ROSETA

ROSETA
BAB 13



Brian yang melihat Roseta hanya terpaku


Apa aku terlalu membuat dia terkejut? Apakah Roseta masih belum bisa menerimaku? Ya Allah semoga Roseta menerimaku, aku janji akan menjaga Roseta


" Ros kalau kamu mau mikir-mikir dulu, belum ada jawabannya gak apa-apa, aku bakal nunggu kamu kok " jawab Brian pasrah dan tersenyum ke arah wajah cantik Roseta


Roseta melihat manik-manik mata Brian melihat akan ketulusan Brian selama ini menghibur dia, selalu ada disaat Roseta membutuhkan teman, Roseta tau Brian memang mengejarnya sedari dulu sebelum bersama Adi, Brian pun beberapa kali mengutarakan perasaannya kepada Roseta, namun pada saat itu perasaan Roseta kepada Brian hanya sebatas teman, entah mengapa perasaan itu kini berubah menjadi perasaan yang sulit untuk Roseta jelaskan


" Brian makasih ya buat selama ini perhatian, waktu kamu yang kamu luangin buat aku, sesibuk apapun kamu pasti datang ketika aku butuhkan " tutur Roseta menarik nafas dalam-dalam


" Brian aku mau jadi pacar kamu " jawab Roseta


" Serius nih Ros? kamu bener kan mau jadi pacar aku? " tanya Brian sungguh-sungguh


" Iya Brian aku mau " jawab Roseta tersenyum


Brian memeluk erat Roseta, tanpa dia sadari dirinya menitihkan air mata, dia sungguh bahagia, usahanya mendekati Roseta, kesabarannya selama ini menunggu Roseta akhirnya membuahkan hasil yang dinanti-nantikan


" Makasih ya Ros, makasih, aku bener-bener bahagia " Ucap Brian melepaskan pelukannya


" Iya Brian, lho kok kamu malah nangis sih? "


tanya Roseta


" Ahh ini aku bahagia aja " jawab Brian menghapus air matanya


" Aku akan berusaha kasih kamu yang terbaik Ros " ucap Brian mengenggam tangan Roseta


" Iya Brian, yuk pulang udah malam, aku gak enak sama kak Nindy " Jawab Roseta


" Oh iya, yuk " ajak Brian menarik tangan Roseta dan pandangan mereka pun bertemu, mereka pun saling melempar senyuman


Sepanjang perjalanan mereka pun terdiam ada perasaan canggung di antara mereka


" Makasih ya Brian " jawab Roseta


" Iya Ros, udah gih sana masuk, udaranya makin dingin " jawab Brian


" Hmm iya, aku masuk dulu ya, hati-hati! Kalau sampai kabari aku " jawab Roseta


" Siap tuan putriku " jawab Brian tersenyum


Brian pun berlalu, dipandangi punggung Brian yang mulai menghilang karena jarak, Roseta berlari memasuki rumahnya dengan wajah senyum berseri-seri


" Idih kesambet apaan nih kok senyum-senyum gitu? " tanya Nindy


" Apaan sih kak, biasa aja kok " jawab Roseta tersenyum


" Wah ada yang baru nih " jawab Nindy


" Apaan yang baru kak? " tanya Roseta melihat outfit yang menempel di badannya


" Nggak ada yang baru " jawab Roseta polos


" Ada kok, PACAR BARU " jawab Nindy terkekeh


" Iihh kakak bisa aja " jawab Roseta tersipu malu


" Iya kan, jadian kamu sama si Brian " tanya Nindy


" Hmm kasih tau nggak ya " goda Roseta


" Idih.. kakak sih kalau kamu bahagia ikut bahagia dek, yang penting kamu pacaran gak aneh-aneh aja, tau kan maksud kakak! " jawab Nindy


" Iya iya kak, Roseta tau, yaudah Roseta mau ke kamar mau ganti baju " jawab Roseta


" Ok " jawab Nindy melihat kepergian Roseta menuju kamar, diapun melanjutkan acara tv yang dia tonton


Roseta memasuki kamarnya meletakkan tas di ranjang nya, diapun bergegas ganti baju dan mencuci mukanya


~**ddrrrtt drrrtt


" Hallo Ros, aku udah nyampe rumah** " jawab Brian


" Iya Brian, yaudah kamu beres-beres dulu gih terus tidur " jawab Roseta


" Iya, tapi kamu ini lagi ngapain? " tanya Brian


" Lagi mau pake skincare, terus mau siap-siap tidur " jawab Roseta


" Oh yaudah, selamat malam cintaku " jawab Brian


" Hmm.. selamat malam Brian " jawab Roseta


" Ekhem, Love you too Brian, Da ~ " jawab Roseta tersipu malu mematikan telfonnya


Keesokan harinya


Roseta pun bergegas turun karena merasa perutnya lapar


" Selamat pagi kakakku paling cantik" jawab Roseta


" Hmm.. mulai deh, ada apa? " jawab Nindy


" Aku lapar " jawab roseta memegang perutnya yang datar


" Tuh kakak udah masak, sana duduk terus makan habis itu mandi " jawab Nindy


Roseta pun menghabiskan makanannya dan membantu kakaknya beres-beres rumah seperti hari-hari biasanya


Karena ini hari minggu Roseta agak bisa santai, setelah dirasa pekerjaan rumahnya sudah selesai Roseta menuju kamarnya dan mengambil ponselnya


Roseta berjalan ke arah dapur mengambil beberapa cemilan kemudian berjalan menuju sofa, meletakkan cemilan dan menyalakan tv


~**drrrtt drrrtr


" Hallo Assalamualaikum pah** " Sapa Roseta


" Walaikumsalam Ros, kamu lagi sibuk nggak? " tanya Pak Wijaya


" Nggak pah ada apa pah? " tanya Roseta


" Nggak ada apa-apa, papa cuman mau ingetin kamu besok hari rabu kamu jangan lupa dateng ke acaranya tante Weni lho " jawab Pak Wijaya


" Iya pah Roseta nggak lupa kok, nanti aku datang sama kak Nindy " jawab Roseta


" Iya udah kalau gitu, kapan-kapan papa ketempat kamu kalau lagi nggak sibuk " jawab Pak wijaya


" Iya pah, papa jangan sibuk-sibuk banget ya inget lho pah nggak boleh kecapekan " jawab Roseta


" Iya nak papa inget kok, yaudah gitu aja.. Papa matiin ya telfonnya, Assalamualaikum " jawab Pak Wijaya


" Iya pah walaikumsalam " jawab Roseta mematikan telfonnya dan meletakkan ponselnya


" Kak, Kak Nindy " teriak Roseta


" Apaan sih Ros, kok teriak-teriak " jawab Nindy


" Besok hari Rabu kita diundang di acaranya tante Weni " jawab Roseta


" Iya kakak udah tau " jawab Nindy


" Yaudah gitu aja " jawab Roseta melanjutkan menonton


" Dasar " gumam Nindy


" Ada apa kak? " tanya Roseta


" nggak ada apa-apa, cuman kamu jangan kebanyakan makan nanti gemuk, nanti Brian cari lagi deh " goda Nindy


" Iiihh kakak kebangetan deh do'anya, gak suka aku " jawab Roseta melempar bantal ke arah Nindy


" Idih kurang ajar masa kakak yang cantik jelita gini dilempar sama bantal, sakit tau " jawab Nindy cemberut


" Makanya jangan doa yang jelek-jelek, kata orang doa yang jelek ke orang lain bakal kembali ke orang yang ngedo'ain " goda Roseta terkekeh


" Oh ya kak, mas Reno mana kok gak pernah kesini lagi? " tanya Roseta


" Sibuk ros, banyak pekerjaan yang dihandle mas Reno sekarang, kakak sebenarnya juga kangen pengen ketemu, tapi bagaimana lagi namanya juga tuntutan pekerjaan " jawab Nindy


" Yang sabar ya kak " jawab Roseta sambil tertawa


" Kok ketawa apanya yang lucu? " tanya Nindy


" Muka kakak tuh lucu, coba lihat deh " jawab Roseta menunjukkan cermin ke arah kakaknya


" Kok iya ya Ros " jawab Nindy mengembalikan cermin tersebut ke Roseta


Mereka pun tertawa akan tingkah lucu Nindy


" Kamu gak keluar sama Brian? " tanya Nindy


" Nggak kak, Brian lagi pergi sama mamanya " jawab Roseta


" Oh " jawab Nindy