One Night With You

One Night With You
PART 54



Elea berusaha menarik tangannya yang masih digenggam oleh Adrian,pergelangan tangannya bahkan terasa panas karena dia terus meronta melepaskan diri namun Adrian malah lebih erat mencengkeramnya.


" Dokter Adrian tolong lepaskan ..kau menyakitiku " ucapan Elea langsung membuat langkah Adrian terhenti dan baru sadar ia terlalu erat mencengkram dan menarik tangan Elea. Segera saja dilepasnya pergelangan tangan Elea yang sedari tadi dipegangnya dengan erat. Terlihat lingkaran memerah dipergelangan tangan Elea yang putih.


" Maafkan aku Elea,aku hanya .. aku hanya terbawa emosi " sesal Adrian memandang Elea yang sedang mengusap pergelangan tangannya.


" Kau tidak apa-apa? " Elea terdiam.


" Pulanglah denganku,aku akan mengantarmu " pinta Adrian namun Elea segera menolak tawarannya.


" Aku akan naik taxi saja " ucap Elea melangkah pergi meninggalkan Adrian.


" Ini sudah malam Elea,aku akan mengantarmu " Adrian memaksa seraya menarik tangan Elea kembali,namun dengan segera Elea mengibaskan tangan Adrian.


" Tidak ,, jangan memaksaku,terakhir kali aku pulang bersamamu hidupku menjadi hancur berantakan "


Degg


Ucapan Elea langsung membungkam Adrian,membuatnya diam mengalah tanpa berani memaksa wanita yang kini memandang dirinya penuh kebencian. Elea segera memutar tubuhnya dan melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah ia berjalan telinganya menangkap suara hantaman keras dan refleks membuatnya menoleh ke arah sumber suara. Betapa kagetnya Elea saat melihat Adrian sudah tersungkur dibawah sembari mengusap rembesan darah segar dari sudut bibirnya.


" Bangun kau!! Berani sekali kau melakukan itu padanya " sentak Barra yang kini mencengkeram kerah kemeja Adrian dan hampir memukulnya kembali,namun dengan sigap Adrian lebih dulu menghantamkan kepalan tanganya di perut Barra.


" Kau membelanya Ele?membela pria brengsek yang memperkosamu?? " Barra semakin emosi melihat Elea yang memegangi lengan Adrian. Sebenarnya Elea bukan sengaja memilih untuk menarik Adrian,karena Irina lebih dulu menarik lengan Barra maka Elea harus menarik Adrian agar mereka terpisah dan tidak saling memukul. Namun karena Barra yang sudah terlanjur dikuasai emosi dia melihat keadaan itu dengan sudut pandang yang berbeda. Elea sendiri baru sadar akan keadaan itu dan perlahan melepas pegangannya dari lengan Adrian.


" Apa mungkin benar yang dikatakan Delia,kau memang menyukai Adrian?? Ow..jadi karena itulah kau bersikeras berpisah denganku? "


" Barra tutup mulutmu!! " bisik Irina menghempaskan lengan Barra yang dari tadi ditahannya.


Tanpa memberi jawaban dan berkata apapun Elea menyeka air matanya dan berlalu pergi,hatinya masih terasa sakit karena kata-kata Delia,kini perkataan Barra seperti tetesan air garam yang disiramkan ke dalam luka hatinya.


" Tunggu Ele " Adrian mengikuti langkah Elea yang menjauh,namun tiba-tiba wanitanya itu berhenti dan memegangi kepalanya. Pandangannya semakin buram dengan rasa pening luar bisa,membuatnya kehilangan keseimbangan dan reflek memegang lengan Adrian sebagai tumpuan.


" Ele .. kau tidak apa-apa? " Adrian dengan sigap merangkul bahu Elea,namun wanita itu semakin lemas dan kemudian jatuh pingsan dalam dekapannya.


" Ele .. " teriak Irina kemudian berlari mendekati Elea yang sudah pingsan.


" Ele?! Elea?!! " Adrian meneriakkan namanya sembari menepuk pelan pipinya yang terlihat pucat seperti tak teraliri darah.


" Kita bawa ke rumah sakit " ucap Irina dan Adrian segera membopong Elea membawanya keluar menuju area parkir.


Barra sendiri hanya menatap ketiga orang itu dengan tangan terkepal dan tatapan penuh emosi .