
Brian
Sayang nanti sore aku jemput ya, mama mau ketemu kamu
Roseta
Mama kamu? jam berapa sayang?
Brian
Aku belum tau tapi nanti kalau udah selesai aku kabarin kamu
Roseta menatap ponsel dengan perasaan terkejut juga senang
" Kenapa ros? kok kaget gitu?" tanya kak Nindy
" Ehmmm.. " jawab Roseta bimbang enggan memberitahu
" Ada apa? bilang aja sama kakak, siapa tau kakak bisa bantu " jawab kak Nindy
" ehmmm.. ini mamanya Brian ngajak ketemu kak, haduh aku jadi takut deh " jawab Roseta
" Lha ngapai takut? emang kamu salah apa gimana? seharusnya kamu sih bersyukur Brian ngajak kamu ketemu sama mama-nya secara tidak langsung dia itu serius sama kamu " jawab Nindy mengunyah makanan. " karena menurut kakak kalau dia udah membawa orangtua dalam hubungan itu artinya serius gitu pacarannya " sambung Nindy menjelaskan kepada Roseta.
" Emang mau jam berapa ketemuannya? " tanya Nindy
" Nggak tau, Brian belum jawab aku semakin galau " jawab Roseta
" Udah dibawa santai aja ros, yaudah kamu siap-siap aja sana dadan yang cantik dan sopan soalnya yang kamu temuin ibunya " jawab Nindy
" Iya kakakku yg cantik aku keatas dulu ya " jawab Roseta meninggalkan Nindy yang masih sibuk akan cemilannya
drrtt drrttt
Brian
Sayang aku udah didepan rumah
Roseta
Ok aku turun dulu
Roseta sudah siap dengan penampilannya kini memakai dress berlengan berserta aksesoris menambah kesan anggun.
" Kak,aku pergi dulu " jawab Roseta melambaikan tangan kepada Nindy
" Iya " jawab Nindy dengan mulut penuh akibat terlalu banyak cemilan yang dimakan
Roseta berjalan menuju luar rumahnya di lihatnya kanan kiri namun tak ada 1 pun motor yang terlihat hanya 1 mobil BMW mewah yang terparkir
Brian ini mana sih? batin Roseta
Roseta
Sayang kamu dimana sih kok gak ada? katanya udah didepan?
(Tintin) bunyi kelakson mobil
Roseta yang tak tahu menahu hanya membiarkan mobil itu dan masih menunggu di depan rumahnya.
Tiba-tiba mobil itu berhenti di depan Roseta dan turunlah Brian menghampiri Roseta
" Kamu ngapain sih yang, disuruh ngampirin malah tetep aja disini? " tanya Brian
" Lha mana aku tau kamu naik mobil, nggak bilang sih " jawab Roseta dengan nada kesal lantaran disalahkan
" Iya iya maaf, aku naik mobil kan udah bilang tadi pergi sama mama, masak aku pake motor " jawab Brian tersenyum
" Udah dong jangan ngambek, mama ntar nungguin, tadi dia memang lagi ketemuan sama temennya sih " jawab Brian membujuk Roseta
" Iya udah ayo " jawab Roseta masih dengan muka kesalnya.
Brianpun dengan sigap membuka pintu mobil
" Silahkan tuan putri " jawab Brian mempersilahkan Roseta naik kedalam mobil
Roseta tersenyum malu, mau marah namun tak jadi karena sikap Brian yang selalu membuatnya menjadi putri sungguhan.
" Apaan sih " jawab Roseta malu-malu
" Nggak apa-apa cantik aja, hehehehe " jawab Brian
" Sini aku bantu pake sabuk pengamannya " sambung Brian mendekatkan tubuhnya dan membantu mengenakan sabuk pengaman Roseta.
Kini wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat, sangat dekat.
Membuat mereka saling malu suasana pun menjadi canggung,Roseta tak berani menatap Brian begitupun sebaliknya.
" Aduh panas banget?" ucap Roseta memecahkan keheningan
" Apanya yang panas, ini udah hidup lho ac nya !" jawab Brian terkejut akan ucapan Roseta.
Roseta pun terlihat kebingungan dengan jawaban Brian yang lugu.
" Kamu udah makan belum? " tanya Brian
" Udah tadi kamu ngabarin aku habis makan sama kak Nindy " jawab Roseta
Mobil pun melaju ke sebuah cafe terkenal di kota tersebut, Roseta pun tersanjung akan perilaku Brian, hal-hal kecil yang bisa dilakukan sendiri oleh Roseta namun Brian selalu saja melakukan hal itu untuk Roseta.
" Brian " sapa wanita berusia 40an berkulit putih yang terlihat cantik dan anggun.
" Mama.. " jawab Brian, mengenggam tangan Roseta berjalan mendekati wanita tersebut.
Mereka duduk di tempat yang sebelumnya sudah dipesan.
" Oh iya ini Roseta ya?" tanya wanita itu kepada Brian dijawab anggukan oleh Brian
" Ros kenalin ini mama aku " jawab Brian memperkenalkan
" Roseta tante " jawab Roseta mencium punggunv tangan mamanya Brian
" Hallo, saya mamanya Brian,duh cantik banget, kamu gak salah pilih Brian, mama mau deh menantu yang kayak gini " ucap Mama Brian
" Huss.. mama jangan bikin Brian malu deh!" jawab Brian
" Yah memang kenyataannya mama mau kok " jawab bu Winda membuat Roseta dan Brian malu-malu
" kamu mau pesan apa ros?" tanya Bu Winda
" ehmm saya ini aja deh mas sama orange jus " jawab Roseta menutup kembali buku menu.
" Aku sama mah " jawab Brian
Mereka pun kembali berbincang-bincang
" Tante ke toilet dulu ya " ucap bu Winda meninggalkan sejoli itu
" Mama kamu seru banget " jawab Roseta, dijawab anggukan oleh Brian
" Mama aku gak senyeremin yang kamu bayangin kan " tanya Brian
membuat Roseta yang tengah minum itu tersedak
" eh maaf maaf Ros " jawab Brian " minum yang pelan-pelan aja " sambung Brian
" kapan aku bilang mama kamu nyeremin? " tanya Roseta
" Yah biasanya orang bakal bilang begitu kalau ketemu sama calon mertua " jawab Brian terkekeh
" Hayo lagi ngomongin siapa?" ujar bu Winda tiba tiba datang
" Ini lho mah.... auww.... " jawab Brian merasakan kakinya yang sakit akibat di injak Roseta
" Enggak kok tante " jawab Roseta
Mereka pun berbincang-bincang dengan sesekali tertawa, seperti tidak ada pembeda antara anak dan orang tua.
" Eh Brian, mama pulang dulu ya, mama masih ada acara, kamu nanti anterin Roseta pulang " pinta bu Winda dan di jawab anggukan oleh Brian
" Hati-hati ya tante " jawab Roseta seraya mencium punggung tangan Bu Winda.
Bu winda segera meninggalkan tempat tersebut dan kinj hanyalah Brian dan Roseta