
Irina melangkahkan kakinya di lorong sepi lantai khusus VVIP tempat dimana ruang perawatan Elea berada. Lorong itu tampak sepi dan hanya satu dua perawat yang melewatinya. Lantai ini memang hanya digunakan untuk perawatan VVIP khusus dan privat jadi tak heran suasananya lebih sepi dari lantai-lantai lainnya.
Sebenarnya Irina bisa saja beristirahat di ruang tunggu khusus yang disediakan untuknya,namun pikirannya tidak bisa tenang karena mengkhawatirkan keadaan Elea,apalagi sebelum meninggalkannya sahabatnya itu bertemu dan membicarakan sesuatu dengan Adrian,Irina khawatir apa yang dibicarakan mereka berdua akan mempengaruhi kondisi Elea. Maka dari itu ia beranikan keluar dari kamar nyamannya menyusuri lorong sepi hanya untuk memastikan Elea baik-baik saja.
Namun saat memasuki ruang perawatan mewah itu apa yang dilihatnya jauh berbeda dengan apa yang ia bayangkan sebelumnya. Ia melihat Adrian tengah tertidur dengan posisi duduk di sofa. Kepalanya sedikit miring dan tangannya masih memegang ponsel. Mungkin lelaki itu belum lama tertidur. Dan di bed pasien Elea tampak tertidur nyaman dengan nafas turun naik secara konstan. Entah apa yang dibicarakan mereka berdua,mungkin memang tidak ada pertikaian diantara keduanya. Buktinya Elea bisa tertidur dan mengizinkan Adrian tidur di ruangan yang sama.
Irina memutuskan untuk keluar dan kembali ke kamar khususnya,sepertinya memang tak ada yang harus dikhawatirkan,Elea sedang tidur dan baik-baik saja lagi pula sudah ada Adrian yang menjaganya.
...----------------...
Adrian mengerjap dan mengucek matanya yang serasa enggan terbuka,dilihatnya Elea yang masih tertidur damai di bed pasien. Karena hari masih gelap dan baru menunjukkan pukul 04.00 Adrian memutuskan untuk keluar dan membersihkan diri di paviliun miliknya. Sebelum benar-benar keluar dan menutup pintu Adrian sempat menoleh kembali memastikan Elea baik-baik saja saat ia tinggalkan.
" Kau sudah bangun?? " tanya Irina yang duduk di kursi tunggu di luar ruang perawatan VVIP. Entah sejak kapan gadis itu duduk disana yang pasti pertanyaan barusan sangat mengagetkan Adrian.
" Sejak kapan kau duduk disana? " Adrian menjawab pertanyaan Irina dengan pertanyaan pula.
" Duduklah...ada yang ingin aku bicarakan " ucap Irina sembari melirik kursi kosong disebelahnya,Adrian pun menuruti dan duduk disebelah Irina.
" Apa kau sengaja?? " tanya Irina setelah terdiam sesaat.
" Apa maksudmu?aku..aku tidak sengaja tertidur,percayalah aku tidak melakukan apa-apa " jawab Adrian yang mengira pertanyaan Irina tentang kondisinya yang tertidur di dalam ruang Elea.
" Bukan itu,,apa kau sengaja memperk*sa Elea? "
" Bukankah sudah aku bilang sebelumnya bahwa aku dalam pengaruh..."
" Kau sudah menyukainya sebelumnya kan?! "Irina kembali melontarkan pertanyaan yang langsung membungkam Adrian .
" Aku tahu ada yang berbeda dari tatapanmu pada Ele..saat di pesta Vania " imbuh Irina kembali,tapi Adrian hanya diam tak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Irina yang memang benar adanya.
" Kenapa kau tega sekali,bukankah kau tahu Irina dan Elea bersahabat?dari sekian banyaknya wanita kenapa harus Elea yang kau tiduri? " Irina menatap lekat kearah Adrian mencoba mencari kejujuran di wajah tampan dokter muda itu.
" Andai aku bisa memilih,aku tak akan meniduri siapapun " dengan pasrah Adrian menjawab,kini giliran Irina yang terdiam.
" Aku sudah menyuruh orangku untuk menyelidiki semua cctv ditempat itu,secepatnya kita akan tahu siapa dalang dibalik semua ini " imbuh Adrian.
" Delia tidak mencintaiku Irina,dia hanya terobsesi memilikiku "
" Benar sekali dia dangat terobsesi padamu,dan jangan lupa obsesinya bisa menyakiti siapapun menyakiti dirinya sendiri,menyakiti mu bahkan menyakiti Elea yang tidak tahu apa-apa " jelas Irina panjang lebar Adrian sendiri hanya menutup erat matanya berusaha menjernihkan pikirannya.
Lama mereka hanya saling diam dengan pikiran masing-masing,hingga vibrasi ponsel Adrian memecah keheningan.
" Ya Max.." Adrian membuka percakapan.
" Saya sudah mendapatkan bukti cctv nya tuan " jawab Max dengan semua datar namun penuh dengan ketegasan dan keyakinan.
" Kau bisa membawanya padaku " perintah Adrian kemudian menutup teleponnya.
" Masuklah Irina,jagalah Elea aku akan mencari tahu kebenarannya " pinta Adrian seraya menepuk bahu Irina kemudian berlalu dengan langkah cepat. Irina sendiri hanya dapat mematung memandang punggung Adrian yang semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu lift yang tertutup.
......................
Pandangan Adrian berkabut penuh amarah saat melihat rekaman CCTV yang diberikan Max,jadi selama ini dengannya benar Delia turut andil dalam kejadian malam itu,terlihat dalam rekaman CCTV seorang pelayan laki-laki tengah berbincang dengan Delia,tak lama kemudian Delia memberikan sesuatu pada pelayan tersebut. Dan disudut rekaman CCTV yang lain pelayan yang kira-kira berusia dua puluh dua tahun itu sedang membubuhkan sesuatu kedalam salah satu gelas anggur yang berada didepannya. Sudah dapat ditebak gelas tersebut adalah gelas yang diberikan Delia kepada Adrian. Dan kini akhirnya disinilah mereka bertiga terlibat dalam jalinan rumit karena kesalahan satu malam yang secara tidak langsung diciptakan oleh Delia.
Adrian tidak menyalahkan semuanya pada Delia,dia tahu dirinya juga bersalah dalam kasus ini,namun andai saja Delia tidak memberikan obat itu mungkin kejadiannya tidak akan separah ini.
Elea memang tidak menerima pertanggung jawaban Adrian dan bahkan ingin melupakan kejadian malam itu,tapi bagaimana mungkin Adrian semudah itu melupakannya,dirinya sudah merusak masa depan Elea,dirinya sudah merenggut paksa kehormatan gadis yang ia cintai jadi mana mungkin ia bisa pergi begitu saja dan melupakan semuanya.
" Ini semua data tentang pelayan itu tuan " ucap Max seraya menyerahkan amplop coklat dihadapan Adrian.
" Tapi tuan..saya mohon maaf karena.." Max tak melanjutkan kalimatnya.
" Karena??" Adrian mengulang kata terakhir yang diucapkan Max,tatapannya penuh tanya mengarah pada Max dan dua anak buahnya.
" Karena..karena pelayan itu melarikan diri tuan " Max kembali diam menunggu respon dari Adrian,setelah pria itu diam dan masih menunggu penjelasan Max,Max pun melanjutkan kalimatnya.
" Kami sudah mencari ke alamat tersebut tapi pelayan itu tidak lagi tinggal disana tuan,kemungkinan dia sudah melarikan diri "
" Aku ingin kau menemukannya,dalam keadaan hidup dan sehat,,dia harus turut menjelaskan semuanya " titah Adrian dengan sorot mata penuh amarah.