One Night With You

One Night With You
PART 58



" Bagaimana kondisinya? " tanya Adrian saat dokter Liam keluar dari ruang perawatan. Bukannya menjawab,dokter Liam malah tersenyum simpul penuh arti.


" Katakan Liam jangan membuatku marah " nada bicara Adrian mulai meninggi,di saat dirinya harap-harap cemas dengan pikiran tak menentu sahabatnya ini malah seolah mempermainkannya.


" Kau sungguh ingin tahu? " dokter Liam kembali menggoda Adrian,membuat Adrian mengeraskan rahangnya karena emosi.


" Liam kau .. " Adrian menggeram berusaha mencengkeram dokter Liam namun dengan sigap dokter Liam bisa menghindar dan menjauh.


" Kupastikan kau akan sangat bersyukur bila diaknosaku benar "


" Apa maksudmu? " dahi Adrian berkerut menanggapi pernyataan dokter Liam. Sesaat dokter Liam menatap pintu perawatan Elea yang tertutup rapat,khawatir bila mungkin seseorang yang ada di dalam mendengar apa yang akan dia bicarakan.


" Ikutlah ke ruanganku " imbuhnya kemudian melangkah pergi diikuti Adrian yang berjalan cepat menyusul dokter Liam.


...----------------...


" Sebenarnya apa yang terjadi Liam? " tanya Adrian sesampainya mereka di ruang kerja Liam.


" Kau ingin sekali bertanggung jawab bukan? " pertanyaan Liam seolah malah menggantung.


" Maksudmu? "


" Adrian dengarkan aku baik-baik,,mungkin saat ini Elea sedang hamil,hamil anakmu " Hening membentang,,dokter Liam tak melanjutkan kalimatnya,Adrian pun seolah tak dapat mencerna kata demi kata yang diucapkan sahabatnya itu.


" Mungkin,,aku bilang mungkin " Adrian kembali terdiam,entah perasaan apa yang berkecamuk dalam pikirannya.


" Menurut Bian,saat bangun Elea tiba-tiba mual dan kemudian muntah,ya .. mungkin saja ini hanya gejala maag atau asam lambung biasa,karena aku juga belum bertanya apakah Elea telat datang bulan atau semacamnya " dokter Liam menjelaskan dugaannya,sementara Adrian masih dengan tatapan kosongnya.


" Apa Ele tahu?dan Bian,bagaimana reaksinya? "


" Mereka belum tahu,aku bilang itu hanya efek pola makan yang tidak teratur "


" Bagaimana jika Elea benar-benar hamil? " Adrian mengusap wajahnya dengar kasar,entah kenapa tiba-tiba ada sebersit perasaan cemas dihatinya.


" Memangnya kenapa kalau benar-benar hamil?bukankah bagus,kau bisa bertanggung jawab sesuai keinginanmu " Hening kembali. Memang benar Adrian ingin bertanggung jawab tapi mendengar bahwa Elea mungkin hamil membuatnya merasa takut. Takut bila Elea tak bisa menerima keadaanya yang mengandung benih dari lelaki yang tak pernah ia harapkan. Takut bila justru kehamilan Elea menjadi boomerang untuknya.


" Kau bisa meminta dokter Alex untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut "


" Bagaimana bila Elea tidak menerimanya " sorot mata Adrian menjadi lebih murung. Untuk saat ini saja Elea dan juga Bian tak bisa menerima atau bahkan memaafkan dirinya,apa lagi dengan adanya bayi yang tidak pernah mereka harapkan sebelumnya.


" Kita bisa melakukan tes darah terlebih dahulu Adrian,kau bisa meminta bantuan dokter Alex untuk melakukan pemeriksaan diam-diam,jika memang hasilnya positif baru kita beritahukan pada mereka " Adrian masih diam,ternyata ini tak semudah yang ia pikirkan dulu. Malam itu Adrian sempat berpikir bila Elea hamil akan lebih mudah untuk memilikinya,namun ternyata salah mendengar kemungkinan Elea hamil malah membuatnya semakin masuk dalam kerumitan yang tak dapat ia pahami.


" Aku tidak ingin menutupi apapun dari Elea,jika memang kemungkinan besar dia hamil,maka lakukanlah pemeriksaan seperti seharusnya " pungkasnya dengan tegas, bagaimanapun tubuh itu milik Elea,jika Elea tak menerima janin yang mungkin sudah ada di rahimnya maka Adrian tidak bisa memaksanya untuk mempertahankan kehamilan itu.