One Night With You

One Night With You
PART 53



" Teganya kau Ele ... sudah puaskah kau menghancurkan hubunganku dengan Adrian ... ?! " teriak Delia dengan wajah merah padam karena gejolak emosi. Sementara Elea sendiri tak menjawab pertanyaan ironi Delia,dia hanya tertunduk dengan isakan tangis yang mulai terdengar.


" Kenapa kau lakukan itu semua Elea, kenapaa .. ?!! " tangis Delia pun kini pecah seiring hentakkan kedua tangannya yang mengguncang pundak Elea.


" Hentikan Delia .. " teriak Irina yang menyerbu mendekati mereka berdua diikuti dengan Barra dibelakangnya. Irina langsung mendekap Elea yang mulai menangis tergugu sembari menutup mulutnya.


" Ow .. apakah kau juga terlibat Irina?apakah kalian berkonspirasi menjatuhkan aku .. ?? "


" Cukup Delia .. " sentak Irina yang hampir menampar Delia.


" Kenapa berhenti,tampar aku Irina .. tamparlah ..!! toh juga aku tidak akan merasakan apa-apa,karena hati dan seluruh tubuhnya sudah remuk akibat kelicikan sahabatmu ... " dengan kemarahan luar biasa Delia hampir saja menjambak rambut Elea namun dihentikan oleh Barra. Walaupun Barra masih bingung dengan apa yang terjadi namun dia tidak bisa diam saja melihat Elea yang dipojokkan dan disakiti oleh Delia.


" Untuk apa kau membelanya haah .. ?! apa kau tidak tahu apa yang dia lakukan di belakangmu? " kini Delia menatap tajam Barra,yang berdiri sebagai tameng didepan Elea.


" Apapun yang ELea lakukan di belakangku,bukan berarti kau bisa menyakitinya seperti ini " sentak Barra dengan raut wajah menahan emosi,apapun kesalahan yang dilakukan Elea tapi Delia sudah keterlaluan dan menyakiti Elea.


" Menyakitinya?! dialah yang menyakitiku Barra!! dia bahkan tega meniduri kekasihku ... !! " bagaikan tersambar petir saat Barra mendengar perkataan Delia,reflek dia menoleh kearah Elea yang masih menangis dalam pelukan Irina.


" Apa kau bilang Delia?siapa yang kau maksud? " Barra masih mencoba meyakinkan apa yang baru saja ia dengar. Walaupun dia dapat mendengar dengan jelas semua ucapan Delia tadi namun sepertinya tidak mungkin seorang Elea melakukan itu.


" Ya ... kekasih jalangmu itu sudah tidur dengan Adrianku .. " ungkap Delia dengan menghapus kasar air mata di pipinya.


" Cukup Delia .. hentikan omong kosongmu !! " bentak Irina yang akan kembali menampar Delia namun ditarik oleh Elea dengan sekuat tenaga. Sementara Barra hanya terdiam dengan wajahnya yang masih bingung dan syok dengan semua kenyataan yang ia dengar.


" Lihatlah dia hanya diam saja bukan,hentikan air mata buayamu,apa kau senang sekarang ada dua pria yang jatuh dalam pelukanmu " makian Delian semakin membuat Elea merasa sesak dan perih dihatinya,ia tak mampu lagi berada di sana dan memutuskan untuk pergi namun lengannya ditarik oleh Delia.


" Mau kemana ... mencari target baru untuk kau tiduri ..hah?? "


" Cukup Delia ..." dengan sepenuh tenaga Elea memaksa bibirnya untuk mengeluarkan suara,walau tak selantang Delia namun cukup di dengar oleh tiga orang yang ada di sana.


" Tahukah kau aku juga sama menderitanya denganmu?apa menurutmu aku ingin semua ini terjadi padaku?apa menurutmu aku akan senang menjadi korban pemerkosaan?! " Elea berteriak dan menangis menumpahkan isi hatinya. Namun hanya senyuman sinis Delia yang ia dapatkan. Dan Barra sendiri terlihat sangat syok dengan kalimat panjang Elea.


' Korban pemerkosaan?Elea diperkosa?oleh Adrian? ' pertanyaan-pertanyaan itu mulai bergulat memenuhi pikiran Barra namun tak dapat ia utarakan.


" Elea Maulana ... " Delia menelusuri wajah Elea dengan telunjuknya,sebuah gerakan halus dari mata hidung dan terus menurun,kemudian berhenti di dagu Elea dan mencengkeramnya kuat-kuat membuat Elea meringis sakit.


" Sekarang katakan padaku Elea,antara kekasihmu dan kekasihku siapa yang lebih memuaskanmu?! " nada bicara Delia dibuat sangat merendahkan Elea,hinga membuat semua kata-kata tercekat tak mampu Elea ucapkan,betapa sakitnya luka yang tak sengaja ia torehkan kepada sahabatnya ini,hingga ia tega memaki dan merendahkannya samapi dititik terendah.


" Hentikan Delia ... !! " suara lantang dan berat dari seorang pria di ujung lorong membuat semua mata tertuju padanya,begitupun dengan Irina yang tadinya ingin melangkah membela Elea kini juga berbalik menoleh ke sumber suara yang ada dibelakangnya. Pria itu adalah Adrian yang kini berjalan cepat menuju Delia dan Elea,ditariknya lengan Elea hingga lepas dari cengkeraman Delia.


" Owh ... kau datang untuk menyelamatkan jalangmu ini? "


" Tutup mulut kotormu itu Delia?apakah kau lupa semua ini terjadi juga karena ulahmu " balas Adrian hingga membuat semua orang yang disana menatapnya heran,termasuk juga Delia.


" Kau lupa apa yang kau lakukan padaku malam itu? " Adrian diam menunggu reaksi Delia,saat wanita itu diam dan masih menatapnya dengan tatapan bingung Adrian mengeluarkan ponselnya.


" Baiklah akan aku ingatkan bagaimana lancarnya rencanamu untuk menjebakku " ungkap Adrian memutar sebuah video di ponselnya. Video yang menunjukkan sosok Delia yang berbicara dengan seorang pelayan,dan di slide berikutnya video seorang pelayan yang membubuhkan sesuatu kedalam sebuah gelas yang berisikan anggur dan slide terakhir sebuah video tentang pengakuan pelayan yang mengatakan ia dibayar oleh seorang artis bernama Delia Asmarea untuk membubuhkan sejenis obat ke dalam anggur yang diminum Adrian. Semua orang yang disana tercengang setelah video itu berhenti.


" Jadi Elea hanya korban disini,korban kebengisanku karena obat yang kau berikan " tutur Adrian mengakhiri klarifikasinya.


Delia tersenyum sinis " Apa kau gila?apa menurutmu aku menjebakmu untuk meniduri sahabatku sendiri? " tanya Delia dengan penuh penekanan.


" Tidak .. kau bahkan tak menyangka aku akan memilih Elea untuk melampiaskan hasratku yang tidak dapat aku tahan karena obatmu,rencanamu adalah menjebakku agar aku menidurimu dan menjeratku pada akhirnya,karena kau tak terima dengan hubungan kita yang sudah berakhir " penjelasan Adrian menjatuhkan Delia hingga telak dan tak dapat mengelak.


" Jadi disinilah kau akhirnya,melampiaskan kekesalan dan kemarahanmu kepada Elea yang sebenarnya adalah korban,kau berpikir karena Elea lah semua rencanamu gagal bukan " Delia terdiam semua kemarahan dan umpatan-umpatan emosi terasa tercekat dalam tenggorokannya.


" Aku tidak akan membiarkan itu Delia,aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sedikitpun " ancam Adrian kemudian menarik lengan Elea dan meninggalkan tempat itu. Elea yang masih syok dan mendapat tarikan tiba-tiba tak dapat melawan dan hanya tertatih mengikuti langkah Adrian.


Sementara Barra hanya dapat diam memandang punggung Elea dan Adrian yang semakin menjauh dan hilang. Bukan ia menerima semua ini tapi dirinya masih belum siap dengan kebenaran yang ia dengar,hingga akhirnya tangannya terkepal dengan sorot mata penuh emosi menyadari seorang pria asing telah merenggut kehormatan wanita yang dia cintai secara paksa.


' Aku tidak akan melepaskanmu Adrian,aku akan mengambil kembali apa yang telah kau rebut dariku ' batin Barra dengan luapan emosi yang membuat wajahnya memerah sampai air mata menggenang di pelupuk matanya.


Tak berbeda jauh dengan Delia yang kini berteriak meluapkan emosi saat Irina dan Barra meninggalkannya disana.