
" Apa kau sudah gila?bagaimana kalau aku sudah pulang,apa kau akan menungguku dan membiarkan Elea terbaring tanpa mendapat penanganan?" tanya Liam setelah selesai melakukan pemeriksaan pada Elea.
Flashback On
Dokter Liam sudah menenteng tas kerjanya dan bersiap meninggalkan rumah sakit,namun tiba-tiba seorang perawat wanita memanggilnya dengan wajah panik.
" Dokter Liam .. tunggu dokter Liam !! " teriakan seorang perawat wanita berlari mendekati dokter Liam yang sudah berada di dalam lift dan hampir menekan close button.
" Dokter Liam .. dokter Adrian .. " perawat itu kesulitan mengucapkan kata-katanya karena nafasnya yang tersengal akibat berlarian mencari dokter Liam.
" Bernafaslah dulu,dan katan dengan jelas " perawat itupun menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
" Dokter Adrian membawa seorang pasien .. dan anda harus memeriksanya " ucap perawat itu ketika tarikan nafasnya sudah normal.
" Aku??bukankah ada dokter Axel yang berjaga di UGD "
" Benar dokter Liam,tapi dokter Adrian ingin Anda sendiri yang memeriksanya "
" Oh Ya tuhan .. tindakan bodoh apalagi yang dia lakukan " gerutu Liam berjalan keluar lift menuju ruang tindakan yang diarahkan perawat tersebut.
Sesampainya di sana terlihat Elea yang tengah berbaring dengan beberapa suster yang menanganinya,terlihat pula dokter Axel yang seharusnya dapat segera melakukan tindakan namun dilarang oleh Adrian.
Tanpa berkata apapun dokter Liam segera melakukan pemeriksaan pada Elea,dibantu oleh beberapa suster dan dokter Axel yang seharusnya berjaga malam itu.
Flasback Off
" Bagaimana keadaanya? " Adrian tak menggubris pertanyaan dokter Liam yang seperti sebuah protes dan malah mengajukan pertanyaan lainnya.
" Kenapa kau selalu menyusahkan aku,bukankah dokter Axel ada disini?bukankah kau sendiri bisa memeriksa Elea?! " dokter Liam pun tak menjawab pertanyaan Adrian dan malah menggerutu penuh kekesalan,tak perduli dengan adanya Irina dan dokter Axel diantara mereka.
" Dokter Axel baru beberapa hari bertugas disini,dan aku seorang dokter mata sementara keluhan Elea tidak berhubungan dengan matanya " Adrian menjawab dengan rahang mengeras menahan rasa jengkel pada sahabatnya yang tak kunjung menjelaskan kondisi Elea.
" Cukup!! Jadi ada apa dengan Ele? " Tanya Irina yang mulai kesal melihat perdebatan dua dokter tampan yang tampak seperti anak kecil ini.
" Alergi?! " Adrian dan Irina bersamaan bertanya dengan tatapan heran.
" Ehemm ... " dokter Liam mengangguk.
" Dia alergi oleh sentuhanmu " imbuh dokter Liam mengedikkan dagunya kearah Adrian,kemudian menutup mulutnya menahan tawa.
" Liam .. !! " Adrian langsung mencengkeram kerah dokter Liam dan menatapnya dengan sorot mata tajam. Irina pun tak kalah emosi dengan candaan konyol dokter Liam.
" Kau pikir ini lucu..??bisa-bisanya kau bercanda disaat seperti ini!! " Irina bertubi-tubi memukuli lengan dokter Liam. Sementara dokter Axel yang hanya seorang dokter muda dan baru saja bertugas disana hanya diam menatap bingung dua seniornya yang tampak konyol itu.
" Oke..oke maaf..maafkan aku,Elea kelelahan dia kelelahan dan juga kurang tidur " dokter Liam mengucapkan penjelasanya dengan cepat,Adrianpun melepaskan cengkeramannya pada kerah dokter Liam.
Tatapan Adrian menjadi murung,dia mundur dan terduduk di kursi tunggu yang ada disana.
' Ya ... mana mungkin dia bisa tidur dengan keadaan seperti ini ' Adrian memijit pangkal hidungnya,perasaan bersalah mulai melingkupinya.
" Adrian ... kak Bian sebentar lagi sampai disini " Irina berucap pelan mengingatkan Adrian,karena saat dalam perjalanan kemari Irina menelepon Bian untuk mengabarkan keadaan Elea. Adrian hanya mengangguk lemah.
" Kau tetap disini? " kening Adrian berkerut mendengar pertanyaan Irina.
" Memangnya kenapa? "
" Terakhir kali kalian bertemu kondisimu babak belur karena pukulan kak Bian,dan mungkin kali ini .. " Irina tak melanjutkan ucapannya,karena Adrian yang keburu memotong kalimatnya.
" Aku akan baik-baik saja "
" Jangan terlalu percaya diri Adrian,,aku bahkan harus meresepkan obat pereda nyeri dengan dosis dobel untukmu " dokter Liam mengingat betapa kacaunya kondisi Adrian saat itu.
" Aku bilang aku baik-baik saja " Adrian bersikeras untuk berada disana menunggu Elea walau harus menghadapi kemarahan kakaknya.