One Night With You

One Night With You
8. Janjian 4 Sahabat



" Terus awasi perempuan itu dan laporkan semuanya padaku " Nyonya Aida menatap foto putra satu-satunya dengan seorang artis itu dengan tatapan datar tak terbaca. Ya..dia memerintahkan seorang anak buahnya untuk mengikuti dan mengawasi Adrian dan Delia kemanapun mereka pergi. Nyonya Aida khawatir Delia akan kembali menjebak Adrian dengan cara liciknya.


Sebenarnya Nyonya Aida sudah tidak terlalu khawatir mengenai hubungan Adrian dan Delia,karena memang ia merasa Adrian sudah tidak mencintai Delia lagi,dilihat dari sikapnya yang selalu menjaga jarak dengan artis itu.


Namun apa yang dilaporkan anak buahnya malam ini membuat ibu dari dua orang anak itu sepertinya harus mengetatkan pengawasannya lagi.


Sudah beberapa kali ia mencoba menjodohkan Adrian dengan wanita lain yang lebih menurutnya bermartabat,namun Adrian selalu menolak dengan alasan tak mau menikah terlebih dahulu. Bahkan karena terlalu dipaksa kini Adrian memilih tinggal di apartemennya sendiri.


Membuat Nyonya Aida lebih khawatir kalau-kalau Delia menjebaknya sewaktu-waktu.


Sementara dengan Delia dan Adrian kini mereka sampai di apartemen Delia setelah acara makan malam tadi.


" Kau tidak mau mampir dulu?" Delia seakan tak rela berpisah dengan pria tercintanya itu.


" Lain kali saja,masuklah " Delia pun masuk setelah sebelumnya mengecup mesra pipi Adrian.


Dalam perjalanan menuju apartemennya Adrian,memikirkan apa yang ia bicarakan pada Delia tadi saat mereka sedang makan malam. Disaat Adrian ingin lebih serius dengan Delia namun wanita itu justru membuatnya ragu kembali.


Flashback On


" Baiklah Delia kita bicarakan tentang kita " ucap Adrian dengan ekspresi serius. Diraihnya jemari Delia dan digenggamnya erat.


" Aku ingin kita lebih serius lagi " ucapan Adrian seakan membuat jantung Delia berdetak bagai genderang perang,membuat hatinya berbunga luar biasa.


" Kau serius honey?" Delia memastikan pendengarannya tidak salah mengartikan ucapan Adrian.


" Tentu saja,aku ingin kita menikah Delia tapi.." Adrian menggantung kalimatnya,rasanya ia tak bisa mengeluarkan rangkaian kata yang telah ia susun sebelumnya.


" Tapi apa??"


" Tapi aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya "


" Maksudmu??" Delia merasa ada yang aneh pada pernyataan Adrian,jika lelaki itu menginginkan pernikahan bukankah sudah pasti dirinya akan menjadi milik Adrian seutuhnya,kenapa mesti diutarakan lagi??


" Aku ingin kau meninggalkan dunia entertainment" ucap Adrian dengan penekanan di setiap katanya. Mendengar kalimat itu membuat Delia reflek menarik jemarinya yang sedari tadi digenggam erat oleh Adrian.


" Kenapa kau membahas ini lagi honey?bukankah kita sudah membahas ini sebelumnya??" Adrian terdiam.


" Dunia entertainment adalah hidupku Adrian,dengan susah payah aku membangunnya,dan sekarang kau ingin aku meninggalkannya begitu saja??memangnya apa yang salah dengan duniaku sekarang Adrian?"


" Apa yang salah??bagaimana mungkin aku bisa melihat istriku setiap hari beradegan mesra dengan pria lain,bahkan adegan-adegan itu sudah melewati batas Delia "


" It's just acting honey..."


" Acting??bagaimana kalau kau yang melihatku bermesraan dengan wanita lain setiap harinya??" Kini Delia yang terdiam. Karena sudah jelas Delia pasti akan meradang melihat lelakinya bermesraan dengan wanita lain.


" Tolong mengertilah aku honey,aku mencintai dunia akting dan model.."


" Lebih dari cintaku padamu??" Adrian memotong kalimat Delia. Dan seperti biasa mereka berdebat jika membahas masalah itu. dan Adrian mengalah tak membahas masalah itu karena menurutnya sudah jelas Delia lebih memilih karirnya dari pada berumah tangga dengan dirinya.


Flashback Off


Kini Adrian yakin akan keputusannya bahwa sudah saatnya ia mengakhiri hubungannya dengan Delia. Dia harus siap dengan reaksi Delia esok,bila wanita itu memilih karirnya maka Adrian yang akan mengalah mundur.


*


*


*


Disebuah balkon seorang gadis tengah menjentikkan jarinya di atas keyboard,dengan leluasa dan tanpa gangguan Elea mencurahkan imajinasi dan susunan alinea yang beberapa hari ini tak dapat ia tuliskan karena kondisinya yang belum benar-benar pulih.


" Kau belum tidur..." suara Bian menghentikan aktifitasnya.


" Sebentar lagi kak " Bian mendekatinya dan duduk di kursi kosong sebelah Elea.


" Besuk aku harus kembali ke Bali "


" Kenapa buru-buru sekali kak,bukankah persidangan kakak baru saja selesai?"


" Ish..kau seperti dua bulan meninggalkan rumah kak " Bian hanya tersenyum.


" Kau yakin tidak mau pulang bersamaku??"


" Aku harus disini sampai editor menyetujui novelku kak"


" Editor atau karena lelaki sombong itu?"


" Kakak berhenti memanggilnya sombong,Barra adalah lelaki yang baik percayalah kak aku tidak akan salah pilih kali ini "


" Baiklah...tapi aku tetap belum bisa menerimanya sebagai kekasihmu "


" Aku dan Barra akan tetap berusaha meyakinkan mu kak" Elea tersenyum menatap lekat kakaknya.


" Tidurlah...kau tidak boleh begadang terlalu malam " Bian kemudian meninggalkan balkon menuju kamarnya. Sementara disana Elea masih terdiam menatap langit malam yang begitu cerah malam ini.


" Aku yakin kau akan merestui hubungan kami suatu hari nanti kak" batin Elea. Walaupun kakaknya adalah tipe orang yang keras kepala namun dia yakin suatu hari nanti Bian akan merestui dan menerima Barra sebagai adik iparnya. Karena selama ini Bian selalu mengalah bila itu demi kebaikan sang adik.


Setelah menyelesaikan beberapa bab Elea pun memutuskan tidur,karena memang matanya sudah terasa perih. Namun belum sempat ia memejamkan matanya ponselnya bergetar menerima notif grup dari sahabatnya.


Irina


Besuk ngumpul yuuk...ibu desainer mau kasih info penting.


Delia


Gue juga punya info gak kalah penting.


^^^Elea^^^


^^^Tumben artis ibu kota balesin whatsapp🤭^^^


Delia


Karena hatiku sedang berbunga🥰


^^^Elea^^^


^^^Gue bisanya sore gaess,harus nganter abang tercinta pulang kampung^^^


Irina


Nie anak kalo gak ribet di abangnya ya di lakiknya


Vania


Oke..oke..di cafe Blue Orcid yess,harus pada dateng ini menyangkut masa depan gue.


Irina


Kenapa jadi ditempat gue??


Vania


Karena usul artis ibu kota,do'i butuh privasi.


Delia


Tenang .. kali ini kita bayar woii ..gue traktirin


^^^Elea^^^


^^^Oke siapp..see you besok ya..gue harus tidur mata gue harus istirahat.^^^


Elea memutuskan meninggalkan obrolan dan bersiap tidur. Entah apa yang dibahas ketiga sahabatnya itu karena Elea masih sempat mendengar beberapa kali notif grup sebelumnya akhirnya benar-benar terlelap.