ROSETA

ROSETA
BAB 12



Sepanjang perjalanan Roseta bercanda dengan Brian, tanpa terasa mereka sudah sampai di sebuah mall


" Brian, nanti mau nonton apa sih? " tanya Roseta


" Kamu mau nonton apa? " Jawab Brian


" Terserah kamu deh, aku bingung harus nonton apa " jawab Roseta gugup


" Bener nih terserah aku? " tanya Brian


" Heem " jawab Roseta tersipu malu


Aduh kenapa gue jadi kayak gini gugup gak jelas padahal dulu nggak begini kalau keluar nonton sama Adi


" Yaudah aku mau beli tiket sama cemilan " jawab Brian


" Oh ok aku tunggu " jawab Roseta


Roseta menatap punggung Brian yang mulai berbaur dengan antrian


Tenang Roseta, tenang, ini bukan pertama kalinya kamu jalan sama cowok! batin Roseta menghilangkan kegugupannya


" Hai Ros " Sapa laki-laki itu


Roseta membalikan badannya dan menatap laki-laki tersebut


" Ngapain loe disini? " jawab Roseta


" Ehhmm lagi pergi bareng temen-temen aja " jawab Adi berbohong


" Ayo sayang, kamu lagi ngomong sama siapa sih? " Ucap perempuan itu " Loe? ngapain loe kesini? mau ngikutin kita? " Tanya Rara


" Idih gr banget sih ngapain gue ngikuti loe, nggak penting banget deh " jawab Roseta membuang mukanya


" Eh kalau ngomong itu lihat ke orangnya, loe gak pernah diajarin sopan santun apa? " jawab Rara semakin kesal


" Ros ini aku udah beli tiket sama cemilan, masuk yuk mau mulai nih " celoteh Brian menatap ke Roseta " Kenapa Ros kok ditekuk gitu mukanya? " tanya Brian


" Tuh lihatin " jawab Roseta menunjuk ke arah Adi dan Rara


" Oh ada ini, ngapain sih loe ganggu Roseta? " tanya Brian


" Cewek loe itu yang ganggu gue sama Adi " jawab Rara dengan muka kesal


" Gak usah kepedean deh, Roseta kesini gue yang ajak gak ada sangkut pautnya dengan cowok loe yang brengsek itu " jawab Brian


" Dengar kan! dan asal loe tau cowok loe yang nyamperin gue dan bilang lagi jalan sama temennya, loe bisa pikir kan kenapa Adi harus bohong segala ke gue? " jawab Roseta menantang Rara


" Udah Ra, udah jangan bikin malu " jawab Adi menahan malu


Adi pun menarik Rara untuk menjauh dari Roseta dan Brian


" Yuk Brian, katanya mau mulai filmnya? yuk ah " jawab Roseta tanpa disadari menarik tangan Brian menuju ke dalan room, Brian pun tersenyum mereka pun berjalan dan menentukan tempat duduk di belakang, Brian memutuskan untuk menonton film horor


Selama film dimulai Roseta tak henti-hentinya menutupi matanya dengan tangan, sebenarnya dia pun takut untuk menonton film horor, namun bagaimana lagi Roseta sebelumnya sudah menyetujui apapun yang dipilih oleh Brian


" Takut ya Ros? " goda Brian terkekeh


" Nggak kata siapa takut, aku berani kok " jawab Roseta berbohong namun seketika kebohongan itu terkuak pasalnya adegan dan musik mengejutkan Roseta tanpa sadar dia memeluk lengan Brian dengan erat


" Katanya berani kok meluk-meluk aku, apa jangan-jangan kamu lagi cari kesempatan dalam kesempitan " goda Brian lagi


" Apaan sih, enggak aku cuman kaget aja sama musiknya " jawab Roseta merapikan rambut alih-alih menutupi rasa malunya


" Idih salah tingkah " jawab Brian terkekeh


Satu jam kemudian film pun selesai mereka pun keluar dari bioskop


" Ros, makan yuk? " Ucap Brian


" Yuk, disini apa di tempat lain? " tanya Roseta


" Di luar aku udah booking tempat, yuk " jawab Brian


Mereka pun meninggalkan mall dan menuju restoran tersebut, disepanjang perjalanan Brian merasa gelisah


Roseta suka nggak ya?


Banyak pertanyaan yang muncul dibenak Brian antara melanjutkan niatnya atau tidak


" Brian kamu lagi mikirin apa sih? Naik motornya yang bener dong! " Teriak Roseta dibelakang


" Eh.. Maaf maaf Ros, lagi nggak mikirin apa-apa, pegangan ya mau ngebut biar cepet sampai " teriak Brian


Brian pun hanya terkekeh mendengar teriakan Roseta, dia menambah laju kendaraannya tanpa memperdulikan teriakan Roseta


10 menit kemudian mereka pun sampai di restoran tersebut


" Nah udah sampai " jawab Brian turun dari motor disusul dengan Roseta


" Iya tapi pelan-pelan besok lagi kalau kamu naiknya begini lagi aku gak mau naik motor sama kamu lagi, jadi berantakan nih " jawab Roseta kesal merapikan rambut serta bajunya


" Idih ngambek, makin cantik aja kalau manyun-manyun gitu " goda Brian


Mereka pun berjalan menuju restoran


" Selamat malam tuan Brian dan Nona Roseta " Sapa salah satu pelayan


" Silahkan lewat sini tuan dan nona " sambung pelayan itu lagi


Roseta pun menelusuri ruangan demi ruangan sembari berdecak kagum akan interior restoran tersebut, mereka pun memasuki lift, pelayan itu pun menekan tombol lantai yang dituju


" Brian kita mau kemana " tanya Roseta


" Ssstt.. nanti juga kamu bakal tau " jawab Brian tersenyum


Roseta hanya mengelengkan kepalanya dan menatap punggung Brian, dia merasa heran akan sikap Brian


Ting ( lift terbuka)


" Silahkan tuan dan nona " ucap pelayan itu


" Brian ini dimana, katanya mau makan kenapa harus di lantai 5? " tanya Roseta


" Iya memang mau makan, Ros bisa tutup mata nggak? " pinta Brian


" Nggak aneh-aneh kan Brian, kamu nggak lagi ngerjain aku kan? " tanya Roseta


" Nggak kok, tenang aja aku gak bakal ngapa-ngapain kamu " jawab Brian


Roseta pun menutup matanya, kemudian Brian menuntun Roseta berjalan ke tempat yang dituju, dinginnya semilir angin pun menyentuh kulit Roseta


" 1, 2, 3... Sekarang buka matanya " Ucap Brian


Perlahan Roseta membuka matanya, penglihatannya pun mulai terlihat jelas, betapa terkejutnya apa yang kini dilihatnya, dengan menutup mulutnya yang ikut mengekspresikan betapa terkejutnya dia


" Surprise " Ucap Brian


" Kamu yang nyiapin ini Brian? " tanya Roseta


" Iya lah aku emang siapa lagi yang mau nyiapin kan yang ajak kamu jalan aku, walaupun gak sepenuhnya aku yang ngerjain dibantu sama beberapa orang " Jawab Brian


Roseta masih terpaku akan apa yang dilihatnya kini, dia melihat di sekelilingnya hamparan cahaya lampu berkelap-kelip


Indah sekali ya Allah


" Duduk yuk Ros " Ucap Brian mempersilahkan Roseta untuk duduk dikursi yang telah di hias, Roseta pun tersenyum dan menghampiri Brian


" Iya Brian " Jawab Roseta tersenyum


Mereka pun makan hidangan yang telah disiapkan, Roseta masih tak mempercayai apa yang dilihatnya kini


" Suka gak Ros? " Tanya Brian


" Suka banget Brian, walaupun dingin tapi terkalahkan oleh indahnya pemandangan di sekeliling ku " Jawab Roseta


" Maaf ya Ros, aku ingin ngasih kamu kejutan yang gak akan kamu lupain " jawab Brian merasa bersalah


" Nggak apa-apa Brian, ini sangat sangat bagus dan aku suka, terimakasih Brian " Jawab Roseta


" Iya Ros... eh Ros ada yang mau aku omongin " ucap Brian


" Apa Brian? " tanya Roseta


Brian pun mengajak Roseta untuk tepi gedung restoran, Brian mengenggam tangan Roseta


" Ros aku cinta sama kamu, maukah kamu jadi pacar aku? " Tanya Brian dengan muka serius


Roseta terkejut untuk kedua kalinya, dia tak percaya Brian akan menyatakan perasaan di tempat se-romantis ini menurutnya


Roseta masih terpaku terdiam, sementara Brian harap-harap cemas dengan jawaban Roseta


Maukah kamu menerima ku Ros