
Sesampainya di penginapan miliknya Daniel merebahkan tubuh Delia diatas ranjang. Tubuh Deliapun terpampang indah karena hanya tertutup bikini dan outer rajut ala kadarnya.
" Ya tuhan godaan apa lagi yang kau berikan " batin Daniel mengusap wajahnya kasar. Rasanya mubadzir sekali jika melewatkan tubuh indah Delia tanpa menjamahnya,tapi akan sangat pengecut sekali jika memanfaatkan ketidakberdayaan wanita mabuk hanya untuk memuaskan birahinya.
Perlahan Daniel mengusap lembut pipi Delia,merapikan rambut yang menutupi wajah cantiknya itu.
" Sepertinya wajahmu tidak asing,tapi siapa kau?" Daniel masih menyapukan jemarinya dipipi Delia. Tatapannya beralih pada bibir mungil nan sensual itu. Bibir hangat yang baru saja bergulat nikmat dengan bibirnya. Daniel tersenyum membayangkan cium*n panasnya bersama wanita asing ini,hingga tanpa sadar ibu jarinya kini sudah mengusap bibir merekah milik Delia.
" Maafkan aku gadis putus asa tapi kau benar-benar menggoda " lirih Daniel sebelum akhirnya kembali ******* bibir Delia. Sensasi hangat dipermukaan bibir Delia membuatnya menginginkan lebih hingga pria itu dengan berani memasukan lidahnya membuat ciumannya semakin dalam lagi,mengeksplor bagian dalam bibir Delia membuat si pemilik bibir yang sebelumnya tak sadar kini menggeliat merasakan sensasi menggoda yang belum ia sadari dari mana datangnya.
" Eehhmmmt " suara desah*an halus dari bibir Delia seakan membuat Daniel semakin menggila dan lebih berani lagi,kini sapuan bibirnya pun turun menggelitik leher putih milik artis cantik itu. Dan Delia hanya bisa pasrah antara sadar dan tidak sadar menerima sentuhan dan kecupan sensual dari Daniel. Delia merindukan ini,menginginkan sentuhan liar seperti ini sentuhan dan kehangatan yang tak lagi ia rasakan saat bersama Adrian. Namun ditengah aksi liar dan gila itu Daniel tiba-tiba saja berhenti. Dengan susah payah ia melepaskan diri dari tubuh Delia yang entah sejak kapan sudah ia lucuti semua penutupnya. Bukan ia tidak mau melakukannya tentu saja naluri lelakinya meminta lebih apalagi disaat panas-panasnya seperti ini,tapi dirinya bukanlah lelaki pengecut yang memanfaatkan mabuknya seorang gadis demi memenuhi hasratnya.
Tapi saat sekuat tenaga Daniel menahan dan menjauhkan diri Delia justru menariknya,wanita yang memang sedang kesepian itu seolah tak rela kehilangan sentuhan hangat yang baru saja ia dapatkan. Ia seolah dipermainkan,saat dirinya sudah benar-benar ON si lawan justru menjauh tentu saja Delia yang dalam pengaruh alkohol tidak akan membiarkan itu. Dengan satu kali tarikan kini posisinya sudah berada diatas pria matang bernama Daniel itu. Tanpa babibu lagi Delia sudah menyerang bibir Daniel dengan rakusnya,si pria pun yang mendapat serangan tiba-tiba hanya dapat melotot dan mencoba melepaskan Delia dari dirinya.
" Kau akan menyesal kalau sudah sadar " ucap Daniel tepat didepan wajah Delia,bahkan Daniel dapat merasakan hangat hembusan nafas Delia.
" Dan kau akan menyesal kalau tidak menurut padaku " balas Delia sembari menyapukan jarinya di wajah Daniel dengan sentuhan lembut nan menggoda. Dengan nakal ia membelai bibir Daniel yang masih intens menatapnya. Daniel pun seolah diuji keimanannya saat sentuhan lembut itu disertai pemandangan wajah cantik Delia yang kini menggigit bibirnya sendiri.
Dengan sekali tarikan kini Daniel berhasil membalikkan posisinya dengan Delia,Delialah yang kini berada dibawah kungkungan Daniel.
" Jangan menyesal jika kau sadar nanti " Daniel membelai lembut pipi Delia dan tanpa menunggu jawaban bibir si gadis pun sudah dalam pagutan mesra Daniel. Walaupun tanpa saling tahu latar belakang satu sama lain kini dua anak manusia itu saling berbagi kehangatan satu sama lain. Saling memberi dan menerima tanpa peduli konsekuensi yang akan diterima nantinya.
Delia meringis menggigit bibirnya saat merasakan sesuatu yang asing dibawah sana,mahkota yang selama ini ia jaga hanya untuk Adrian semata kini dengan tanpa syarat ia berikan pada lelaki asing yang baru ia temui. Ya memang Delia dalam pengaruh alkohol dan yang ada dalam pikirannya hanyalah menikmati kehangatan dan melupakan kepahitan hidupnya. Daniel sendiri merasa tercengang saat sadar telah mengambil kesucian wanita asing ini,ada rasa bersalah dan menyesal tapi semua sudah telanjur,ia tak akan bisa mengembalikan kesucian gadis manis yang kini terlihat meneteskan air matanya.
" Maafkan aku sayang,tapi kau yang memintanya " lirih Daniel kemudian mengecup lembut kening,mata dan berakhir di bibir basar milik Delia.
Walaupun menyesal dan merasa bersalah tapi Daniel tak ingin berhenti,ia malah semaki semangat ketika mendengar lengguh*an dan desa*an dari bibir Delia. Begitu pun dengan Delia walaupun merasa sakit perih tapi ia tidak ingin pergulatan mereka selesai sampai disini.
" Addrriann ... " teriak Delia tanpa sadar sambil menggigit pundak Daniel dengan keras,seolah sedang meluapkan rasa sakit dan nikmat yang ia rasakan. Daniel yang mendapat serangan hanya bisa menggeram dan meringis merasakan gigitan dipundaknya,sudah dapat dipastikan gigitan dan cakaran Delia pasti akan meninggalkan bekas dipermukaan kulitnya yang putih. Tapi ia tak perduli,rasa sakit yang ia terima tidak sebanding dengan nikmat yang ia rasakan.
Dan malam itu menjadi malam yang panjang untuk keduanya,hingga saat semuanya selesai Delia langsung tertidur dalam pelukan Daniel. Daniel sendiri hanya tersenyum sembari sesekali mengecup kening Delia yang basah karena keringat. Hormon oksitosin yang meningkat dalam dirinya membuat Daniel rileks kemudian berangsur-angsur tertidur dalam kepuasan.