" Gue mau pulang sama Brian ") jawab Roseta melirik kearah Brian


(" Oalah yaudah, gue kira loe masih di kelas, udah gue cuman tanya gitu doang, gue juga mau pergi sama Eza ") jawab Sasa


(" Yaelah Sa, pergi pergi aja gue kira ada apa sampe loe telfon Roseta, gak jelas banget ") sela Brian


(" Cie cie yang di telfon siapa yang jawab siapa, yaudah nikmatin kencan kalian yah ") jawab Sasa mengakhiri panggilan


" Gak jelas banget deh Sasa " gumam Roseta


" Emang dia sering begitu kalau telfon kamu Ros? " jawab Brian


" Iya sih, tapi kalau gak ada dia juga gak asik " jawab Roseta sambil terkekeh mengingat tingkah lucu sasa, Brian yang melihat Roseta pun ikut tertawa sambil mengeleng-gelengkan kepalanya


Mereka pun menaiki motor untuk pulang, terlebih tepatnya Brian mengantar Roseta pulang terlebih dahulu, sebenarnya jarak rumah Brian dan Roseta tidak searah namun demi cinta Brian berasa oke oke saja