
Matahari siang ini seakan memancarkan seluruh sinarnya membuat panas teriknya benar-benar terasa,walaupun baru menunjukkan pukul sepuluh lebih. Dan kini dirumah sakit tempat ia bekerja Adrian baru saja selesai mengunjungi dan memeriksa pasien-pasien rawat inapnya.
Namun saat melewati lorong rumah sakit perhatiannya tertuju pada dua orang yang tengah berbincang serius. Ia sangat mengenal seorang dokter yang terlihat mengelus pundak gadis yang sepertinya sedang menangis itu. Dia adalah Alex dokter obgyn yang bertugas dirumah sakit ini. Alex adalah salah satu dokter yang cukup dekat dengan Adrian. Karena selain mereka bekerja ditempat yang sama,Alex merupakan sepupu Adrian walau terhitung sepupu jauh.
Mata Adrian membola saat melihat Alex tiba-tiba memeluk hangat gadis yang tangisnya semakin pecah itu. Jika dilihat dari wajah dan proporsional tubuhnya sepertinya gadis itu lebih muda dari Alex. Dan dilihat dari perutnya yang sedikit membuncit sepertinya gadis itu tengah hamil muda.
" Apakah itu kekasih Alex? " batin Adrian,dia segera mendekati Alex saat gadis itu berlalu pergi.
" Jadi sudah berapa bulan? " tanya Adrian menyenggol bahu Alex,membuat dokter berkaca mata itu tersentak kaget.
" A-apa maksudmu?" Alex tergagap menanggapi pertanyaan tiba-tiba dari sepupunya ini.
" Gadis yang tadi,yang kau peluk hangat??" Adrian tersenyum menggoda sembari mengedipkan sebelah matanya.
" Dia pasienku "
" Tentu saja dia pasienmu,dia sedan hamil bukan dan kau dokter obgyn,tapi yang ku tahu selama ini Alex sahabatku tidak pernah sembarangan memeluk wanita,walaupun itu pasiennya " jelas Adrian panjang lebar.
" Baiklah baiklah..dia Cyntia mantan kekasihku " Alex kemudian berjalan dan diikuti Adrian.
" Ya Tuhan kau menghamili mantan kekasihmu??? " Adrian tak percaya,karena setahunya Alex bukanlah pria seperti itu.
" Apa kau gila?? Dia hamil dengan kekasihnya dan sekarang lelaki bodoh itu pergi entah kemana " ujar Alex dengan mimik muka sedikit emosi.
" Kenapa tidak kau ambil tanggung jawabnya " Adrian menggoda membuat raut emosi di wajah Alex semakin bertambah.
" Sepertinya kau memang sudah gila " ucap Alex memasuki ruangannya.
" Hey...aku hanya bercanda kawan " Adrian mencoba merangkul pundak Alex,menetralkan suasana hati Alex.
Merekapun berbincang diruang kerja Alex,karena Adrian memang sudah tak memiliki jadwal pasien begitupun dengan Alex. Namun vibrasi ponsel Adrian membuat obrolan mereka terhenti.
Delia Calling
Begitulah yang tertera dilayar ponsel Adrian,membuatnya mengantongi kembali ponselnya.
" Kenapa tidak diangkat?" tanya Alex.
" Biasa Delia " jawab Adrian tak bersemangat,Adrian memang bercerita tentang hubungannya dengan Delia pada Alex. Karena dulu saat awal menjalin hubungan dengan Delia Alex pernah memergoki mereka tengah berkencan romantis. Dari sanalah Adrian mulai terbuka soal hubungannya dan sesekali meminta saran dari sahabatnya itu.
Saat hubungannya yang mulai hambar dan tidak mendapat restu dari mamanya,Alex pun juga sudah tahu mengenai hal itu.
" Kau masih menggantungnya sampai sekarang?bukankah kau ingin mengakhirinya?"
" Aku bukan menggantungnya Lex,kau tahu sendiri bukan dia mencoba bunuh diri saat aku memutuskan berpisah " Alex ingat betul kejadian beberapa bulan yang lalu saat Delia di bawa ke rumah sakit ini dengan mulut penuh busa. Diduga artis itu meminum racun untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja nyawanya masih bisa diselamatkan.
" Jadi bagaiman keputusanmu? "
" Entahlah..aku harus kembali ke ruanganku,sepertinya Delia sudah ada disana " ucap Adrian setelah membaca pesan text di ponselnya. Pesan dari Delia yang mengatakan dia sudah berada di ruangan Adrian tapi tak ada siapapun disana.
" Honey kemana saja kau? " Delia segera menyerbu memeluk Adrian saat pria itu memasuki ruangannya .
" Untuk apa kau kesini Delia? " Adrian mengurai pelukannya,berjalan lesu dan duduk di sofa ditengah ruangannya .
" Untuk apa??tentu saja menemui mu honey " Delia ikut duduk disebelah Adrian dan dengan manja merangkul lengannya,menyenderkan kepalanya dipundak Adrian. Parfum Adrian yang beraroma musk membuat indra penciuman Delia terlena dan merasa hangat berada didekat Adrian.
" Apa kau marah karena makan malam saat itu? " pertanyaan Delia memecah keheningan karena Adrian hanya diam walaupun artis cantik itu kini bergelendotan dan meraba lembut dada bidangnya.
" Aku tidak marah Delia,aku hanya kecewa " Delia melepas dekapannya dilengan Adrian,menatap pria itu dengan mata sayu.
" Adrian apa kau ingi hubungan kita selalu seperti ini? " Adrian yang sedari tadi tak menatap Delia kini langsung menyorot gadisnya itu dengan tatapan tak percaya.
" Harusnya aku yang mengatakan itu Delia,aku ingin hubungan kita serius tapi dengan syarat kau harus meninggalkan karirmu itu "
" Adrian seharusnya cinta itu tak pernah bersyarat "
" Tapi aku memiliki syarat untuk mencintaimu "
" Atau kau lebih suka hubungan kita berakhir tanpa ..."
" Adrian..." sentak Delia sebelum Adrian menyelesaikan ucapannya.
" Jangan pernah mengucapkan perpisahan denganku honey " imbuhnya Delia kemudian mencoba memeluk Adrian namun ditepis oleh pria itu.
" Kalau begitu tinggalkan karirmu,kau tahu bukan mama menolak hubungan kita karena peranmu di dunia akting "
" Lain kali aku akan memilih perah yang lebih sopan honey aku janji " Delia lagi- lagi mencoba merangkul lengan Adrian kini pria itu hanya terdiam.
" Aku ingin kau meninggalkannya,dunia itu membuatmu terlibat scandal yang merusak namamu Delia "
" It's just rumor honey,aku tidak pernah terlibat scandal apapun,itu hanya gosip untuk menaikkan rating film ku "
" Apa pun itu keluargaku tidak bisa menerimanya,dan aku tidak bisa menerima wanitaku selalu bermesraan dengan pria lain "
" Adrian itu hanya akting " Delia berteriak marah,dia frustasi harus bagaimana menjelaskan pada Adrian bahwa perannya sama sekali tidak mempengaruhi perasaan pribadinya.
" Cukup Delia cukup!! aku tidak mau terjadi keributan disini,keputusanku masih sama,pilih hubungan kita atau karirmu " ucap Adrian seraya berdiri hendak meninggalkan Delia namun gadis itu menarik lengannya.
" Adrian kau mau kemana?aku sudah datang kesini dan kau meninggalkanku begitu saja "
" Sebelum kau memberiku kepastian,sebaiknya kita tidak bertemu " Adrian melepaskan cengkraman tangan Delia di lengannya kemudian keluar meninggalkan Delia. Sementara kekasihnya itu terus berteriak memanggil namanya.