
Sementara Adrian berbahagia penuh haru mendapatkan wanita pujaannya,seorang pria kini tengah murka luar biasa,pria otu adalah Barra mantan kekasih Elea. Pria itu kini tengah terduduk setelah meluapkan kekesalan,kekecewaan dan kemarahannya. Tak hanya keringat yang menetes memenuhi wajahnya,tetapi darah segar menetes dari kedua tangannya yang masih terkepal. Yah.. tangan itu baru saja memukul apa saja yang ada dj dekatnya,apa saja .. termasuk bingkai besar dirinya bersama Elea. Membuat tangannya dipenuhi luka dan darah. Bahkan apartemen pribadinya menjadi luluh lantah tak karuan,seperti hatinya yang kini hancur tak terkira.
Elea adalah hartanya,nyawanya dunianya dan semua itu kini telah dimiliki pria lain,bahkan wanita tercintanya itu kini mengandung benih pria tersebut. Jika saja pada akhirnya akan seperti ini lebih baik dari dulu ia memaksakan kehendaknya pada Elea dan membuat mantan kekasihnya itu mengandung anaknya. Tapi dia tak sampai hati menyakiti hati dan menghancurkan Elea dengan melakukan itu semua,ia lebih memilih melampiaskan hasratnya pada wanita lain walaupun itu sama saja menyakiti Elea. Dan inilah yang akhirnya ia terima,sebuah hukuman atas penghianatan fisik yang selama ini ia lakukan. Benar penghianatan fisik,karena selama ia bercinta dengan wanita lain ia tak pernah melibatkan perasaan dan hatinya. Ia hanya ingin melampiaskan birahinya yang tak dapat ia lakukan pada wanitanya yang paling ia cintai.
Kini ia hanya bisa menyesali semuanya,wanita itu tak akan kembali padanya. Dia kini istri sah dari lelaki lain dan calon ibu dari anak lelaki lain pula,jadi bagaimana ia kan melanjutkan hidup jika dunianya kini berputar pada poros yang lain.
" Aarrgghh .... " teriak Barra begitu frustasi,berkali-kali ia memukul dadanya sendiri yang terasa sesak dan sakit luar biasa.
Dari kejauhan Mateo hanya bisa memandang tuannya dengan rasa iba. Tuannya uang dulu penuh pesona dan memiliki segalanya kini telah benar-benar hancur dan jatuh di dalam jurang tak bertepi. Dari dulu Mateo sudah menduga ini semua akan terjadi dimana tuannya akan menyesali semua pengkhianatan pada sang kekasih,namun apalah daya Mateo hanyalah seorang bawahan yang tidak mempunyai hak mengatur apa yang diinginkan tuan besarnya.
Namun ada setitik rasa lega di hati Mateo,nona Elea yang selama ini terhianati diam-diam,kini telah bersama seorang yang tepat yaitu Adrian. Walaupun dengan cara yang salah tapi Mateo yakin sahabat lamanya itu bisa menjadi suami yang baik untuk Elea.
🥀
Dari kejauhan ternyata Elea juga tengah memperhatikannya. Adiknya itu memang terlihat tidak nyaman sejak acara dimulai. Senyumnya juga terlihat kaku dan dipaksakan. Perlahan adiknya melangkah dan berjalan mendekati Bian. Sadar ditinggalkan oleh istri barunya Adrian pun mengikuti Elea mendekat ke arah Bian.
" Ada apa kak? " tanya Elea ketika sudah sampai di hadapan Bian yang duduk sendirian.
" Seharusnya kakak yang bertanya seperti itu " jawab Bian menggenggam jemari adiknya.
" Maafkan kakak Ele,maafkan kakak memaksamu menikahi pria yang sudah menghancurkan hidupmu " ucap Bian dengan suara berat sembari menatap manik mata Elea yang kini mulai berkaca-kaca. Dan tanpa menjawab kalimat kakaknya Elea kini memeluk erat tubuh Bian.
" Baik-baiklah Ele,berbahagialah " imbuhnya mengusap punggung sang adik yang mulai bergetar karena tangis. Dari kejauhan Adrian terdiam berdiri mematung memandang dua kakak beradik yang tengah saling berpelukan itu. Ia tahu istri barunya sedang menangis,dia pun juga bingung harus bagaimana haruskah ia mendekat atau hanya menunggu dan membiarkan kedua saudara itu dengan emosinya masing-masing.