
Tiba-tiba suara Delia menarik perhatian semua orang. Sepertinya artis cantik itu akan menyumbang sebuah lagu untuk kedua calon mempelai.
" Lagu ini juga untuk pria special saya disebelah sana " ujar Delia menunjuk Adrian dengan senyum berbinar diiringi tepuk tangan dan sorakan riuh semua orang.
" Mau nyanyi dia..? " tanya Elea yang sudah kembali ke mejanya.
" Siapin tutup telinga Le " seru Irina dan mereka berdua tertawa riang. Sekilas Adrian menatap Elea yang terlihat begitu manis saat tertawa tanpa beban. Entah mengapa suara tawa dan senyum Elea lebih menarik daripada Delia yang menyanyikan lagu romantis diseberang sana.
Bila nanti saatnya t'lah tiba
Ku ingin kau menjadi suamiku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian ke sana, kemari, dan tertawa
Namun, bila saat berpisah t'lah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Suara Delia terdengar menggema menyanyikan lagu lawas yaang berjudul akad,sebuah lagu yang liriknya sangat pas dengan suasana saat ini,dan juga lagu yang diam-diam menyiratkan perasaan dan harapannya pada Adrian.
Namun sepertinya Adrian malah fokus memusatkan pandangannya pada Elea yang tengah sibuk memainkan ponselnya. Lirik lagu itupun sama seperti harapan Adrian,harapan pada gadis yang tak pernah menaruh hati padanya.
Bila nanti saatnya t'lah tiba
Ku ingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian ke sana, kemari, dan tertawa
Namun, bila saat berpisah t'lah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Jahat sekali bukan,saat Delia menyanyi punuh harap pada Adrian diseberang sana,tapi hati dan pikiran Adrian malah terpusat pada Elea yang sama sekali tak menyadarinya.
Namun sepertinya tatapan tulus nan penuh harap itu disadari oleh Irina yang duduk diantara mereka berdua.
Pandangannya bergantian menelisik pada dua orang yang saling bertolak belakang ini,si wanita sibuk dengan ketikan-ketikan di ponselnya dan si pria menatap dengan tatapan tulus penuh harap pada si wanita.
'Apakah Adrian sedang mabuk?seharusnya tatapan penuh cinta itu diberikan pada Delia bukan?kenapa pria itu justru terus menatap Elea,bahkan saat gadis itu tengah menelepon Adrian menatapnya seolah khawatir' rentetan pertanyaan dan kecurigaan itu memenuhi pikiran Irina. Sepertinya tatapan Irina yang penuh kecurigaan disadari oleh Adrian. Pria itu gelagapan salah tingkah mencoba berdeham untuk menetralkan suasana.
" Terima kasih..." seru Delia diseberang sana. Ia sepertinya sudah selesai menyanyikan lagunya. Sebelum kembali ke meja Delia mengambil dua buah anggur dari seorang pelayan.
" For us..honey.." ucap Delia memberikan satu gelas anggur pada Adrian.
" minum..minum...minu...m " seruan dan sorakan tamu memenuhi ruangan. Memaksa Adrian mau tidak mau meminum anggur yang diberikan Delia. Tapi apa yang dilakukan Delia setelahnya sungguh membuat Adrian terkesiap kaget,wanita itu dengan cepat menyambar bibir Adrian menciumnya dengan posesif tanpa tahu malu diiringi sorakan penuh semangat dari orang-orang disana.
Keterkejutan Adrian dengan ciuman tiba-tiba Delia membuat pria itu tak dapat mengelak atau menghindar. Membuat bibirnya mau tidak mau harus menerima ciuman rakus dari sang artis. Adrian sama sekali tidak membalas pagutan bibir Delia,setelah mendapatkan kesadarannya ia segera mendorong tubuh Delia. Kemarahan dan emosi langsung memenuhi dirinya,walaupun dimata semua orang disini mereka masih pasangan harmonis tapi bagi Adrian hubungannya dengan Delia sudar benar-benar berakhir. Dan adegan ciuman barusan tidak seharusnya dilakukan Delia,harusnya Delia juga sadar bahwa mereka sudah sepakat mengakhiri hubungan yang tak lagi indah itu.
Tanpa mengucap sepatah katapun Adrian meninggalkan Delia tetap berjalan menjauh tanpa perduli dengan Delia yang mengikuti dan meneriakkan namanya.
" Lepaskann..!!! " sentak Delia saat merasakan seseorang mencekal tangannya,menahannya mengejar Adrian yang semakin menjauh darinya.
" Apa kau sudah gila?? " Rio dialah yang mencekal tangan Delia. Menarik artis cantik itu menjauhi keramaian.
" Apa yang kau lakukan Rio??kau lihat aku kehilangan Adrian!! "
" Adrian...Adrian...Adrian..apakah hanya ada Adrian di otakmu?? " Rio berteriak penuh amarah,membuat Delia terdiam tanpa kata. Semua kata yang hendak diucapkan gadis itu seolah tertahan oleh sentakan dan tatapan Rio yang penuh amarah.
" Kau tak lihat berapa banyak orang yang melihat dan memotret adegan ciuman mu dengan Adrian tadi?? " Delia masih terdiam.
" Memangnya kenapa,dia memang kekasihku " Delia memberanikan diri menjawab setelah beberapa saat terdiam.
" Kekasih kau bilang??lalu kenapa dia marah dan bahkan mendorongmu..??apakah sikapnya seperti seorang kekasih??" melihat tatapan Adrian saat Delia menciumnya tadi semua orang pasti tahu kalau dokter tampan itu tidak menyukai dan bahkan marah dengan ciuman tiba-tiba sang artis.
" Dia..dia..hanya tidak suka aku melakukannya didepan umum " jawab Delia lirih.
" Kalau memang dia tak suka kenapa kau melakukannya??semua orang melihat bahkan memotret saat kau didorong oleh kekasihmu sendiri,entah gosip apa yang akan beredar besok,pastilah citramu akan lebih buruk lagi " Rio mengusap wajahnya kasar. Rasanya sudah lelah ia menghadapi Delia yang susah diatur ini.
" Aku tak perduli dengan omongan orang lain,persetan dengan gosip-gosip diluar sana..aku hanya mau Adrian..hanya Adrian...!!!" teriak Delia frustasi. Frustasi dengan dirinya yang terkekang. Frustasi dengan hubungannya dengan Adrian yang telah hancur. Tangis Delia pun mulai pecah.
Melihat keadaan Delia yang menyedihkan membuat hati Rio merasa iba,bagaimanapun kelakuan artisnya itu Rio tetap menganggapnya sebagai adik. Manager muda nan tampan itu menarik tangan Delia merengkuhnya dalam peluk hangatnya. Mencoba menenangkan Delia yang tengah hancur dan kecewa.