ROSETA

ROSETA
BAB 4



Hari ini adalah hari pengumuman kelulusannya.. roseta memang bangun lebih awal dari biasanya, dia bergegas untuk melakukan kewajibannya di pagi hari


pukul 06.00 roseta sudah siap untuk berangkat sekolah dia berjalan menuruni tangga disapanya kakak tersayangnya, sambil mengambil sepotong roti dan selai


" dek hari ini hari kelulusan kan, harus lulus ya dek kalau nggak, tau kan apa yang bakal terjadi...!! " canda nindy


" iya iya tau aku, tapi pasti lulus lah kak, aku juga gak bodoh-bodoh banget disekolah, aku juga nggak mau kalau disuruh ke rumah nenek buat ngurusin kambing " sahut roseta dengan wajah cemberut


sasa yang melihat tingkah adiknya semakin tertawa terbahak-bahak,


" oh ya dek kamu mau kuliah dimana? udah bicara kan sama papa? " pembicaraan nindy pun berubah lebih serius


" udah kak, papa bilang terserah " jawab roseta sambil mengunyah makanannya


" udah bilang terserah gitu aja? gak tanya apa gitu tentang kuliahmu? " tanya nindy lagi dengan nada penasaran


" iya udah bilang gitu aja, semenjak papa nikah lagi apa pernah sih merhatiin kita kak? kalau memang merhatiin kita pasti gak bakal di tinggal disini sendiri " raut kecewa di wajah roseta dan nindy pun yang mendengar tak bisa dipungkiri


memang benar semenjak pernikahan papanya dan ibu baru mereka nindy dan roseta seperti tidak diperhatikan semua perhatian ditujukan untuk ibu baru mereka, yah wajar saja ibu baru mereka hanya terpaut beberapa tahun dari nindy, mereka seperti kehilangan sosok ayah yang selama ini ada untuk mereka


" aku berangkat dulu ya kak, Assalualaikum" suara roseta memecahkan keheningan di pagi hari itu


" Walaikumsalam hati-hati dijalan ya ros, nggak usah ngebut " nindy tau setiap kali mereka membahas papa mereka roseta pasti akan segera menyudahinya, dia tau apa yang dirasakan adiknya karena selama ini pun dia merasakannya.


------ Disekolah


" hai ros" roseta yang baru saja sampai merasa dikagetkan


" loe ngagetin aja deh kebiasaan " jawab roseta sambil memukul pelan lengan Brian


Ya.. dia adalah Brian Mahendra, dia adalah salah satu dari banyak laki-laki yang mengejar roseta namun tak pernah di respon roseta mengingat sebelumnya roseta sudah bersama adi, hanya brian yang masih tetep gencar mengejar roseta walaupun sering kali roseta tidak menghiraukannya, memang benar roseta salah satu murid tercantik di sekolah itu banyak anak laki-laki yang mengejarnya apalagi setelah kabar adi putus dengan dirinya membawa hawa segar bagi mereka yang mengejar roseta


" idih padahal pelan lho.. lebay dah loe, nih gue tambahin " menghampiri brian dan menambah beberapa pukulan halus ke brian, dengan tawa diwajah roseta, brian yang melihat itu merasa lega hatinya melihat pujaannya bisa tersenyum kembali


" nah gitu dong senyum, kan cantik nih " sahut brian sambil mencubit pipi kiri roseta


" auu, eh loe lihat sasa nggak? " tanya roseta ke brian


" tuh sasa disana sama eza " brian menunjuk tempat duduk di seberang tempat mereka berdiri " udah deh nggak usah di ganggu, lagi pacaran.. mending pergi sama gue aja yuk ke kantin " ucap brian, belum sempat roseta menjawab, tangan roseta sudah ditarik oleh brian ke arah kantin..


---- Dikantin


" loe mau makan apa ros? gue yang traktir nih " ucap brian seraya sambil membolak balikan buku menu


" emmm... es jeruk aja deh " pesan roseta sambil bermain ponsel


" yaudah buk, pesan bakso 1 sama es jeruk 2, ros gue mau ngomong penting " brian mengambil ponsel roseta dan meletakkannya, brian mengenggam tangan roseta


" ros gue suka sama loe, sebelum loe sama si bren**** itu, kasih gue kesempatan ya ros buat ngejar loe " melihat mata brian membuat hati roseta tak tega jika mengatakan dia tidak bisa


" gue coba ya, tapi gue gak janji sama loe, biar mengalir dengan sendirinya " jawab roseta sambil melepaskan tangan brian


" ok deh jika mau loe gitu tapi kasih gue kesempatan ya buat ngejar loe, gue yakin gue bisa bikin loe cinta ke gue" roseta yang tau akan keseriusan brian pun mengangguk, karena sebenarnya hati roseta pun sudah lelah kini saatnya roseta untuk membuka hatinya lagi


" ini mbak mas, pesanannya " kini dihadapan mereka sudah tersaji makanan yang mereka pesan


brian dan roseta pun berbincang sesekali mereka tertawa tanpa mereka sadari dari kejauhan ada sosok yang tak menyukai kedekatan mereka ya benar itu adalah adi


~ sialan loe brian gue gak akan biarin roseta jadian sama loe, roseta milik gue aja ( batin adi sambil mengepal tangannya dan berlalu)