One Night With You

One Night With You
PART 51



" Kak Bian ... " panggil seseorang,membuat Bian menoleh ke arah belakang mengikuti sumber suara.


" Kak Bian tunggu .. " terlihat Barra berjalan cepat mendekati Bian.


" Barra,sedang apa kau disini? " tanya Bian yang merasa aneh karena di jam sepagi ini Barra sudah berada di area apartemen Elea,karena setahu Bian mansion tempat dimana Barra tinggal cukup jauh dari tempat ini.


" Apa Ele ada di dalam?apakah dia sudah membaik?bolehkan aku menemuinya kak Bian? " rentetan pertanyaan mulai disuarakan Barra,membuat Bian terdiam karena bingung bagaimana harus menjawabnya. Barra,kekasih Elea yang dulunya ia pikir lelaki yang tidak baik itu kini malah terlihat menyedihkan dimatanya. Barra pasti tidak tahu tentang peristiwa yang menimpa Elea,dari penuturan adiknya Bian tahu kini hubungan keduanya sudah kandas,namun sampai detik ini CEO muda itu masih terus berusaha menemui Elea,walau selalu saja gagal dan gagal lagi.


" Kak Bian? " panggilan Barra menyadarkan Bian dari lamunannya.


" Apakah terjadi sesuatu?apakah Ele baik-baik saja? " Barra mulai khawatir karena melihat wajah Bian yang terlihat murung. Bila selama ini dia selalu melihat wajah dan tatapan bermusuhan dari Bian maka kali ini ekspresi itu tak terlihat di wajah mantan calon kakak iparnya ini.


" Tidak ,, tidak ada apa-apa,aku hanya terlalu memikirkan sidang pagi ini "


" Jadi ,, bolehkan aku menemui Ele? " Barra belum juga menyerah untuk meminta izin Bian,ia tidak mau menjadi sosok antagonis di mata Bian,walaupun hubungannya sudah berakhir bagi Elea namun bagi Barra Elea tetaplah calon istrinya dan Bian adalah calon kakak iparnya.


" Sebaiknya kau berhenti menemui Elea,Ele bilang hubungan kalian sudah berakhir bukan " jika dulu dengan sangat mudah Bian berkali-kali mengucapkan kalimat itu,maka kali ini ada rasa berat dalam ucapannya. Mungkin prasangkanya dulu tidaklah benar bahwa Barra bukanlah pria baik-baik,buktinya selama hubungannya dengan Elea Barra tidak melakukan tindakan berlebihan pada adiknya,dan malah pria asing itu yang dengan tega menghancurkan masa depan adiknya.


" Kak Bian aku masih sangat mencintai Ele,dan aku ingin memperbaiki hubungan kami " dengan ucapan yang tulus dan ekspresi memelas Barra masih berusaha meyakinkan Bian kalau dirinya benar-benar mencintai Elea. Sementara Bian sendiri hanya terdiam.


' Bagaimana bisa kau mencintainya sementara dia sudah dirusak pria lain Barra ?! " gumam Bian yang hanya diucapkannya dalam hati.


" Kak Bian aku mohon berilah aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku adalah lelaki yang baik untuk Elea,aku akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuknya kak Bian " Bian masih diam tak bergeming,kalimat yang diucapkan Barra seperti palu besar yang menghantam dadanya.


' Andai saja aku merestui hubungan mereka sejak dulu,mungkin mereka sudah menikah dan kejadian ini tak akan menimpa Ele " Bian mulai bermonolog menyalahkan keegoisannya yang pernah menentang hubungan mereka,kini semuanya sudah terlambat mungkin Barra tidak akan mau menerima Elea setelah mengetahui yang sebenarnya,dan Elea juga sudah pasti tidak bisa menerima Barra karena merasa dirinya begitu kotor.


" Kak Bian .. " panggilan Barra kembali menyadarkan Bian dari lamunannya.


" Sudahlah Barra,sebaiknya kau pergi,aku juga harus segera ke persidangan " ucap Barra kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dari Barra.