One Night With You

One Night With You
Persahabatan Dan Cinta



Sudah satu minggu sejak datangnya Delia ke apartemen Adrian,sejak satu minggu itu pula sang artis menghilang entah kemana,membuat jadwal syutingnya carut marut dan menambah jumlah blacklist kepada dirinya. Rio managernya pun harus jumpalitan menangani banyaknya keluhan untuk Delia. Mulai dari pembatalan kontrak sinetron,iklan dan kontrak kerja lain yang membuat pundi-pundi rupiahnya juga tak jadi mengalir ke rekening. Itu semua tidak ada apa-apanya dibanding issue dan gosip di media yang mengatakan Delia tengah hamil dan menghilang untuk menutupi kehamilannya.


" Pulanglah...kau harus mengadakan konferensi pers" Delia membaca pesan yang dikirimkan oleh Rio,namun setelah membacanya ia tak ada keinginan untuk membalas.


" Apakah gosip di luaran sama benar?siapa ayah dari anak itu? " pesan kedua yang dikirimkan ayahnya yang kini berada di Melbourne. Seperti halnya dengan pesan dari Rio,Delia juga mengacuhkan pesan dari sang ayah.


" Lu dimana....?!awas kalo gak dateng ke kawinan gue " pesan yang lain yang dikirim oleh Vania. Delia baru ingat satu minggu lagi lagi Vania akan menikah,harusnya dia juga ikut bahagia di moment itu,tapi pantaskah dia bahagia dengan keadaanya saat ini?


Delia kembali mematikan ponselnya,ia sedang ingin sendiri menikmati pikirannya yang berkecamuk luar biasa. Delia memandang jauh ke tengah laut dengan ombak menggulung-gulung menciptakan pemandangan yang menyejukkan mata. Angin bertiup semilir membuat rambutnya yang tergerai berterbangan hingga sesekali menutupi wajah ayunya. Ya..Delia sekarang tengah termenung di sebuah rumah ditepi pantai. Rumah yang tergolong estetik itu adalah milik keluarganya,tidak pernah ditinggali seseorang,hanya seorang pelayan yang dua hari sekali datang untuk membersihkan tempat tersebut. Disana Delia sering menghilang untuk menyendiri menenangkan pikirannya. Karena selain Adrian tak ada lagi orang terdekatnya yang tahu keberadaan tempat itu. Maka saat dirinya merasa hancur karena kelakuan Adrian ia memutuskan menenangkan diri di tempat itu.


Apa yang ada di pikiran mereka berdua?


Tidakkah mereka memikirkan betapa hancurnya perasaanku?


Sekali lagi air mata Delia berhasil lolos dari pelupuk matanya,segera saja tangannya yang tadinya bersedekap mengurai menghapus air mata di pipinya. Dia tidak boleh menangis,kesalahan dari kekasih dan sahabatnya tidak boleh menyakitinya hatinya,dia harus kuat dan berdiri tegak memperjuangkan kebahagiaannya,jika Elea bisa menemani dan memuaskan Adrian untuk satu malam maka dirinya lebih bisa dan berhak untuk menemani dan membahagiakan Adrian untuk selamanya. Dia adalah Delia,Delia Asmarea seorang artis yang didambakan banyak lelaki namun dia menolak semuanya dan hanya satu lelaki yang dia inginkan,dia tidak akan tinggal diam membiarkan lelaki pilihannya diambil oleh sahabatnya sendiri. Jika persahabatan yang jadi taruhannya maka Delia akan merelakan persahabatan itu,baginya Adrian lebih penting,Adrian adalah dunianya dan persahabatan tidak boleh meluluhlantakkan dunianya.