One Night With You

One Night With You
PART 81



Sepanjang perjalanan dari area parkir bandara Adrian hanya diam seribu bahasa. Walaupun ia menanggapi serangan Barra dengan santai tapi jauh dalam lubuk hatinya ia merasa terancam dan khawatir. Bagaimana tidak khawatir bila perkataan Barra memang benar adanya,Adrian memang berstatus sebagai suami sah Elea tapi Adrian juga tahu dan sadar diri bahwa bukan dirinya pria yang benar-benar dicintai sang istri. Memang benar Adrian kini berhasil memiliki Elea,tapi hanya raganya lah yang dimiliki Adrian sementara hatinya Adrian yakin hati Elea masih dipenuhi oleh Barra.


Karena sibuk dengan pemikirannya sendiri Adrian bahkan tidak sadar dengan pandangan sang istri yang merasa bersalah. Yah .. ia sedikit merasa bersalah karena kedatangan Barra yang tiba-tiba dan entah apa yang mereka bicarakan tadi pasti yang sekarang merubah mood Adrian jadi diam dan dingin seperti ini. Beberapa kali Elea memperhatikan suaminya tapi pria itu hanya fokus menatap jalanan,tanpa memandang atau meliriknya sedikit saja. Elea yakin sang suami sedang tidak baik-baik saja.


" Kau mau ke apartemen dulu? " tanya Adrian kemudian,tapi pandangannya masih tetap lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun.


" Terserah kau saja " jawab Elea lirih dan suaminya hanya diam,membelokkan setir mobilnya menuju apartemen Elea.


Dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di unit apartemen yang dituju. Elea segera masuk dan menuju ke dapur, tenggorokannya terasa kering karena sejak tadi pagi belum ada setetes air pun yang masuk kedalam mulutnya.


Sementara Adrian menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah. Karena hari ini ia masih cuti jadi bisa menemani istrinya disini.


" Minumlah dokter Adrian " Elea meletakkan segelas jus orange di depan Adrian.


" Kau memanggilku apa? " Elea terdiam,lagi-lagi lidahnya tidak bisa diajak kompromi. Embel-embel panggilan dokter seperti sudah melekat di lidahnya saat mengucap nama sang suami.


" Duduklah " Adrian menepuk sisi sofa sebelahnya,mau tidak mau Elea menurut dan duduk manis di samping suaminya.


" Maafkan aku Elea " Adrian tiba-tiba meraih tangan Elea dan menggenggamnya erat. "Maafkan aku,karena kesalahanku kau harus menanggung semua ini "


Jujur Elea bingung kenapa tiba-tiba suaminya ini minta maaf,selain menghamilinya tanpa izin entah kesalahan apa lagi yang ia maksud kali ini.


" Dokter Adrian .. " Elea meronta mencoba melepaskan pelukan Adrian,pria itu tidak sadar sudah memeluk istrinya terlalu erat hingga membuat sang istri sesak kehabisan nafas.


" Maaf.. maafkan aku,kau tidak apa-apa? " tanya Adrian khawatir melihat istrinya dengan nafas yang tersengal. Sesaat mereka terdiam Adrian hanya memandang wajah ayu istrinya,Elea pun hanya diam bingung mengalihkan pandangannya. Ingin pergi pun tangannya masih digenggam kuat oleh sang suami.


" Apakah kau masih mencintai dia Elea,mencintai pria tadi? " pertanyaan itu membuat Elea mendongakkan kepalanya,memandang sang suami yang menatapnya dengan sorot mata memelas. Elea memilih diam dengan pertanyaan suaminya,entah apalagi yang terbesit dalam pikiran suaminya itu kenapa menanyakan pertanyaan itu padanya. Jika dibanding dengan dirinya tentu Elea lebih mencintai Barra,walaupun Barra telah melakukan kesalahan tapi pria itu sudah cukup lama mengisi hatinya dan tidak mudah melupakannya begitu saja.


" Apa yang harus aku lakukan agar kau menerimaku untuk menggantikannya? " pertanyaan itu kembali menguap tanpa jawaban dari Elea,bagaimana dia harus menjawab kalau apa yang ditanyakan justru membuat Elea kembali teringat luka yang diberikan dua lelaki dengan beda status itu. Sang mantan memberikan luka penghianatan yang sampai sekarang belum kering,ditambah lelaki yang kini menjadi suaminya memberikan luka karena telah merenggut kesuciannya dan menghancurkan dunianya.


" Bisakah kau tidak membahas itu " lirih Elea ia tidak mau mendengar apapun tengang masa lalunya,terlebih sekarang disaat hatinya mencoba menerima kenyataan dan kembali bangkit.


Adrian terdiam sesaat " Bolehkah aku memelukmu? " dan tanpa menunggu jawaban Elea,dokter muda itu langsung merengkuh sang istri dalam pelukannya.


" Just a hug Elea,aku mohon biarkan seperti ini " mendengar ucapan sang suami Elea pun tidak lagi meronta untuk mencoba mengurai pelukannya,karena entah mengapa berada dalam pelukan Adrian dan merasakan aroma alami suaminya membuat Elea nyaman dan meredakan gejolak dan mual dalam perutnya.


" Sehat-sehat dalam perut mama sayang,sungguh mamamu tidak mudah melewati ini semua " Adrian mengusap lembut perut Elea,mendengar kalimat suaminya entah mengapa membuat hatinya Elea menghangat.


Adrian kembali merengkuh sang istri dalam pelukannya,rasanya begitu damai memeluk dan merasakan hangatnya tubuh sang istri yang selama ini begitu ia rindukan. Eleapun hanya bisa diam,bukan karena ia dian-diam menikmati hangat peluknya Adrian tapi lebih pada rasa cemas kalau saja ia tolak Adrian akan berbuat lebih dari sekedar pelukan,mengingat mereka hanya berdua di dalam apartemennya.