
Ashe memeluk gulingnya begitu erat. Mendadak ia membuka mata. Sadar, tengah bermimpi memeluk Dimas erat. Sayup Hpnya berdering. Ashe mencari - cari dengan meraba dimana Hpnya berbunyi. Matanya kembali terpejam. Rasa kantuk seolah menyeretnya untuk tidur lagi. Ashe menyipitkan mata. Mencoba mengembalikan kesadaran siapa yang meneleponnya sepagi ini. Ashe melihat gambar kamera. Ia menggesernya dan kembali memejamkan mata.
Dimas : Nyonya belum banguin juga ya ??
Dimas mengenakan celananya di seberang sana. Ashe sayup mendengar tanpa menjawab.
Ashe : Sedang apa Bie ??
Aahe tetap tak membuka mata.
Dimas : Pakai celana !!
Ashe : Kamu meneleponku hanya untuk melihatmu memakai celana ??
Dimas : Dari kemarin iya, cuma sayang.. Bu selalu melewatkannya.
Ashe membuka mata perlahan. Mengintip. Dimas telah merapikan bajunya.
" Ashe... kamu nggak bangun ?? " munncul Bu Fatimah memasuki kamar Ashe.
Ashe diam tanpa mengubah posisinya.
" Hmm.. " sahut Ashe.
" Kamu ini anak perawan jam segini bukannya bangun malah masih tidur aja ! Siapa coba yang mau sama kamu kalau gitu ?? " omel Bu Fatimah.
Aahe mengangkat Hpnya. Bu Fatimah melongok. Dimas tersenyum melambaikan tangan.
Bu Fatimah : Liat Dim, anak perawan jam segini masih aja molor !!
Dimas : Biarin aja Bu , Nyonya Ashe Bagaskara kecapekan...!!
Sengaja Dimas memberi kode pada Bu Fatimah. Bu Fatimah membulatkan mata.
Bu Fatimah : Ohh, Nyonya Ashe Bagaskara ! Sejak kapan itu...???
Dimas tersenyum. Merapikan jasnya.
Bu Fatimah : Kamu sudah mau berangkat kerja Dim ??
Dimas : Iya Bu, saya harus lembur. Sebelum ada bencana gila melanda !!
Bu Fatimah terkekeh. Melirik pada Ashe yang masih terpejam namun sadar.
Ashe : Bodo amat, kalau gue jadi ODGJ loe harus jadi dokternya !!
Dimas tertawa diseberang. Bu Fatimah memukul pelan lutut Ashe.
" Kamu ini, ayo bangun. Jadi cewek itu harus rajin !! " omel Bu Fatimah.
" Ntar Ma ! "
" Dasar males...! " Bu Fatimah kembali ngomel.
Bu Fatimah : Ya udah, hati - hati ya Dim. Jaga diri baik - baik. Mama
mau beres - beres.
Bu Fatimah beranjak. Dimas di seberang sana mengiyakan. Ashe mendengus mendengar ucapan Mamanya. Dimas hanya tersenyum melihat Ashe yang kembali menguap.
Dimas : Bu kalau mau tidur lagi ya udah. Saya berangkat ya...!!
Ashe membuka mata. Menatap Dimas yang tampak duduk di kursi tamu. Di belakangnya sekilas Nasrul melintas. Ashe mengangguk berat.
Ashe : Iya, aku akan bangun !
Dimas : Ok. Sampai nanti ya Bu, saya ditunggu orang !
Ashe kembali mengangguk. Dimas mematikan vcnya. Nasrul menyiapkan segala keperluan Dimas. Dimas berangkat menemui seseorang yang telah membuat janji dengannya.
****
Ashe menyingkap selimutnya dan duduk di kasurnya, tertegun. Seolah tak percaya. Hatinya diselimuti rasa bahagia yang mendalam. Ashe beranjak ke kamar mandi. Pergi mencuci muka dan keluar menuju dapur. Mencari makanan yang bisa membuatnya melek. Ashe duduk di meja makan mengunyah cemilan. Bu Fatimah datang dari halaman belakang.
" Sarapan apa She ?? " tanya Bu Fatimah.
" Apa aja Ma ! Kan aku makan segalanya !! " cengir Ashe.
Bu Fatimah hanya tersenyum. Muncul Pak Fajar yang nampak sudah rapi dan duduk.
" Kamu nggak berangkat ?? " tanyanya.
" Berangkat Pa ! "
" Kenapa belum siap - siap ?? "
" Aku ngiling dulu baru nyawaku terkumpul "
" Ya Pa, biar sadar bentar lagi bakal punya suami ! " ceplos Bu Fatimah. sebarimenyiapkan sarapan di bantu ARTnya.
Pak Fajar mengenyitkan dahi. Menatap istrinya kemudian berganti menatap Ashe.
" Siapa calon suamimu ?? Gena ??? "
" Ngggak...!! " sahut Ashe.
Bu Fatimah tersenyum sebari ikut duduk.
" Terus siapa ? " cerca Pak Fajar, khawatir pilihan Ashe di luar ekspektasinya.
Ashe nyengir.
" Hiiih... ditanya begitu aja lama jawabnya ?? " Pak Fajar malah jadi sewot.
Ashe tertawa perlahan sambil tetap mengunyah.
" Mantu Papa siapa sih ??? " sahut Ashe.
Pak Fajar membulatkan mata.
" Dimas...??? Serius kamu ??? " tanyanya seolah tak percaya.
Ashe mengangguk mantap.
" Mama harap, kalian cepat nikah, punya cucu !! Uhhh... Mama dah pingin gendong cucu !!! " Bu Fatimah halu.
" Iya Ma, Papa bisa pensiun. Di rumah sama Mama terus...!! " satu lagi ikut halu.
Ashe mendesah berat.
" Ya terus aja. Udah gitu aku yang ditinggal - tinggal mulu ! " sewot Ashe.
Pak Fajar dan Bu Fatimah tertawa.
" Beneran kata Dimas. Ntar ada yang gila !! " ucap Bu Fatimah.
" Gila kenapa ?? Gila cinta ?? " sela Pak Fajar.
" Iyaa...!! " sahut Bu Fatimah.
" Itu namanya bucin Ma !! Kayak Papa ke Mama !! " Pak. Fajar mengerlingkan mata pada istrinya.
" Ya ampun...! " Ashe membulatkan mata malas melihat tingkah orang tuanya.
" Begini amat punya orang tua gaul " umpat Ashe.
" Biarin...! Yang penting Papa sama Mama seneng ! Tapi tumben mata kamu nggak siwer ?? " tanya Pak Fajar.
" Siwer kenapa lagi ?? "
" Tadinya kalau kamu milih Gena, Papa mau langsung nikahin kamu sama Dimas. Tapi ternyata Dimas bener, ngikut proses aja ! "
Ashe mengenyitkan dahi.
" Sebenernya yang anaknya itu aku atau Dimas sih ??
Pak Fajar nampak berpikir.
" Kamu sih, tahu entah kenapa Papa sama Mama pingin banget Dimas jadi mantu, ya nggak Ma ?? "
Bu Fatimah mengangguk. Ashe menggeleng heran.
" Kalian berdua yang jadi tergila - gila Dimas !! "
Pak Fajar terkekeh sambil menyuap nasinya.
" Emang ! Kamu kan nggak tahu transformasinya Dimas !!! " sahut Pak Fajar.
" Ck... ck.. ck... bahasa Papa udah berat !! " Ashe juga ikut menyuap makanannya.
Pak Fajar terkekeh. Ashe melahap makanannya dengan cepat. Kemudian ia pamit dan pergi mandi sebelum terlambat ke kantor.
****
Ashe ditemani Dema meeting di sebuah cafe sejak pagi. Beruntung kliennya tidak terlalu rumit dan mempercayakan kerja sama dengan JAE. Ashe menenggak minumnya begitu kliennya pergi. Dema tengah memesan makanan. Ashe menatap sekeliling. Banyak pengunjung di cafe itu. Mendadak Ashe melihat seseorang mirip Dimas. Ashe mengerjabkan mata. Ketika di liat ternyata bukan. Ashe menggeleng sendiri membuat Dema heran.
" Kenapa Bu ?? " tanya Dema.
" Nggak papa !! " sahut Ashe.
Pramusaji datang membawa makanan. Ashe tampak termenung melihat Hpnya. Tak ada pesan atau telepon Dimas. Padahal ini sudah lewat tengah hari ditempat Dimas. Hanya ada beberapa pesan Gena yang Ashe malah membacanya. Ashe meletakkan Hpnya. Fokus makan.
Di tempat berbeda, Dimas menghela nafas lega. Beberapa bukti penting telah selesai di kirim ke Pak Fajar lewat surel. Dimas memijat keningnya. Mengendurkan dasinya.
" Pak, mari makan ! " Nasrul menghampiri Dimas.
Dimas mengangguk. Ia membereskan laptop dan berkasnya dibantu Nasrul. Nasrul mengamankan berkas Dimas. Mereka kemudian menuju sebuah resto untuk makan.
Ashe sendiri kini tengah memberi brefing dengan karyawan di divisinya.
Dimas mencoba menghubunginya kembali, namun Ashe tak mengangkatnya juga. Dimas meletakkan Hpnya. Makan dengan lahap. Otak dan perutnya butuh nutrisi.
Selesai makan, Dimas kembali monitoring. Tadinya ia ingin menghubungi Ashe kembali, namun ternyata kepala divisi juga sudah menunggunya. Dimas berusaha fokus meski pikirannya bercabang. Memikirkan Ashe. Rasa rindunya menggebu dan tak sabar ingin melihat Ashe.
Ashe kembali berkutat dengan banyaknya berkas di mejanya. Sampai lupa Hpnya sendiri yang lowbat. Parahnya lagi Ashe lupa membawa charge.
" Dem...!! " panggil Ashe lewat interkomnya.
Tak berselang lama Dema muncul.
" Kenapa Bu ?? " Dema malah muncul membawa setumpuk berkas untuk Ashe tanda tangani.
Ashe berganti menatap Dema dan yang dibawa Dema. Dema hanya nyengir dan meletakkan berkasnya diatas tumpukan berkas Ashe yang sudah banyak.
" Ini jaman teknologi, kenapa itu juga tidak bisa lebih mudah ?? " tanya Ashe menatap mejanya yang penuh.
Ashe seolah merasa karyawan pabrik yang penuh deadline. Dema hanya nyengir.
" Maaf Bu !! Meski bisa ditanda tangani secara elektronik, tapi ada beberapa yang butuh tanda tangan Ibu langsung !! " sahut Dema.
Ashe menghela nafas mendengar kata " beberapa " dari Dema.
" Oiya, tadi Ibu manggil saya ada apa ?? " tanya Dema.
" Hp saya lowbet...!! Ada charge ?? "
" Maaf Bu, untuk Hp punya Ibu kayaknya nggak ada chargenya !! "
Ashe menarik nafas.
" Dah lah, wassalam !! " gerutu Ashe.
Pasalnya ini sudah sore, tapi pekerjaan Ashe masih banyak. Kepala Ashe mulai pening. Ingin makan, tapi rasanya mulutnya malas menyuruh Yidi.
" Ibu mau cemilan ? Biar saya beliin !! " kata Dema.
" Memang Yidi kemana ?? "
" Masih ijin Bu !! "
" Ijin ngapain sih dia ? " gerutu Ashe.
" Saya kurang tahu Bu !! " sahut Dema.
Ashe ingin mengumpat, tapi ditahan.
" Ya udah, kamu kembali kerja aja ! Nanti saya makan di rumah !! "
Dema mengangguk. Pamit keluar ruangan Ashe. Ashe setengah menggerutu membuka tiap map di mejanya. Meski begitu ia tetap menelitinya satu persatu. Dan hari ini terpaksa Ashe lembur meski pikirannya tak tentu. Siapa lagi kalau bukan karena Dimas.
****
Ashe melangkah gontai memasuki ruang tamunya. Masih beruntung dia mampu menyetir sampai rumah. Padahal Pak Fajar sudah menyuruh Ashe mencari sopir, tapi tetap saja Ashe tak mau.
" Kenapa kamu ?? " tanya Pak Fajar yang tengah duduk membaca sesuatu di ipadnya.
Ashe menatap Papanya. Seolah orang tua satu ini teramat santai menjalani semua hal.
" Nggak kenapa - kenapa kok Pa !! " sahut Ashe tetap gontai melangkah.
Mendekati Papanya dan mencium punggung tangan Pak Fajar.
" Aku ke kamar Pa. Capeeek ! Pingin tidur !! " kata Ashe.
Muncul Bu Fatimah, Ashe mengucapkan salam sambil mencium tangan Bu Fatimah. Bu Fatimah menatapnya heran.
" Kenapa She ?? " tanyanya.
" Kurang vitamin !! " sahut Ashe asal.
" Vitaminnya lagi kerja sama Papa !! " celetuk Pak Fajar.
Ashe menoleh sambil mendengus kesal. Ia tahu siapa yang dimaksud Papanya. Ashe memang kesal karena Hpnya mati. Namun tak mengucap sepatahpun dan kembali berjalan ke kamar.
Pertama yang dilakukan ada men charge HPnya. Belahan hati Ashe ada di sana. Ashe tergesa ke kamar mandi dan membersihkan tubuh. Ia mengenakan piyama dan kembali melihat Hpnya. Karena memang tak butuh waktu lama untuk mengisi batrenya. Benar saja, Missed call, missed vc, dan pesan Dimas beruntun datang. Ashe mencoba vc Dimas, tapi tak diangkat. Kemudian menelponnya, tak diangkat juga. Ashe jadi kesal. Pasalnya perutnya mulai meronta - ronta minta makan. Ashe meletakkan Hpnya. Beranjak ke dapur. Ia sidak mencari makanan. Ashe duduk di meja makan. Melahab nasinya layaknya orang kelaparan. Ini sudah cukup larut. Sudah lewat jam 22 : 00 wib, pantas saja Ashe merasa pening. Pening belum makan, dan pening belum melihat Dimas seharian. Tak sadar, Ashe mengacak rambutnya. Menghabiskan nasi lebih dulu baru ayam bakarnya. Setelah selesai, Ashe membuka kulkas. Menemukan brownis coklat dan memakannya. Masih juga Ashe mencomot buah pir. Barulah Ashe menjadi tenang dengan banyaknya makanan yang di jejal di mulutnya.
Ashe kembali ke kamar. Kali ini Ashe sekilas melihat Dimas menghubungi dengan vcnya. Ashe menggeser gambar kameranya. Dimas tersenyum mengenakan kaos krem di ujung sana.
Dimas : Sudah habis makannya ??
Ashe terkekeh karena mulutnya masih mengunyah.
Dimas : Sudah tenang ??
Ashe : Enaak aja ! Emang aku gila beneran apa ? Laper doang !!
Ashe masih saja mengelak.
Dimas : Laper apa kangen ??Kan seharian nggak liat saya ! Pasti kelimpungan ?
Ashe : Kayak kamu nggak aja !!
Dimas tertawa .Ashe mencibir. Beranjak ke kasur. Mulutnya masih menghabiskan buah pirnya.
Dimas : Ambil makanan lagi kalau masih laper !!
Ashe : Di kulkasmu kemarin banyak makanan dan buah. Aku belum ke
sana gara - gara lembur.
Dimas : Hehhe... diambil aja !
Ashe : Ntar kalau siang, sekalian mau ngamuk melampiaskan kangen !!
Dimas : Hahhahha.... sama siapa ?? Nggak usah ikutan gila sama ibu
kompleks deh !!
Ashe : Lagian mulutnya julid amat sih !!
Dimas : Nyonya julid kalau kamu ke sana !!
Ashe : Biariiin...
Dimas : Kangen saya nggak hari ini Bu ???
Ashe : Percumah kangeen....
Dimas tertawa, mencium aroma ngambek.
Dimas : Kodenya beraaaat....
Dimas bersandar pada kepala king bednya.
Ashe : Apa hari ini banyak pekerjaan Bie ??
Dimas : Iyaa...! Sebelum rapat dewan direksi bulan depan, saya sudah
harus punya bukti yang memadai...
Ashe : Terus ada perkembangan ??
Dimas : Adaa !! Makanya susah dihubungi hari ini dan mungkin hari -
hari ke depan.
Dimas menunjukkan wajah sedih.
Ashe : Tak apa ! Cepat selesaikan pekerjaanmu !
Dimas : Iyaaa !! Tak ada yang menganggu hari ini ??
Ashe : Paling Gena yang ngirim pesan dengan isi yang begitu....
Dimas mengenyit dahi.
Dimas : Kalau weekend pasti dia nggak ganggu...
Ashe : Iyaaa...! Kamu juga nggak ganggu...!!
Dimas tertawa.
Dimas : Kenapa bibirmu itu manis sekali...!!
Ashe : Apa kau coba mengalihkan pembicaraan ?
Dimas : Hahhaha.... jangan mengkode yang berat - berat Nyonyaa !!
Ashe : Tahu aahhh....
Ashe menyelimuti tubuhnya. Dimas tertawa.
Dimas : Tidurlah Bu. Aku juga capek sekali hari ini !
Ashe mengangguk. Matanya memang terasa berat. Efek habis mandi dan makan. Dimas tersenyum menatap wanita yang ia sukai sejak lama itu. Dimas membetulkan posisinya tidur.
Dimas : Tidur ya Bu..
Sayup, namun Ashe merasa nyaman dan terlelap mendengar Dimas bernyanyi. Dimas tersenyum, mencium kening Ashe di layar Hpnya. Mematikan sambungan vcnya dan ikut terlelap.