
Walau masih diselimuti amarah tapi Bian tetap menjabat uluran tangan dokter Liam.
" Anda pasti tuan Bian bukan,anda keluarga nona Elea? " melihat tatapan dingin Bian sebenarnya dokter Liam enggan untuk beramah tamah dengannya,namun mau bagaimana lagi,selama dirinya ditugaskan untuk menangani Elea sudah pasti dokter Liam harus berhubungan dengan lelaki bernama Bian ini.
" Sebaiknya anda segera masuk,karena Ele .. " Bian tak melanjutkan kalimatnya,tatapannya beralir pada Adrian yang masih ada diantara mereka. Dokter Liam pun seolah latah ikut memandang Adrian.
" Apakah terjadi sesuatu?Elea baik-baik saja bukan? " Adrian segera menyuarakan pertanyaannya,melihat gestur tubuh dan kalimat Bian yang tidak diteruskan itu seperti terjadi sesuatu pada Elea.
" Bukan urusanmu!! " sentak Bian kemudian berjalan memasuki kamar perawatan Elea,dokter Liam mengangguk pelan dan menepuk bahu Adrian untuk memastikan semuanya akan baik-baik saja. Sebenarnya ingin rasanya Adrian ikut menyerbu masuk dan memastikan Elea baik-baik saja,tapi tentu saja tindakan itu akan membuat Bian lebih membencinya.
Dengan rasa cemas dan penasaran Adrian masih mondar mandir menunggu dokter Liam di depan pintu kamar.
' Semoga dia baik-baik saja ' Adrian mengetukkan jemarinya tangan kanannya pada daun pintu yang tertutup rapat itu. Sementara tangan lainya memegang dan meremas dada merasakan degupan jantungnya yang seolah akan keluar saking kerasnya.
Sementara di dalam kamar perawatan,dokter Liam kini tengah mengalungkan stetoskop di lehernya,ia baru saja selesai melakukan pemeriksaan pada Elea,dari penjelasan Bian tentang Elea yang tadi sempat mual dan memuntahkan cairan berwarna kuning pekat sepertinya dokter Liam menyimpulkan sesuatu.
' Apakah Elea sedang hamil? ' batin dokter Liam dengan dahi berkerut. Otak cerdasnya langsung menghitung dan mengira-ngira sudah berapa lama kejadian pembuahan yang dilakukan Adrian,namun karena dirinya bukan dokter obgyn dia tidak bisa memastikan benar atau tidaknya.
" Dokter,,apakah terjadi sesuatu? " tanya Elea merasa cemas karena melihat wajah dokter Liam yang terlihat bingung.
" Tidak..bukan sesuatu yang serius,,ini wajar terjadi karena waktu makan yang tidak teratur nona Elea " jawab dokter Liam yang memilih tak mengatakan kecurigaannya terlebih dulu.
" Baiklah sebaiknya kau beristirahat nona Elea,panggillah aku jika kau merasa mual dan muntah lagi " dokter Liam mengakhiri sesi pemeriksaanya,namun saat akan keluar Bian tiba-tiba mencegahnya dan menariknya sedikit agak menjauh dari Elea.
" Apakah Elea bisa dipindahkan .. dipindahkan dari rumah sakit ini? " Bian menatap dokter Liam dengan ekspresi tak terbaca,tentu saja dokter Liam merasa kaget dengan pertanyaan Bian.
" Memangnya ada yang salah dengan rumah sakit ini?anda tahu bukan rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit terbaik di kota ini,jangan tanyakan tentang pelayanannya karena .. "
" Bukan karena itu " dengan cepat Bian memotong penjelasan dokter Liam,wajahnya menggelap saat berusaha mengutarakan alasannya namun serasa semua kata tercekat tak dapat ia ucapkan.
" Apakah karena dokter Adrian? " dokter Liam memberanikan diri menanyakan perihal Adrian dan tentu saja apa yang ditanyakan dokter Liam langsung mendapat reaksi kaget dan tatapan dingin dari Bian.
" Saya sudah tahu semuanya tuan Bian,karena saya lah yang menangani nona Elea sejak pertama kali dia masuk sebagai .. " ucapannya terhenti seolah menimbang apakah Bian akan menerima apa yang dia ucapkan. Namun tak disangka Bian malah menarik dokter Liam lebih menjauh hingga tak terlihat oleh Elea.
" Jadi kau tahu kejadian malam itu? " sudah tidak ada nada formal lagi dalam ucapan Bian,dirinya tak perduli lagi dengan siapa ia bicara,yang terpenting adalah dirinya harus menggali informasi tentang malam itu.
Setelah melihat dokter Liam menganggukkan kepala Bian melanjutkan kalimatnya.
" Apakah kau masih menyimpan semua data pemeriksaan Elea malam itu? " Dokter Liam kembali mengangguk.
" Malam itu,Adrian memintaku agar melakukan pemeriksaan menyeluruh pada nona Elea dan menyimpan semua hasilnya,jadi jika nona Elea ingin menuntut Adrian anda bisa menghubungiku untuk mendapatkan bukti pemeriksaan medisnya " jelas dokter Liam dengan tenang,Adrian memang memintanya untuk itu,meminta memeriksa kondisi Elea secara menyeluruh dan menyimpan data mengenai hasilnya.
" Kenapa pria brengsek itu melakukannya?! " tanya Bian merasa janggal,entah apa tujuan Adrian sebenarnya,tapi ia merasa tidak yakin Adrian menyimpan data pemeriksaan itu hanya untuk berjaga-jaga bila Elea ingin menuntut perbuatannya.
" Aku tak tahu dan juga tak ingin tahu tuan Bian,yang jelas Adrian memintaku dengan alasan yang aku sebutkan tadi,perihal benar atau tidaknya sebaiknya kau tanyakan langsung kepadanya,dan percayalah tuan Bian aku akan sangat mendukungmu bila kau ingin menuntutnya " dokter Liam berucap ringan dengan senyum simpul,karena jika benar-benar Bian menuntut dan Adrian dipenjara dirinya akan bebas bertugas tanpa permintaan-permintaan aneh dari sahabatnya itu,walaupun jauh dari lubuk hatinya ia tidak rela jika Adrian akhirnya dipenjara.