One Night With You

One Night With You
PART 78



" Aku tahu kau membenciku Elea,aku tahu kau sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini,tapi demi anak kita berusahalah untuk menerimaku " ucap Adrian kembali,masih mendekap jemari Elea dan menatap dalam manik mata bening itu. Elea sendiri merasa tidak nyaman dan ingin menarik tangannya dari dekapan sang suami tapi sepertinya sia-sia saja,semakin Elea berusaha menariknya semakin kencang dekapan Adrian.


" Dokter Adrian..tolong jangan begini " lirih Elea mencoba menarik tangannya kembali.


" Aku bukan doktermu,aku suamimu " jawab Adrian semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Elea,membuat Elea tidak nyaman dan sedikit bergeser.


" Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memanggil namaku dengan benar " hening Elea tak menjawab dan tidak merespon dengan gerakan apapun.


Adrian tersenyum melihat wajah Elea yang memerah,ia merasa bahagia sekaligus lega melihat wanitanya kini berada disini sebagai miliknya yang sah,walaupun hanya memiliki raga Elea dan tidak dengan hatinya namun Adrian yakin dan akan berusaha meluluhkan hati Elea.


" Tunggu sebentar,aku akan meminta pelayan membantumu berganti pakaian " Adrian beranjak,meninggalkan Elea yang masih mematung dengan detak jantung tak menentu.


Tak lama seorang pelayan wanita datang dan membantu Elea menganti dressnya dengan pakaian yang lebih nyaman.


" Anda butuh sesuatu yang lain nyonya? " tanya pelayan muda itu setelah Elea selesai.


" Tidak ada terimakasih "


Lama Elea menunggu menatap kearah pintu seolah menunggu Adrian akankah pria itu juga akan tidur di kamar ini atau tidak,bukannya apa-apa Elea hanya merasa tidak nyaman berada satu ruangan atau bahkan satu ranjang dengan suami barunya itu. Namun pintu itu tak kunjung terbuka,mungkin memang Adrian tidur dikamar lain membuat Elea lega dan akhirnya berbaring membungkus tubuhnya dengan selimut. Karena rasa kantuk dan lelah tak lama Elea pun tertidur pulas,tanpa ia sadari ada langkah kaki yang memasuki kamar dan mendekati ranjangnya. Siapa lagi kalau bukan Adrian yang akhirnya memutuskan memasuki kamar itu pula. Sebenarnya Adrian dari tadi menunggu di ruangan lain memperhatikan istrinya melalui layar ponselnya. Sengaja menunggu Elea tertidur agar tak mengganggu kenyamanan istrinya saat Adrian masuk kamar.


Sebenarnya bisa saja Adrian tidur di kamar lain,karena memang di mansion itu banyak kamar kosong,tapi ia tidak tega untuk membiarkan istrinya tidur sendirian,bagaimana kalau tengah malam nanti Elea kembali mual dan muntah,bagaimana kalau Elea butuh sesuatu sedangkan ia tidak terbiasa dengan rumah barunya. Maka dari itu Adrian memutuskan untuk kembali ke kamar setelah Elea tertidur agar tak membuat istrinya tidak nyaman.


Adrian duduk berjongkok memandangi wajah polos istrinya,senyuman tipis terlihat disudut bibirnya. Wajah Elea terlihat begitu damai dalam tidurnya begitu indah dipandang walaupun sedikit pucat. Andai saja mual dan muntah yang Elea rasakan dapat ia obati dan hilangkan sepenuhnya,tapi apalah daya Alex bilang itu kondisi normal untuk kehamilan pada trisemester awal tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama mual dan muntahnya tidak terlalu sering.


' Maafkan aku Elea,aku berjanji akan menjadi suami dan ayah terbaik untukmu dan anak kita nanti ' gumam Adrian dalam hati,ingin raanya ia membelai wajah polos itu,merapikan anak-anak rambut yang sedikit menutupi wajah Elea,tapi ia takut gerakannya malah akan membangunkan Elea.


Setelah puas memandangi wajah istrinya,Adrian memutuskan untuk tidur di sofa yang tak jauh dari ranjang. Dengan begitu ia tidak akan mengganggu kenyamanan sang istri tapi tetap siaga bila sewaktu-waktu istrinya bangun.


Walau sudah berbaring di atas sofa tapi pandangan mata Adrian tak lepas dari Elea. Andai saja dirinya dapat tidur di samping Elea,memeluk erat tubuh mungil istrinya itu sembari mengelus perutnya yang masih rata dimana darah daging mereka sedang bertumbuh di dalam sana alangkah bahagianya hati Adrian. Bukan karena Adrian mesum atau modus tapi Alex bilang mungkin dengan physical touch akan meredakan kegelisahan,rasa mual dan muntah yang sedang dialami oleh ibu hamil. Karena biasanya kasih sayang dan perhatian suami adalah obat paling manjur untuk keluhan-keluhan ibu hamil. Tapi mungkin kasus Elea akan berbeda bukannya nyaman dengan perhatian dan physical touch dari Adrian istrinya itu pasti akan merasa risih dan lebih mual.


Gerakan kecil dari atas ranjang membuat lamunan Adrian membuyar,reflek ia segera bangun. Tapi sepertinya Elea hanya bergeser tanpa membuka matanya. Sepertinya istrinya itu memang benar-benar pulas dalam tidurnya karena Adrian mendengar dengkuran halus dari Elea,membuat senyum kelegaan terukir di wajah Adrian.


Sepertinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan,Elea sudah tertidur pulas Adrianpun harus segera istirahat selain malam memang sudah larut besuk banyak hal yang harus diurus Adrian,termasuk mengantarkan kakak iparnya bertolak menuju Singapura.