ROSETA

ROSETA
BAB 2



" selamat datang kak silahkan kak mau room yg mana? " tutur salah satu pegawai


" yang buat 2 orang aja mbak minta 2 jam ya mbak " jawab roseta " loe mau cemilan apa sa? " menunjukkan buku menu ke arah sasa


" ehmmm.. gue french fries aja deh sama air mineral " jawab sasa seraya mengembalikan buku ke roseta


" ok kalau gitu french fries nya 2 dan air mineralnya 2 ya mbak " jelas roseta seraya menutup buku menu


" baik kak 2 french fries dan 2 air mineral silahkan ke ruang 104 ya kak, silahkan iku kakak yang disana ya kak " ucap pegawai tersebut dengan senyum yang ramah


mereka pun mengikuti jalan yang telah di tunjukan oleh pegawai tersebut, jarak room dengan lobby terbilang dekat disana terlihat ada ruangan kecil lengakap dengan sound, mic, dan perlengkapan lainnya


" ini kak ruangannya, silahkan menikmati kak bila ada bantuan silahkan panggil room service " ucap pegawai itu sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan room


" loe mau nyanyi lagu apa? gue tau loe masih galau kan " celoteh sasa


dan benar saja memang roseta sedang memikirkan orang yang selama ini mengisi hatinya


" sok tau loe, emang bener sih gue masih sayang sama dia tapi... udah deh gue gak mau bahas dia lagi " ucap roseta di dalam hatinya semakin dia mengingat orang itu semakin sesak dadanya


roseta pun mencari lagu yang ingin dia nyanyikan


~ Mengapa engkau waktu itu


Putuskan cintaku?


Dan saat ini engkau selalu ingin bertemu


Dan mengulang jalin cinta


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana aku disini


Meski hatiku memilihmu


Andai kubisa ingin aku memelukmu lagi


Oh, di hati ini hanya engkau mantan terindah


Yang selalu kurindukan


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana aku disini


Meski hatiku memilihmu


Ho-wo-oo


Engkau meminta padaku


Untuk mengatakan bila kuberubah


Jangan pernah kau ragukan


Engkau kan selalu dilangkahku


Mau dikatakan apa lagi


Kita tak akan pernah satu


Engkau disana aku disini


Meski hatiku memilihmu


Wo-oo oo-u-wu uu


Ye-ee aa


Engkau disana aku disini


Meski hatiku memilihmu


Yang t'lah kau buat sungguhlah indah


Buat diriku susah lupa ~~~~


tanpa roseta sadari air matanya telah jatuh sasa yang melihat langsung menghampiri sahabatnya itu, di dalam pelukan sasa, roseta menangis dan sasapun mengerti apa yang di rasakan sahabatnya


" udah loe nggak perlu nangis kayak gitu, udah ikhlasin aja kalau dia jodoh loe gak kemana kok ros, udah loe itu juga cantik banyak kok yang mau sama loe contohnya si brian mereka ngejar loe kayak begitu loe nggak terima tapi yang pakboi kayak adi lo terima, udah deh sama yang lain aja laki model begitu nggak perlu loe tangisin kayak begini " nasehat dari sasa membuat roseta terdiam sesaat dan menangis kembali


" loe gak tau rasanya jadi gue sa, sakit banget gue udah sayang banget sama dia tapi dia begitu sama gue " tutur roseta mencari pembenaran yah diapun tak memungkiri apa yang dikatakan sahabatnya benar lelaki yang selama ini mengisi hatinya memang telah menduakan dia


flashback on


2 bulan sebelum ujian


roseta dan sasa berjalan bersama mereka menuju toko buku karena memang mereka mencari buku untuk persiapan ujian nasional yang akan diadakan sebentar lagi, sambil bercanda tawa mereka menyusuri jalan.


sesampainya di toko buku mereka memilih beberapa buku yang akan dibeli namun ketika akan membayar buku roseta menatap tajam ke arah seberang terdengar suara yang tak asing bagi roseta


" sayang kamu udah selesai pilih bukunya? aku capek nih laper juga yuk pulang " rengek seorang laki-laki merangkul perempuan itu. pemandangan itu


" bentar ya sayang aku kurang 1 buku lagi belum ketemu, tadi kan udah makan ini kok laper lagi sih? bentar ya kalau kamu capek duduk dulu aja disana, ntar kalau udah sampak aku samperin " ucap perempuan lawan bicara laki-laki itu


dengan tatapan tak percaya ternyata perempuan itu adalah rara teman satu kelasnya dulu di kelas 2,


" ADIII.... " tutur roseta dengan nada bicara sedikit tinggi menahan marah dan air mata laki-laki yang dia tau sangat romantis dan perhatian itu sudah tidak ada yang ada hanyalah laki-laki pengkhianat, laki-laki yang telah menjalin hubungan dengannya sudah 2 tahun ini telah menghujami hatinya dengan panah yang begitu sakit


" apa yang kamu lakukan dengan rara? " roseta menatap adi dengan air mata yang menetes di pipinya


" ROSETA? " jawab adi yang tak kalah terkejutnya melihat roseta yang ada disana, dia segera menghampiri roseta " kita keluar dulu ros, aku jelasin di luar ya, gak enak dilihatin banyak orang" tangan adi yang langsung mengenggam tangan roseta berjalan menuju luar toko. sasa yang melihat dari kejauhan tak kalah terkejutnya melihat kemarahan dari roseta yang dia tahu temannya tak pernah marah seperti itu, sasa berlari setelah menyelesaikan pembayaran dia menuju dimana tempat sahabatnya duduk bersama adi, disusul dengan rara sengan raut datar biasa seperti dia tau jika adi dan roseta mempunyai hubungan


mereka berempat duduk di depan toko, sasa mencoba menenangkan sahabatnya yg dari tadi terisak karena dirinya pun tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi


" ros ini apa yang sebenarnya terjadi? " tanya sasa namun tak kunjung mendapat jawaban dari roseta sedari tadi roseta hanya diam " ini sebenernya ada apa sih di? kenapa disini juga ada rara? " tanya sasa sambil menatap sinis rara.


" ros dengerin penjelasan aku dulu, semua yang kamu lihat gak kayak gitu aku cuma anterin rara beli buku itu aja gak lebih, percaya aku ya ros " tatap adi sambil mengenggam tangan roseta berharap roseta akan memaafkannya


" anterin beli buku? aku gak salah denger ya loe panggil dia sayang?? gue gak tuli! " bentak roseta yang membuat adi kaget dan dia mulai berfikir roseta tak akan mudah memaafkannya


" sorry ros gue pacarnya adi, dan gue udah jadian sama dia udah 1 bulan ini, gue sama adi sama-sama cinta ros jadi loe gak bisa nyalahin kita " ucap rara membuat yang ada disana terkejut belum sempat adi berucap, rara malah membeberkan kebenaran yang ada


" apa bener itu? salah gue apa adi? gue kurang apa sama loe? " tanya roseta dengan wajah menahan tangis yang sedari tadi dia pendam


" loe gak salah ros, tapi gue sama adi memang saling cinta, adi sebenernya udah pengen putusin loe setelah ujian, eh nggak taunya malah ketahuan, ya syukur deh dengan begini gue gak perlu ngumpet-ngumpet dari loe dan anak-anak disekolah " ucap rara yang menjadi tamparan untuk roseta