
Setelah berhasil membuat Ashe menjadi pacarnya, Gena selalu menghujani Ashe dengan perhatian - perhatian ala high class. Mengirim bunga, mengajak makan di restoran mewah, mengajak shopping barang - barang branded dan kadang mengajak berkumpul dengan teman - teman sosilita. Memang Gena belum mengenalkan Ashe dengan keluarganya. Meski mendapat perhatian sedemikian rupa, ternyata Ashe kurang begitu nyaman dengan Gena. Walaupun status mereka berpacaran. Ashe lebih senang menyibukkan diri dengan bekerja.
Tak terasa, Ashe hampir satu bulan jadian dengan Gena. Selama ini juga, Dimas belum kembali dari Surabaya. Bahkan hilang kontak dengan Ashe. Dimas sama sekali tidak menghubungi Ashe. Ashe pun demikian. Sebulan ini pun Ashe memiliki asisten baru. Cowok yang kerjanya cukup cekatan tapi kalau di suruh dan diperintah harus berulang - ulang. Hal itu tentu saja membuat Ashe kesal.
" Dema...! Saya mau ganti asisten ! " teriak Ashe lewat interkom.
Dema mendesah berat. Ia beranjak ke ruang Ashe. Kini Dema naik jabatan, lebih tepat sekretaris Ashe. Pak Argo mengangkat karyawan lain untuk jadi asistennya.
" Saya akan carikan Bu !! "
Ashe mengangguk tanpa menatap Dema. Dema keluar ruangan Ashe. Seorang OB masuk membawa minum untuk Ashe. Ashe hanya meliriknya. Mendadak ia kangen dengan Dimas. Hanya Dimas yang tahu keinginannya tanpa Ashe mengatakan apapun.
"Ah, sudahlah. Dimas saja tidak ingat padaku ! " gerutu Ashe dalam hati.
*****
Di Surabaya.
Pak Fajar duduk berhadapan dengan Dimas di sebuah restoran. Mereka tengah menikmati udara sore ditemani kopi mereka masing - masing.
" Kamu banyak ngelamun Dim ! " seru Pak Fajar.
Dimas menyunggingkan senyum di ujung bibirnya. Dia memang sangat akrab dengan Pak Fajar. Mereka ketika di luar kantor sudah tidak ada batasan karyawan dan bawahan.
" Mungkin karena jauh dari orang tua pak ! " elak Dimas.
" Tapi sorot matamu tidak nampak merindukan orang tuamu !! "
" Apa maksudnya ?? "
" Sudaaah. Jangan bohong, kamu merindukan seseorang kan ?? " terkah Pak Fajar.
Dimas menunduk malu ketahuan Pak Fajar.
" Saya bilang, saya pergi tidak lama. Nyatanya saya sampai satu bulan di sini ! " keluh Dimas.
Pak Fajar terkekeh. Ia tahu arah pembicaraan Dimas.
" Dia hanya berpacaran. Tapi hati dan pikirannya itu selalu merindukan yang jauh !! " bocor Pak Fajar.
" Mana mungkin Pak. Saya cuma OB !! "
" OB bergaji CEO !! " sindir Pak Fajar.
Dimas terkekeh.
"Aku membiarkannya melalang buana sebelum menemukan yang tepat. Aku tahu dia nyaman denganmu. Dan aku juga tahu kamu menyukainya sejak awal! "
Dimas kembali menunduk malu.
" Dia putri bapak ! Saya tidak pantas pak. Saya hanya anak orang miskin ! "
" Memangnya ada cinta yang tidak pantas kalau kaya dan miskin ?? Memangnya yang saya ajak ngobrol dan nemenin saya itu siapa ? Saya tidak memandang itu Dim. Bahkan saya pun belum pernah ketemu orang tua kamu Dim !! "
" Hehe... kayak mau lamaran Pak, ketemuan !! " kekeh Dimas.
" Kalau kamu mau ngelamar juga nggak papa ! "
" Bagaimana mau dilamar, pacar orang juga ! Saingan saya bukan orang sembarangan pak "
" Bentar lagi juga putusss !! "
.
" Bapak nih, kalau ngomong ! "
" Coba aja kalau kamu nggak percaya ! Saya tahu persis bagaimana Ashe.
Sudah mau ganti assisten berapa dia ? "
Dimas terkekeh. Dia memang tidak berada di sisi Ashe. Tapi tahu segala perkembangan Ashe.
" Saya kembali lusa Dim. Kamu cepat selesaikan pekerjaan di sini dan kembali ! " kata Pak Fajar.
" Iya Pak. Seminggu lagi sepertinya semua beres !! " sahut Dimas.
" Terima kasih sudah bekerja keras Dimas ! "
" Saya justru yang terima kasih Pak. Bapak sudah memberi kepercayaan pada saya ! "
Pak Fajar tersenyum. Ia ingat bagaimana dulu menemukan Dimas yang tengah bekerja mencuci mobil. Entah kenapa Pak Fajar terketuk hatinya dan membawa Dimas ke kantornya di Surabaya. Menjadikannya OB dan membiayai Dimas melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Hingga menjadi CEO di perusahaan Pak Fajar di Surabaya. Kini Pak Fajar punya misi lain untuk Dimas.
" Saya ingin kamu memperjuangkan anak saya ! " kata Pak Fajar.
" Saya tidak ingin mencari celah Pak. Biar waktu yang berproses ! " tatap Dimas.
Pak Fajar tertawa mendengar kata Dimas.
" Kamu ini, selalu bikin saya penasaran dengan endingnya ! " kata Pak Fajar.
Dimas tertawa. Bos besarnya layaknya teman bagi Dimas.
Tak lama, Pak Fajar kembali ke hotel. Dimas mengantarkan dengan mobil kantor yang biasa di sediakan untuk fasilitasnya. Dimas sendiri kemudian kembali ke rumah kontrakannya. Tentu saja, karena orang tua Dimas tinggal di desa di Jawa Tengah. Ia sendiri awalnya nekat merantau di Surabaya bersama tetangganya. Hanya saja Dimas di tipu oleh tetangganya itu dan sempat luntang lantung sendirian di Surabaya. Dimas sempat kerja di tempat cuci mobil dan tidur di emperan karena uangnya pas - pasan.
******
Ashe : Papa di mana ? " tanya Ashe disambungan teleponnya.
Pak Fajar : " Lagi di Surabaya !! Besok lusa kembali ! Ada apa ??? "
Ashe :" Nggak papa. Minta oleh - oleh ! "
Pak Fajar : " Iya, nanti Papa bawain oleh - oleh . Cowok ganteng !! "
Ashe : " Apaan sih Pa !! "
Pak Fajar : " Kirain kamu mau bela Gena paling ganteng ?? "
Ashe : " Nggak kok ! Ya udah ya, Ashe tutup teleponnya ! "
Pak Fajar mengiyakan. Ashe kembali melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu, Hp Ashe berbunyi. Siapa lagi kalau bukan Gena. Seperti biasa, Gena mengajaknya makan malam. Sampai Ashe bosan, apalagi Gena tidak pernah mau diajak makan di gerobakan pinggir jalan. Maunya ditempat - tempat mewah melulu. Bahkan Gena tidak pernah suka dengan selera makanan Ashe dan mulai mengatur segala ini, segala itu. Panampilan ini, penampilan itu. Ashe jadi frustasi sendiri dam lebih menyibukkan diri.
Ting...
Ashe meraih Hpnya kembali seraya mengumpat. Dia berpikir pasti Gena.
Dimas : Buuuu !!! "
Ashe membelalak.
Ashe : Gue pikir loe udah mati ketabrak kereta !
Dimas : Diiih...Serem amat sih prasangkanya !
Ashe : Loe nggak kembali jadi OB ?
Dimas : Minggu depan Buu !
Ashe : Enak amat loe ya, keluar masuk perusahaan !!
Dimas : 😔😔😔 diomelin Bu Bos !!
Ashe : 😠😠😠😠
Dimas : Sudaaah makan Buuu ?? "
Ashe : Diatur Gena makan gue 😭😭😭
Dimas : Biar apaa??
*Ashe : Nggak kaget kalau ntar jadi kaum sosialita.
Dimas : Ibuu nyaman ??
Ashe : Enggak
Dimas : Terus kenapa di jalani.
Dimas : 🤣🤣🤣🤣
Ashe : Ketawa aja ampe mulut loe somplak. Gue mau loe balik, gue
pingin ngemil !
Dimas : Kan ada Yidi
Ashe : Malessssss !
Dimas : Kenapa ????
Ashe : Nggak ngerti apa mau saya !!!
Dimas : Wkwkwkwkwk. Jangan marah - marah mulu. Cepet tua lho buuu !
Ashe : Bodo '
Dimas : Ntar nggak ada cowok yang mau kalau tua !
Ashe : Adaaaa
Dimas : Siapaaaaa 🤔🤔🤔🤔
Ashe : Eloooo
Dimas : 😍😍😍😍😍😍
Ashe mengemasi mejanya. Menghentikan aksi chat rianya dengan Dimas. Mendadak Dema mengetuk pintu dan membawa Gena masuk. Ashe tampak kaget.
" Hai mas ! " sapa Ashe.
" Sudah selesai belum. Yuk kita jalan ! "
" Iya, bentar lagi Saya beresin ini dulu " sahut Ashe.
" Udah, biar di beresin OB aja sih. Kerjaan begitu doang kok ! " kata Gena tak sabar.
Ashe menghela nafas. Membereskan tasnya dan mengikuti Gena yang tampak tak sabar. Ashe langsung duduk di samping Gena tanpa suara.
" Kamu mau makan apa Ashe ?? " tanya Gena.
" Pinginnya sih makan di gerobakan Mas !! "sahut Ashe antusias karena tawaran Gena.
" Nggak mau. Itu nggak higienis ! Kita makan di restoran aja ya ! " sahut Gena yang langsung membuat Ashe kecewa berat.
Terpaksa mengikuti kemauan Gena. Mau bagaimana lagi, Ashe udah kelaparan. Meski makan di restoran tak membuatnya kenyang, tapi dari pada tidak sama sekali.
****
Selesai makan, Ashe langsung minta di antar oleh Gena ke kantor lagi. Hari ini dia ada rapat dengan beberapa kepala divisi. Ini kali pertama Ashe mengadakan rapat evaluasi bulanan. Jadi dia harus hadir. Iapun memimpin rapat hingga sore dan kembali menjelang malam. Tadinya Gena mengajaknya makan malam, namun Ashe menolak dengan alasan capek. Padahal dia sangat lapar malam ini.
Ashe menghempaskan tubuhnya di sofa. Pak Fajar dan Bu Fatimah, mama Ashe masih di Surabaya. Ashe meraih Hpnya.
Ashe : Maaaa ????
Bu Fatimah : Apaa sayang ??
Ashe : Lagi apa ???
Bu Fatimah : Makaan !!
Ashe : Tega amat. Aku belum makan lho !
Bu Fatimah : Gena suruh ngasih makan
Ashe : Aku pingin masakan mama !
Bu Fatimah : Ya besok, kalau mama pulang. Ya udah ya, mama lagi makan
Bu Fatimah langsung mematikan sambungan teleponnya. Ashe mengerutu.
Sementara di sisi lain. Pak Fajar duduk manis menunggu makanan siap disajikan. Dimas membantu Bu Fatimah menyiapkan makan malam. Mereka sedang berada di kontrakan Dimas. Bu Fatimah dan Pak Fajar datang sore tadi. Padahal di hotel mereka bisa makan apa saja. TapiBu Fatimah lebih memilih masak di kontrakan Dimas.
" Siapa Bu ??? " tanya Dimas.
" Ashe !! "
" Kenapa ?? "
" Biasa. Kelaperan. Orang di rumah juga ada bibi ! "
Dimas terkekeh.
" Kan porsi Bu Ashe tak terduga ! " sahut Dimas.
" Iya. Dan suka nyleneh. Cuma heran, kenapa dia nggak bisa gemuk ?? "
" Kan ngikut ibu sama Bapak ! Ramping ! " puji Dimas.
" Iya juga ya. Kapan kamu balik ? Ashe itu lebih cocok sama kamu "
" Ibu nih, kalau jodoh ya nggak usah di jodoh - jodohin. Saya ngikut alur bagaimana bisa jadi takdir untuk berjodoh ! "
" Makanya saya ngincer kamu ! " timpal Pak Fajar.
" Jadi beneran nih, saya ini mantu idaman ??? " tanya Dimas.
" Iyaaa ! " sahut Pak Fajar dan Bu Fatimah bersamaan membuat Dimas terkekeh.
" Terus gimana kalau saya nggak serius dan cuma ngincer posisi dan kekayaan keluarga Bapak ?? " tanya Dimas.
" Laaah, kamu punya pikiran itu nggak ?? " Pak Fajar balik tanya.
" Enggaaaaak !! "
" Ya udaaaaah ! " sahut Pak Fajar enteng, " Kalau perusahaan pindah tangan ke kamu berarti itu ulah saya " imbuh Pak Fajar.
" Hahahahaaahaha ! " Pak Fajar dan Dimas tertawa bersamaan.
" Kalian ini, coba Ashe tahu ! Jadi apa kalian ?? " kata Bu Fatimah sambil duduk.
" Saya bisa di cekik bu ! " sahut Dimas.
" Papa diomelin.... " sahut Pak Fajar.
" Sudah, ayo makan ! " Bu Fatimah mengambil nasi untuk Pak Fajar juga Dimas.
" Saya berasa jadi anak konglomerat karena bisa makan sama Bapak dan Ibu !! " kata Dimas seraya menyuap makanannya.
" Saya rasa Ashe akan ngamuk sama kamu ! " sahut Pak Fajar.
" Iyaaa.....!! " Dimas mengangkat telepon dan mengisyaratkan Pak Fajar dan Bu Fatimah untuk diam.
Dimas : Ya Buuu ???
Ashe : Sedang apa kamu ??
Dimas : Makan dengan calon mertua
Ashe : Ohhhhh.....
.........
Ashe menutup telepon dan membuat Dimas tertawa.
" Dia cemburu berattt ! " Pak Fajar langsung komentar.
Dimas hanya tertawa. Ia melanjutkan makan.
" Saya akan telepon nanti Pak. Biar Bu Ashe cari asisten yang bener !! " kata Dimas.
" Dia tidak akan berhenti sebelum kamu jadi asistennya ! " ucap Bu Fatimah.
Pak Fajar mengangguk setuju. Dimas menghabiskan makannya. Ia memikirkan Ashe di seberang sana yang pasti sedang ngambek dengan dirinya.