ROSETA

ROSETA
BAB 11



Sebulan Kemudian


Hari-hari yang dilalui Roseta kini terasa lebih indah, tak hanya dia mulai merasakan getaran cinta untuk brian, namun hubungan Pak Wijaya dan dirinya kini mulai membaik, walaupun Mia tak pernah bisa bersikap baik kepada Nindy dan dirinya.


~drrrtt drrrt


" Hallo brian " sapa Roseta berjalan menuju kursi


" Ros kamu dimana sekarang? " tanya Brian yang terdengar di ponsel


" Iya aku dirumah, ada apa? " jawab Roseta


" Nanti malam sibuk nggak? " tanya Brian


" Nggak sih, kenapa? " jawab Roseta


" Nonton yuk " jawab Brian


Roseta yang mendengarnya pun terkejut pasalnya baru kali ini semenjak dia dekat dengan Brian, Brian mengajaknya nonton, yah mereka memang sering bertemu namun hanya untuk mengantar dan menjemput Roseta untuk ke kampus


" Nonton? " jawab Roseta terkejut


" Iya nonton, mau ya! " jawab Brian memelas berharap Roseta akan menyetujui permintaannya


" Gimana ya? " jawab Roseta yang memang ingin menggoda Brian


" Mau ya, ya, ya " jawab Brian


" Yaudah deh ok, jemput dirumah ya " jawab Roseta


" Yaiyalah jemput dirumah kan kamu lagi dirumah, udah dulu ya aku cuma mau ngomong itu aja...hehehehe " jawab Brian terkekeh namun dia merasa bahagia, akhirnya setelah sekian lama Roseta menyetujui ajakannya " Aku jemput jam 6 malam ya, dandan yang cantik ya " jawab Brian menggoda Roseta


" Siap bos " jawab Roseta sambil mengakhiri panggilan tersebut


Roseta pun bergegas menuju kamarnya, membuka lemari pakaiannya memilih baju apa yang nanti dia kenakan


" Mmmm.. ini aja deh " gumam Roseta mengambil salah satu baju, dia memilih baju lengan pendek dengan celana jeans, Roseta mencoba mencocokkan baju yang akan dia kenakan menatap lekat arah cermin memandang dirinya di pantulan cermin


Kenapa aku jadi gugup gini? Biasanya dulu juga kalau jalan sama Adi gak kayak gini deh


Roseta menatap heran dirinya


Apakah aku jatuh cinta dengan Brian?


Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul di dalam pikirannya


~drrrttt drrrttt


Getar ponsel Roseta membuyarkan lamunannya


" Hallo pah? " Jawab Roseta


" Ros, minggu depan jangan lupa datang ke acara Tante Weni sepupu Mamamu Mia " Jawab Pak Wijaya di ujung sana


" Iya pah aku gak lupa, nanti aku sama kakak Nindy kesananya " Jawab Roseta


" Hmmm.. udah gitu aja ya papa cuma mau bilang itu aja " Jawab Pak Wijaya


" Eh tunggu pah, papa udah enak kan badannya? " Jawab Roseta


" Udah nak, kamu gak usah fikirin papa, papa udah baik-baik aja, papa juga rutin kemarin kontrol ke Dokter Johan jadi kamu nggak usah khawatir ya " Jawab Pak Wijaya menenangkan Roseta


" Siapa? Brian? " Jawab Pak Wijaya menggoda Roseta


" Eh Ng-nggak pah " Jawab Roseta malu-malu


" Iya juga nggak apa-apa nak, kamu udah besar jadi papa nggak akan ngelarang kamu, tapi kamu tetap jaga diri jangan melakukan hal yang tidak benar, Paham kan! Jawab Pak Wijaya


" Iya pah Roseta paham dan tahu betul itu " Jawab Roseta tersenyum


" Yaudah kalau gitu sana siap-siap, Assalamualaikum " Jawab Pak Wijaya


" Walaikumsalam " Jawab Roseta mengakhiri panggilan tersebut.


Andai aja papa mau tinggal bersama aku dan kak Nindy, jadi aku gampang kontrol pola makan papa, tapi semoga aja Tante Mia bisa jaga papa batin Roseta seraya meletakan ponsel di ranjang


Roseta membaringkan tubuhnya di ranjang kesayangannya dipelukknya boneka pemberian Bu Sarah. Roseta memejamkan matanya, akhirnya pun dia tertidur melupakan sejenak akan janjinya kepada Brian


~ Ting tong... Ting tong (bunyi bel pintu) membangunkan tidur Roseta, dia berdiri dan berjalan keluar kamar menuju pintu utama


ceklek (pintu terbuka)


" Iya mau cari siapa? " Jawab Roseta sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan rambut acak-acakan


" Ros? " Jawab laki-laki yang kini berdiri dihadapannya


Roseta pun terbelalak kaget melihat laki-laki yang kini berdiri dihadapannya


" Brian " pekik Roseta kaget


Roseta pun segera menutup kembali pintu


Aduh brian, mana baru bangun tidur


Dilihatnya jam dinding di ruang tamu rumahnya


APA??? JAM 6


Roseta pun kembali terbelalak kaget melihat jam tersebut, diapun segera merapikan baju dan rambutnya, kemudian membuka pintu kembali


" Eh Brian, masuk yuk " Jawab Roseta malu akan keadaan dirinya kini


" Iya " Jawab Brian yang masuk kedalam rumah dan berjalan dibelakang Roseta


" Tunggu dulu ya, eh kamu haus gak? mau minum apa? " Jawab Roseta mengangkat alisnya


" Gak usah minum, cepatan gih kamu siap-siap, aku tunggu, ntar keburu filmnya udah dimulai " Jawab Brian yang tak berhenti melihat Roseta, wajar saja Brian juga laki-laki normal yang ketika disuguhi dengan penampilan Roseta yang hanya mengenakan tangtop dan celana pendek memperlihatkan lebih jelas bentuk tubuh Roseta, Brian menelan kembali ludahnya dan mengalihkan pandangannya


" Oh iya, aku keatas dulu ya siap-siap " Jawab Roseta bergegas pergi menuju kamarnya


Untung aja aku bisa nahan, Ros, Ros batin Brian sambil mengeleng-gelengkan kepalanya, Brian pun kembali melihat-lihat foto yang tertata rapi di dalam figura, dia masih terkagum-kagum dengan gadis kecil yang tersenyum manis nan cantik


~drrrtt drrrtt (bunyi ponsel Brian)


" Hallo tuan muda semuanya sudah siap " Ucap seorang laki-laki di telfon


" Oh iya, makasih ya Pak Warno " Jawab Brian tersenyum


Semoga kamu suka Ros