One Night With You

One Night With You
Terbongkar #2



Elea masih terdiam mendengar pertanyaan dari Irina. Mana mungkin dirinya bisa menerima lelaki yang sudah merenggut kesuciannya secara paksa,mana mungkin rumah tangga yang harusnya mendatangkan kedamaian dan memiliki ikatan yang suci dibangun atas dasar hubungan semalam yang tidak dipaksakan.


Elea sadar dirinya memang sudah tidak utuh lagi,dia sadar mungkin tak ada lagi seorang pria yang dapat menerima wanita korban pemerkosaan seperti dirinya,namun bukan berarti dirinya tidak punya pilihan dan mau tidak mau menerima pertanggungjawaban Adrian. Dia tahu Adrian tidak mencintainya dan entah apa yang merasukinya malam itu hingga membuat pria itu tega berbuat seperti itu padanya.


" Ele .. ?! " Irina mendekap jemari sahabatnya,membuat Elea tersadar dari lamunannya.


" Aku tahu Adrian memang salah,dia tidak seharusnya melakukan pemerkosaan padamu,dan kau tahu bukan aku tidak mungkin berpihak pada Adrian " sejenak Irina terdiam menunggu respon dari Elea,melihat Elea masih tenang dalam diamnya Irina meneruskan kalimatnya.


" Tapi kau harus tahu bahwa Adrian setuju dan rela jika kau ingin menuntutnya " pernyataan Irina sukses membuat Elea memusatkan pandangan padanya.


" Jika dia di penjara pun tidak akan ada yang berubah kan?aku akan tetap rusak Irina,aku akan tetap kotor " Elea menutup mukanya seiring dengan isakan tangisnya yang mulai pecah,Irina pun ikut merasa pedih dan langsung memeluk Elea. Mereka menangis berdua dalam rasa sakit yang sama. Jika Elea menangisi nasib malangnya maka Irina menangisi sahabatnya yang dulu periang penuh canda dan tawa kini berubah menjadi wanita menyedihkan dengan luka dan tangis.


Begitu larut mereka berpeluk dan menangis melepas kepedihan hingga tak sadar ada seseorang yang tak sengaja mendengar apa yang baru saja mereka bicarakan. Tangannya terkepal penuh amarah wajahnya merah padam menahan emosi. Seseorang itu adalah Bian,Bian yang mendadak harus kembali mengambil sebuah dokumen malah harus mendengar kenyataan pahit tentang adiknya. Pantas saja adiknya yang periang dan penuh semangat menjadi layu dan seolah kehilangan semangat hidup ternyata penyebabnya adalah sebuah kejadian pahit yang menimpanya,kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh Adrian,oleh seorang lelaki yang sebelumnya terlihat baik di matanya.


Bian diam-diam keluar lagi dari dalam apartemen,pergelangan tangannya beberapa kali memukul tembok hingga membuat darah segar keluar dari kepalan tangannya. Gejolak emosi yang luar biasa langsung menyeruak memenuhi dadanya,membuat nafasnya terasa sesak dan berat. Adik yang selama ini begitu dia sayangi begitu dia dicintai telah dinodai dengan paksa. Dia marah dia memang sangat marah pada Adrian,tapi Bian lebih marah pada dirinya sendiri,dia sebagai seorang kakak dan keluarga satu-satunya Elea tidak dalat menjaga adik kesayangannya itu,dengan begitu terbuai oleh pekerjaan hingga melupakan ada seorang gadis yang harusnya ia jaga dengan segenap jiwa dan raganya.namun sebesar apapun penyesalan tidak akan merubah keadaan,kini semua sudah terjadi adiknya sudah terlanjur ternoda oleh seorang pria yang ia tahu sebagai kekasih sahabat adiknya. Seperti apapun hubungan antara Elea Adrian dan Delia tetap saja Adrian harus bertanggung jawab,jika Elea lebih memilih diam maka tidak dengan kakaknya. Dengan hentakan kaki penuh emosi Bian berjalan cepat meninggalkan tempat itu,ia ingin menemui Adrian dan membefi perhitungan pada pria yang sudah melecehkan adiknya itu.