Perfect Boy

Perfect Boy
29. Berteman Masalah



Ashe : Aku kangeeen Bie...


Dimas : Aku juga Bu...! Sabar ya, sebelum rapat dewan direksi dan


pemegang saham aku pasti udah pulang...


Ashe : Terus pergi lagi...?? Kamu kan lebih nurut sama Papa...??


Dimas : Mau vc lagi...??


Ashe : Nggak....!! Takut khilaf liat pesonamu !


Dimas tetap menekan tombol vcnya. Ashe menahan detak jantung karena ucapannya, namun tetap menggeser tanda hijau dilayar Hpnya.


Dimas : Apaaa OB ini terlalu mempesona ???


Ashe : Iyaaa... matamu itu nakal !


Dimas terkekeh. Wajah Ashe tampak merona.


Dimas : Mantan - mantanmu itu penasaran dengan pacar OBmu ini. Jadi


hadapi saja. Sudah saatnya kita berteman masalah.


Ashe : Apa adikmu juga bawa kabar masalah ??


Dimas : Iyaa. Temanku itu dulu menipuku. Sekarang dia kembali dan


menipu warga.


Ashe : Terus gimana Bie ??


Dimas : Orangnya kini kabur setelah berhasil membawa uang warga. Di rumah lagi ramai karena aku dibawa - bawa.


Ashe : Haiiih...?? Papa tahuu belum ??


Dimas : Tahuu. Nasrul dan Faisal sedang mengurusnya. Tapi tetap saja


aku akan dipanggil polisi untuk jadi saksi.


Ashe menghela nafas lega.


Ashe : Hidupmu berat ya Bie...!!


Dimas : Berat melihatmu pakai piyama itu !! Dunia bisa kutaklukkan, hanya


piyama itu yang belum bisa ku taklukan.


Ashe mendadak pasang tatapan membunuh yang tak pelak membuat Dimas tertawa terbahak - bahak.


Ashe : Kenapa kamu sekarang mesum sekali ???


Dimas : Stttt.... jangan teriak - teriak ! Ntar malem pertama gitu juga.


Ashe memanyunkan bibirnya. Dimas gemas sekali melihatnya.


Dimas : Jauhkan bibirmu itu, aku ingin sekali menciumnya !!!


Ashe tak patuh. Malah tambah memanyunkan bibirnya menggoda Dimas. Dimas kelimpungan di atas king bednya, tak ayal Ashe tertawa melihat perilaku Dimas.


Ashe : Hiiisss.... kenapa kelakuanmu kayak ODGJ ???


Ashe mengumpat melihat kelakuan Dimas yang tak karuan. Dimas berhenti dengan semua yang acak - acakan tapi tampak seksi di mata Ashe.


Ashe : Jangan gila Biee....!!


Dimas : Aku gila karena Bu...!!


Ashe : Tahuu ah...!


Dimas : Mau tidur???


Dimas berbaring bersender kepala bednya. Ashe pun menaikkan selimutnua. Menutup hingga dadanya.


Ashe : Aku capeek soalnya Bie...


Dimas : Asal jangan capekk mikirin aku ya...


Ashe : Heeer... kenapa kamu gombal sekali sekarang ??


Dimas mengedip - gedipkan matanya genit.


Dimas : Miring.... miring... mirinng Bu....!!


Ashe : Ngaaaaak mauuuuuuu.....


Ashe tambah menarik selimutnya hingga leher membuat Dimas pasang wajah cemberut.


Dimas : Ayooolahh.... itu vitamin sebelum tidurrrr...


Ashe : Bieeee....!! Sumpaaah loe ya....


Dimas terkekeh di ujung sana. Ia begitu senang menggoda Ashe.


Dimas : Liat saja, aku akan taklukan piyama itu..


Dimas terlihat serius mengancam.


Ashe : Cobaa sajaaa....


Ashe tak mau kalah. Dimas tertawa di seberang. Menatap wajah Ashe. Belum genap berpisah sehari, tapi rasa rindu seolah memenuhi dadanya.


Dimas : Tidurr Bu...! Masih banyak tanda tanya mantan soal pacarmu ini


besok...!!


Ashe : Kamu ini ya Bie.... ! Cepat selesaikan pekerjaanmu itu...


Dimas : Siap Nonya Dimas...


Dimas sesengaja memplesetkan kata - katanya untuk menghibur Ashe. Ashe hanya tersenyum.


Ashe : Tak bisa dibayangkan kalau kamu nggak ada ! Diuber mantan,


nggak punya temen. Aku kayaknya bakal stres level dewa...


Dimas : Tenang aja...! Dokter ini akan kembali secepatnya...


Ashe : Preeeet....


Dimas : Hahhhaha....! Sudah tidurlah !


Ashe : Iyaa...


Dimas melambaikan tangan seperti biasa setelah minta mematikan vc. Ashe tersenyum membalasnya.


Malam yang panjang. Ashe dan Dimas terlelap dengan hati berbunga - bunga dipenuhi wangi kasmaran. Tak peduli umur, meski mereka bukan anak abg lagi.


*****


Pagi - pagi Dimas telah siap ke kantor. Nasrul membuatnya tergesa.


Dimas : Buu... maaf ya. Aku berangkat dulu. Nanti aku telpon lagi..


Dimas masih sempat video call Ashe. Meski Ashe sendiri masih bergelut dibawah selimutnya.


Ashe : Hmmm...


Ashe masih tak mampu membuka mata. Namun masih bisa menerima panggilan vc Dimas.


Dimas : Daaa Buu....! I love you...!! Nanti kalau bangun liat kupu - kupu ya..


Ashe mengenyit dahi meski matanya tak terbuka. Pendengarannya langsung konek ke otaknya.


" Orang ini... " Ashe mengumpat meski tak terdengar Dimas.


Bagaimana tidak, Ashe susah membuka mata di pagi hari gara - gara nonton " Nevetheles " dan drama korea lain yang mengusiknya untuk tak bisa tidur.


Ashe membuka mata malas. Dimas sudah mematikan vcnya.


***


Dimas tergesa menuju kantor. Ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Seseorang menunggunya. Ini teramat penting baginya. Hampir semua pekerjaannya selesai di Kalimantan. Orang ini membawa bukti penting untuk bukti mark up proyek dari Gena Grup. Dimas meneliti semua bukti yang ada. Setelah dirasa cukup, Dimas mengangguk dan mereka berpisah. Nasrul dan Lino mendampingi Dimas. Semua keselamatan dan kenyamanan Dimas adalah tanggung jawab mereka.


Dimas ke kantornya di Kalimantan. Ia membereskan berkas dan mengirim pada Pak Fajar. Mereka sempat berbincang di telepon. Selesai semua, Dimas memerintahkan Nasrul mengamankan semua berkas dan mereka pergi melihat pembangunan proyek. Proyek kini mulai berjalan lancar di bawah pengawasan manajemen Dimas. Segelintir orang yang berada di bawah Gena Grup nampak mulai menyerah dengan kecerdasan Dimas. Kepala Cabang, Mandor dan beberapa pimpinan telah diganti Dimas.


Sore hari, Dimas kembali ke kamar hotelnya. Baru melepas blazzer, Nasrul mendekat dan membisikan sesuatu. Dimas menoleh santai. Ia sudah menduga hal itu akan terjadi.


" Kapan panggilannya ?? " tanya Dimas.


" Besok Selasa depan Pak ! Pak Dimas dicekal selama belum memberi saksi " sahut Nasrul.


" Heeedeeh... memangnya saya mau kabur kemana ? Ke Irian ??? " celetuk Dimas.


Nasrul nyengir.


" Pak Fajar bilang beliau yang akan turun tangan " kata Nasrul.


" Heeei.... " Dimas mengerut kening.


Calon mertuanya itu sungguh di luar dugaan. Padahal bawahan yang loyal padanya begitu banyak.


" Iyaa Pak "


" Ya sudah, biar nanti saya telpon. Siapin makan malam dong Rul. Kita makan disini saja bareng - bareng "


Nasrul mengiyakan dan keluar memesan makanan. Sementara Dimas pergi mandi. Ia kemudian menelepon Rozi.


Rozi : Ya Bang....!!


Dimas : Appaaaa ??


Rozi : Hehehe.... maaf jadi tak terkendali. Tapi ternyata Roni udah kelas


kakap Bang. Ia jadi DPO dimana - mana. Orang tuanya sampai malu.


Dimas : Bapak loe juga sampai malu kan ???


Rozi : Heee... dia udah tua. Udah biasa berhadapan dengan masalah.


Dimas : Ngawurr loe...


Rozi : Serius Bang !! Bapak berani bertaruh tuh...! Mamak uga percaya


Abang !


Dimas : Tapi orang kampung pasti nyangka aku ikut komplotan Roni.


Rozi : Iyaaa sih. Tapi kan yang bawa duit kabur Roni. Setidaknya warga


nggak nyalahin Abang.


Dimas : Ya udah. Kerjaanku udah mau kelar. Nanti aku bisa pulang.


Rozi : Oiya, Mamak nitip pesen kalau pulang...


Dimas : Apaaaa....???


Rozi : Bawaaa mantu katanyaaa....


Dimas : Masalaaah.... !!!


Rozi : Hahhahahaa.... mampus loe Bang...! Siapa yang mau sama loe...


Dimas : Jangan ngawur...! Liat aja siapa yang bakal ku bawa pulang...


Rozi : Oyaaa... ???


Dimas : Terseraaaah loe Ozeeeen....!!


Rozi terkekeh di seberang. Dimas kesal dan langsung mematikan Hpnya. Membanting ke king bednya. Mengambil kaos santai dan menggenakannya. Dimas keluar dan duduk di ruang makan. Pelayan tengah menyiapkan makanan di meja. Hotel yang ditempati Dimas bak apartemen. Semua fasilitas mewah dan lengkap.


Nasrul dan Lino berdiri di samping kanan kiri Dimas. Dimas menoleh pada keduanya heran.


" Kalian ngapain disitu ?? " tanya Dimas.


" Nunggu Bapak makan " sahut Nasrul.


" Terus kalian nggak makan ? Udah ayo...! Saya nggak mau makan sendiri "


Nasrul dan Lino berpandangan. Kemudian mereka tersenyum dan ikut duduk.


" Pak Dimas ini memang pengganti Pak Fajar yang sempurna, kami jadi segan " kata Lino.


" Itu berkat kalian. Bagaimana aku bisa bekerja tanpa kalian " elak Dimas seraya memakan makanannya.


" Terima kasih sudah percaya kami Pak " sahut Nasrul.


Dimas mengangguk. Lino dan Nasrul pun ikut makan bersama. Bahkan Dimas iseng dengan terus menambahkan lauk pada keduanya. Akhirnya makan malam mereka pun berjalan santai layaknya teman.


Dimas tergesa menghabiskan makanannya. Ia sudah merindukan pujaan hatinya. Benar saja, Ashe sudah mengirim pesan untuknya. Dimas hanya tersenyum.


Dimas : Coba liat apa yang sedang kamu lakukan ??


Dimas langsung menodong Ashe begitu Ashe menerima vcnya. Ashe nampak nyengir. Ia memperlihatkan sesuatu yang membuat Dimas membulatkan bibirnya.


Dimas : Ohhhh.... jadi kamu Terkeyong - keyong juga ???


Dimas mendengus kesal. Pamornya selalu kalah dari oppa - oppa Korea.


Ashe : Kamu nonton juga ya ??


Dimas : Engggak...


Ashe : Ckkkk.... bohoooong !!! Tadi pagi ngomong apa ??


Dimas : Liat kupu - kupu !!


Ashe : Tuuuh kan ???


Dimas terkekeh.


Dimas : Aku lebih cemburu karena mereka ketimbang Gena atau Adit..


Ashe : Ckkk Bie... mereka nggak mungkin gue miliki...


Dimas : Baguuslah...! Tetap saja, kamu betah melek semaleman ngeliatin


mereka. Sementara sama aku, kamu langsung tidur...!


Ashe : Kalau aku nggak tidur, drama korea bisa terjadi...


Dimas : Hahaha...! Oyaaa ??? Drama apa itu ??


Ashe : Drama ranjang...


Dimas tergelak. Tak menyangka Ashe mulai terbuka soal hal - hal pribadi seperti itu. Dimas begitu merindukan Ashe. Ia menatap wanita di layar ponselnya. Sejenak melupakan semua urusannya.