One Night With You

One Night With You
Seafood



Setelah beberapa saat berputar-putar akhirnya Irina memilih untuk makan di sebuah resto seafood. Ia memang sengaja tidak langsung memilih tempat untuk makan untuk mengerjai dokter Liam,walaupun dirinya sangat lapar tapi melihat ekspresi kesal dokter Liam membuatnya sedikit terhibur dan melupakan rongrongan perutnya yang minta diisi.


" Kau yakin ingin makan disini?? " tanya dokter Liam dengan mimik muka kesal tanpa di tutup-tutupi. Bagaimana tidak sudah hampir tujuh tempat makan yang mereka datangi tapi selalu saja ada yang tidak disukai Irina,mulai dari tempat parkirnya yang sempit,area rumah makan yang terlalu ramai,terlalu sepi,atau alasan lain yang menurut dokter Liam hanyalah alasan Irina saja.


" Ehemm..sepertinya nyaman makan disini,dan aku sedang ingin makan seafood " jawabnya tanpa rasa bersalah kemudian turun dari mobil.


" Akhirnya perutku yang keroncongan dapat segera diisi " gumam dokter Liam ikut turun dari mobil.


" Bukankah sudah tiga tempat resto seafood yang kita kunjungi,kenapa baru sekarang kau bilang ingin makan seafood?! " Dokter Liam kembali mengomel saat berjalan memasuki area testo.


" Karena tempat inilah yang menurutku nyaman " dokter Liam hanya membalas dengan decakan kesal,padahal dari tiga resto seafood yang mereka datangi sepertinya tempatnya sama saja,sama-sama mewah dan tentunya nyaman untuk mengisi perut disana,sama-sama memiliki area parkir yang luas dan nyaman.


" Jangan kesal padaku dokter,bukankah kau yang menawarkan makan malam sebagai permintaan maaf " Irina tiba-tiba berhenti dan mengerucutkan bibirnya.


" Oke...oke...aku yang salah..dan kau bebas memilih tempat mana saja yang ingin kau kunjungi " Dokter Liam pun mengalah,ia tidak ingin Irina berubah pikiran lagi dan harus berputar-putar mencari resto lain. Tentunya itu akan membutuhkan waktu lama dan ia sudah tidak bisa menahan lapar.


Setelah memilih tempat dan memesan menu makanan akhirnya dua orang pelayan membawakan pesanan yang jumlahnya lumayan banyak. Kedua mata Irina berbinar melihat banyaknya menu seafood dihadapannya. Namun begitu dokter Liam yang memang sudah lapar tidak sesenang itu melihat banyaknya makanan yang datang. Ia lebih kepada heran saja,mereka hanya berdua tetapi makanan yang dipesan cukup untuk mengenyangkan perut lima orang dewasa.


" Kau yakin akan memakan semuanya? " dokter Liam tidak bisa menahannya mulutnya untuk bertanya.


" Tentu saja tidak semuanya,bukankah kau juga makan?? " Irina mulai mengambil piring besar yang berisi olahan lobster yang terlihat begitu menggoda.


" Jangan hanya memandangku dokter,,makanlah,keburu dingin " ucap Irina dengan nada tanpa rasa bersalah. Namun saat dokter Liam akan mengambil piring dengan olahan cumi diatasnya Irina malah terlebih dahulu mengambil piring itu. Dokter Liam pun mengalah dan menganti pilihannya dengan menu olahan kepiting,namun lagi-lagi Irina mengambilnya.


" Aku juga mau yang ini,kau ambilah saja yang lain " dokter Liam mengerucutkan bibirnya melihat tingkah menyebalkan Irina. Rasa lapar yang sebelumnya ia rasakan musnah sudah,berganti kekesalan pada gadis manis dihadapannya ini.


" Kenapa diam saja,makaann..." Irina tanpa rasa bersalah dan mulai melahap olahan kerang daranya.


' Gadis ini benar-benar mengerjaiku ' batin dokter Liam kini malah bersedekap dan menyandarkan tubuhnya.


" Makanlah dokter .. jangan hanya melihatku " pinta Irina sembari menjilat jarinya yang berlumur saus.


" Tidak perlu ,, aku akan ME MA KAN MU saja setelah kau selesai " jawab dojter Liam menekankan kata memakanmu yang jelas memiliki arti berbeda jika didengar dengan seksama,reflek Irina tersedak dan batuk-batuk mendengar ucapan dokter tampan itu.


" Memakanku?? " tanya Irina setelah menetralkan tenggorokannya dengan beberapa teguk air putih,dan dokter Liam menjawab dengan anggukan tipis.


" Yahh..kurasa akan lebih mengenyangkan bila ME MA KAN MU sedikit demi sedikit " dokter Liam menambahkan jawabannya sembari menjilat bibir atasnya dengan senyuman yang sensual.


" Jangan konyol dokter,,makanlah sebelum dingin " ekspresi Irina mulai salah tingkah seraya memberikan piring dengan menu kepiting yang tadinya diambilnya.


" Bukankah kau ingin sekali makan ini? "


" Tidak lagi,aku sudah tidak selera " dokter Liam menyunggingkan senyum kemenangan karena berhasil membalas kejahilan Irina. Walau terlihat mendominasi namun Irina yang polos bukan tandingan seorang player seperti dirinya. Hanya dengan sekali kerlingan mata saja sudah membuat banyak wanita bertekuk lutut padanya.