One Night With You

One Night With You
PART 66



" Apa kau yakin Elea baik-baik saja? " Tanya Adrian saat mengantarkan dokter Alex keluar dari apartemen Elea. Walaupun dokter Alex sudah menjelaskan secara gamblang bahwa kondisi Elea memang wajar terjadi pada kehamilan trisemester awal namun sepertinya Adrian belum puas dengan hasil pemeriksaan dokter Alex.


" Ini sudah ketiga kalinya kau bertanya padaku Adrian,apa kau meragukanku sebagai dokter obgyn? "


" Bukan begitu,tapi bagaimana dia baik-baik saja kalau masih sering mual dan muntah,bahkan dia juga tidak berselera makan " raut wajah Adrian masih muram dan penuh kekhawatiran.


" Aku sudah meresepkan obat untuk mengurangi rasa mualnya,jika rasa mualnya mulai reda makan Elea bisa makan dan minum dengan baik "


" Tenanglah Adrian,Elea baik-baik saja " dokter Alex menepuk pundak Adrian yang masih menatapnya dengan keraguan.


" Masuklah,aku akan pulang " imbuh dokter Alex kemudian berlalu meninggalkan Adrian. Adrian sendiri masih terpaku di depan pintu apartemen Elea.


Sementara di kamar Elea Bian menatap adiknya dengan yang sudah tertidur. Setelah meminum obat yang diberikan dokter Alex akhirnya Elea dalat memejamkan matanya tanpa merasa mual dan pening yang senantiasa datang silih berganti.


" Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini Ele? " gumam Bian sembari mendekap jemari sang adik. Tanpa ia sadari Adrian kini tengah berdiri diambang sembari memperhatikannya.


" Maafkan aku yang telah gagal menjaga dirimu sayang " kembali Bian bergumam,bahkan kini lelaki itu terlihat menyeka matanya.


Bian menangis? Batin Adrian masih memperhatikan tanpa berani melangkah masuk. Adrian kemudian melangkah menjauh dari pintu kamar Elea,berjalan gontai dan duduk di ruang tengah. Lama ia duduk menunggu sampai akhirnya Bian keluar dan menatap heran kearahnya.


" Kau masih disini? " Tanya Bian dengan raut wajah dingin.


" Aku .. aku ingin memastikan Elea baik-baik saja "


" Bukankah temanmu itu bilang kalau Elea memang baik-baik saja " jawabnya ketus. Lama mereka hanya saling diam sampai akhirnya suara dering ponsel Bian memecahkan keheningan.


Pengacara itu terlihat tengah berdebat dengan seseorang diseberang sana. Hingga ia memutuskan untuk kembali,entah kembali kemana ke pengadilan atau kemana itu Adrian tak berniat untuk mempertanyakannya.


" Lebih tidak mungkin lagi meninggalkan Elea sendirian,bagaiman jika terjadi sesuatu "


" Aku akan meminta Irina kemari "


" Aku kan tetap disini Bian " Bian tak menjawab dan tak perduli dengan ucapan Adrian,ia malah sibuk dengan ponselnya.


" Halo Irina " ucap Bian dengan ponsel yang sudah menempel di telinganya,sepertinya ia benar-benar meminta Irina untuk datang.


" Kau sibuk?bisakah kau menemani Ele sebentar,aku harus kembali ke pengadilan dan .. " belum sempat Bian melanjutkan kalimatnya Irina sudah memotong dengan nada khawatir,gadis itu bilang sedang berada di rumah sakit karena salah satu karyawannya mengalami kecelakaan di cafenya.


" Jadi kau tidak bisa datang? " Bian memastikan,sepertinya ucapan Bian membuat hati Adrian sedikit lega karena jika Irina tak bisa datang,maka dirinya dapat berlama-lama berada di apartemen ini.


" Baiklah,maafkan aku,akan akau tutup teleponnya " Bian kemudian menutup teleponnya,sejurus kemudian ia memandang Adrian yang masih duduk manis ditempatnya.


" Pergilah aku akan menjaganya " seolah mengerti isi pikiran Bian ia kemudian berdiri dan mendekati Bian.


" Percayalah padaku Bian,aku tidak akan berbuat macam-macam " Bian hanya diam,menatap tajam pada Adrian kemudian beralih menatap pintu kamar Elea yang tertutup rapat.


" Ingat Adrian jika kau ... "


" Aku tidak akan melakukan apapun " Adrian memotong perkataan Bian. Nada dering ponsel Bian kembali terdengar.


" Pergilah pasti banyak yang sudah menunggumu " Adrian kembali berucap,Bian pun segera berlalu sembari menjawab teleponnya .