One Night With You

One Night With You
Tawaran Makan Malam



Setelah beberapa lama meninggalkan Irina di ruangannya akhirnya dokter Liam kembali. Saat memasuki ruangannya sesuatu yang indah menyita penglihatannya,sesuatu yang indah itu adalah Irina yang tengah tertidur di sofa besar di tengah ruangan dokter Liam. Kedua sudut bibirnya melengkung sempurna saat mendengar Irina mendengkur lembut pertanda gadis itu tertidur begitu pulas.


" Bisa-bisanya dia tertidur seperti itu " gumam dokter Liam memperhatikan posisi tidur Irina yang tengkurap sambil memeluk bantal sofa. Dengan senyum smirk dokter Liam mengambil ponselnya kemudian memotret Irina yang masih tertidur pulas.


" Kau akan membayar mahal foto ini nona Irina " dokter Liam tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya. Namun beberapa detik kemudian Irian menggeliat terbangun dari tidurnya,segera saja dokter Liam menjauh menuju meja kerjanya kemudian membuka laptopnya. Ia tidak mau Irina melihat dirinya sedang memperhatikan dan mengambil fotonya diam-diam.


Irina perlahan bangkit dari posisinya tengkurap kemudian duduk walaupun matanya masih sedikit terpejam. Ia menggaruk-garuk lehernya sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan. Pandangannya terhenti pada sosok dokter Liam yang sepertinya sibuk mengetikkan sesuatu di laptopnya.


" Dokter Liam kau sejak kapan kau di sana? " Irina langsung merapikan rambut dan pakaiannya menyadari adanya dokter Liam di ruangan itu.


" Tidak terlalu lama,tapi masih bisa mendengar dengkuranmu " jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. Jawaban dokter Liam tentu saja membuat Irina Irina tersipu malu.


" Salah siapa mengunciku di sini,tidak ada siapa pun yang kuajak bicara wajar saja kalau aku mengantuk " Irina bangkit sembari menyambar tasnya dan mendekati meja dokter Liam.


" Sudah bolehkan aku pulang? "


" Tunggu dulu,belum ada instruksi dari Adrian " dahi Irina berkerut mendengar jawaban dokter Liam.


" Karena aku sudah berjanji akan menahanmu dan tidak membiarkanmu berkeliaran " dokter Liam tersenyum smirk melihat ekspresi kesal Irina. Sebenarnya tidak ada instruksi seperti itu dari Adrian. Adrian hanya meminta Liam menahan Irina saat kepulangan Elea selebihnya tidak ada yang ia instruksikan pada sahabatnya itu. Dokter Liam sengaja mengatakannya agar lebih dekat dengan Irina yang membuatnya tertarik sejak pertama bertemu.


" Tapi dokter..ini sudah gelap dan aku belum mandi..." sejenak Irina terdiam.


" Aku juga kelaparan " tambah Irina dengan suara lirih namun dapat didengar oleh dokter Liam.


' Benar juga,aku menahannya sejak sore tadi dan ini sudah lewat waktu makan malam ' batin dokter Liam baru sadar bahwa Irina sudah di dalam ruangannya untuk waktu yang lumayan lama.


" Kebetulan sekali aku juga belum makan,bagaimana kalau kita pulang sekalian mampir makan malam " tawar dokter Liam yang hanya dijawab Irina dengan lirikan mata sinis.


" Kebetulan pekerjaanku juga sudah selesai,bagaimana?aku akan mentraktir mu sebagai permintaan maaf karena sudah mengurungmu disini,bagaimana? " Irina masih menatap sinis dokter liam.


" Baiklah..jika kau lebih nyaman pulang sendiri aku akan.. " dokter Liam menyerah dan memberikan kunci mobil Irina,namun sebelum kalimatnya selesai gadis di hadapannya sudah lebih dulu menjawab.


" Oke .. kita mampir makan ,, tapi kau yang bayar " Irina memilih menerima tawaran dokter Liam yang sepertinya lebih menyenangkan dari pada harus pulang sendiri dan makan malam sendiri,setidaknya ia bisa gratis makan apa saja tanpa harus membayar .