One Night With You

One Night With You
PART 84



Jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan saat Adrian dan Elea sampai di mansion,karena istrinya tertidur dan tak tega membangunkannya Adrian lantas menggendong Elea turun dari mobil,dan istrinya itupun tampak diam tak terusik mungkin dia memang sangat mengantuk.


Melihat putranya akhirnya pulang mama Aida merasa lega,walaupun sebenarnya ia ingin mengomel karena seharian pesan dan teleponnya diacuhkan oleh Adrian tapi urung ia lakukan karena melihat menantunya yang tertidur dalam gendongan sang putra.


Satu persatu Adrian menaiki anak tangga menuju kamarnya,walaupun bobot tubuh Elea hampir menyentuh lima puluh kilogram tapi tidak terasa berat sama sekali meskipun kini dirinya sedang berjalan menaiki tangga. Senyumnya terukir saat Elea mengeratkan kedua tangannya di leher Adrian .


Setelah sampai di kamarnya tubuh Elea dibaringkan dengan sangat lembut,dan istrinya itu masih terlihat pulas,hanya gerakan kecil seakan mencari posisi nyaman untuknya. Tak lupa Adrian mengecup lembut kening Elea sebelum akhirnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara ditempat yang berbeda mata elang seorang pemuda menangkap bayangan seorang gadis berjalan dipinggir laut,gadis itu nampak memakai outher untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut bikini. Entah apa yang ada dipikirannya sampai harus berenang di malam-malam dingin seperti ini. Bahkan gadis itupun memilih duduk ditepian pantai seolah malah menikmati dinginnya hembusan angin malam.


Pemuda itu tampak mendekati sang gadis yang ia temui beberapa saat lalu,gadis yang mengaku telah kehilangan segalanya.


" Minumlah,ini akan membantu menghangatkanmu " ucap Daniel mengulurkan sebotol bir yang ia pegang sejak tadi. Delia yang sedari tadi merasa sendirian lantas menatap sesosok pria itu dari atas sampai bawah. Matanya memutar malas saat menyadari pria yang berdiri disebelahnya ini adalah pria yang sama yang ia temui tadi siang.


" Berenang malam-malam begini apa kau tidak takut dimakan buaya? " tanya Daniel ikut duduk disebelah Delia.


" Buayanya sedang duduk di sebelahku " jawab Delia asal saja. Daniel tersenyum tipis merasa gadis disebelahnya ini memang menarik. Biasanya gadis-gadis yang ia temui akan langsung terpesona dan bertekuk lutut memujanya,tapi yang satu ini begitu acuh padanya.


" Yaa .. aku memang buaya,tapi aku tidak tertarik menerkam gadis putus asa seperti dirimu " goda Daniel seraya menegak bir.


" Apa kau bilang?putus asa?! "


" Benar .. putus asa .. seorang gadis normal tidak akan mau berenang sendirian malam-malam seperti ini,tapi kau .. ?ah ..sudahlah tidak ada gunanya bicara dengan gadis pu-tus-a-sa " Daniel bahkan mengeja kata putus asa yang membuat Delia semakin kesal.


" Baiklah aku memang putus asa,jadi kenapa kau tidak pergi menjauh saja dariku " omel Delia penuh emosi,tapi Daniel malah terkekeh menatapnya seolah menikmati raut wajah Delia yang merah padam.


" Pantai ini bukan milik pribadimu,jadi aku bebas duduk dimana saja " balas Daniel kembali meneguk birnya,tanpa peduli tatapan Delia yang semakin kesal kepadanya.


" Berikan itu padaku!!kau benar-benar merusak malamku yang damai " seru Delia merebut bir dari tangan Daniel kemudian meneguknya hingga beberapa tegukan,membuat Daniel langsung melongo melihat gadis aneh tapi menarik ini.


" Kau mau lagi?aku masih ada beberapa dimobilku " tawar Daniel menyahut dan meminum kembali birnya.


" Sebenarnya siapa namamu?dan dimana kau tinggal? " tanya pemuda blasteran itu masih memperhatikan Delia yang meneguk bir miliknya.


" Kau pria yang banyak bicara seperti managerku " Delia menjawab asal,sepertinya gadis itu sudah mulai mabuk. Walaupun Delia sering minum tapi entah mengapa bir yang dibawa Daniel terasa berbeda,baru setengah botol ia minum rasanya sudah melayang antara sadar dan tidak sadar.


" Cukup .. sepertinya kau sudah mabuk " Daniel menyambar botol bir itu karena Delia terus saja meneguknya hingga hampir tandas,rasanya ia sedikit menyesal memberikan minuman haram itu pada gadis malang ini.


" Hey .. sesuatu yang sudah diberikan tidak boleh diambil lagi " seru Delia berusaha merebut botol bir dari tangan Daniel,namun usahanya sia-sia saja pria itu dengan tangkas berdiri dan menjauhkan botol bir darinya.


" Kau ...!! " Delia ikut bangkit dan berusaha meraih tangan Daniel.


" Baiklah aku akan memberikan ini padamu,tapi beritahu dulu siapa namamu "


" Namaku??kenapa kau penasaran sekali dengan namaku?apa kau juga mau tanda tanganku? " Delia mulai meracau dengan senyuman liar,Daniel pun sadar gadis ini benar-benar mabuk. Bir yang ia bawa memang mengandung alkohol tinggi membuat peminumnya cepat mabuk,apalagi untuk seseorang yang tidak pernah meminum bir dengan jenis seperti ini.


" Kenapa diam?kau mau tahu namaku atau mau tanda tanganku? " Delia kembali mendekat kearah Daniel kemudian mencengkram kerah kemejanya.


" Sudahlah kau benar-benar mabuk,dimana tempat tinggalmu?aku akan mengantarmu pulang "


" Karena kau baik,aku akan memberimu tanda tangan spesial " balas Delia kemudian tiba-tiba mengecup bibir Daniel,membuat kedua mata pria itu melotot hampir keluar. Menyadari benda kenyal nan hangat menyentuh bibirnya membuat jiwa lelaki Daniel terpatik,dia adalah lelaki normal dan mendapat serangan tiba-tiba yang menurutnya nikmat membuat Daniel tidak melepasnya begitu saja. Saat Delia melepas kecupannya Daniel malah menarik pinggang sang gadis dan langsung ******* bibir Delia. Masa bodoh dengan nama dan asal-usul si gadis,yang jelas bibir gadis ini begitu menggoda dan nikmat apalagi saat Delia membuka bibirnya membuat Daniel leluasa memainkan lidahnya di dalam sana,mencoba menyesap rasa manis dari bibir gadis misterius ini.


Delia sendiri menarik dan mencengkram kemeja Daniel,merasakan nikmat yang hangat dari bibirnya kini seakan menyebar keseluruh tubuhnya. Apalagi saat Daniel menekan tengkuknya mencoba memperdalam cium*n mereka yang membara,membuat Delia semakin melayang dan melupakan segalanya. Sudah lama ia tidak merasakan keintiman seperti ini,yang dipikirannya saat ini hanyalah membuang duka laranya,menikmati sentuhan pria asing yang entah dari mana datangnya.


Cukup lama mereka saling ******* dan menyesap rasa nikmat masing-masing,hingga Daniel merasa cengkraman Delia semakin mengendur dann.. gadis itu tiba-tiba pingsan,untung saja Daniel segera menangkapnya hingga Delia tak sampai jatuh.


" Hemmtt ... baru juga pemanasan dia sudah lemas " Daniel berdecak memandangi Delia yang sudah tak berdaya,sebuah senyuman terukir di wajahnya saat menatap bibir Delia yang bengkak karena ulahnya.


" Kau sungguh manis gadis putus asa " puji Daniel mengusap bibir basah Delia dengan ibu jarinya.


Karena tak tahu siapa gadis ini dan dimana ia tinggal Daniel memutuskan membawa Delia ke mobilnya,ia tidak mungkin meninggalkan Delia sendirian disini dan dalam keadaan teler seperti ini,bisa habis dimangsa buaya-buaya mesum kalau ia tinggalkan.