One Night With You

One Night With You
PART 72



" Apakah mama benar-benar mengizinkanku menikahi Elea? " tanya Adrian masih ragu-ragu. Karena menurutnya aneh saja,ibunya yang dulu overprotektif masalah pasangan hidupnya kini justru seakan mendukung hubungannya dengan Elea,bahkan melibatkan Tuang Hong,seorang pengusaha internasional dan bukan orang sembarangan. Entah apa yang membuat ibundanya setuju tapi apapun itu Adrian masih meragukan ketulusan Nyonya Aida. Karena jika dilihat dari latar belakang Elea bukanlah gadis yang memenuhi kualifikasi calon menantu keluarganya. Dimana Elea bukanlah putri dari seorang konglomerat atau keluarga terpandang seperti dirinya.


Bukanya menjawab Nyonya Aida hanya mengedikan bahu.


" Aku serius dengan Elea ma " ujar Adrian dengan sorot mata tajam penuh ketegasan.


" Kau juga mengatakan hal sama saat bersama Delia,bahkan kau rela tinggal terpisah dengan keluarga hanya demi dekat dengan Delia " balas Nyonya Aida mengingatkan Adrian pada kata-kata kesungguhannya untuk Delia di masa lalu. Adrian memang selalu menjada garda terdepan saat membela dan memperjuangkan Delia di hadapan keluarganya. Mendengar perkataan ibunya membuat Adrian terdiam.


" Mama akan benar-benar setuju dan mengizinkanmu hidup bersama Elea,tapi mama minta satu syarat yang harus kau penuhi " ujar sang ibu yang sudah bisa di tebak oleh Adrian. Ibunya tidak akan membuka jalan hubungannya dengan Elea secara cuma-cuma. Pasti ada suatu hal yang harus ia berikan sebagai imbal balik.


" Syarat?! mama pasti menginginkan akau kembali sebagai syaratnya bukan " tebak Adrian,dan Nyonya Haliandra hanya tersenyum mendengar tebakan putranya yang memang benar.


" Mama ingin kau kembali tinggal di mansion papa,dan membantu papa menangani perusahaan " Adrian menghela nafas dalam mendengar penjelasan dari ibunya. Jika hanya tinggal di mansion keluarganya mungkin Adrian masih bisa memenuhi keinginan itu walau terpaksa,tapi bekerja di perusahaan keluarga dan meninggalkan profesi dokternya tentulah pilihan berat bagi Adrian.


" Bagaimana? " tanya ibunya memastikan,tapi Adrian masih diam tanpa jawaban. Nyonya Haliandra tahu ini adalah pilihan berat bagi Adrian,karena keinginannya untuk mengabdi dan menjadi dokter itulah yang membuat hubungannya dengan sang ayah merenggang.


" Tidak apa-apa jika kau menolak,mama juga belum terlalu membutuhkan menantu dan seorang cucu " ucap Nyonya Haliandra beranjak berdiri.


" Tunggu ma .. " Nyonya Haliandra berhenti dan menatap putranya,ia merasa rencananya kali ini berhasil,pasti berhasil karena ia tahu kali ini Adrian benar-benar jatuh pada pesona seorang Elea Maulana,apalagi wanita itu tengah mengandung benih Adrian jadi mana mungkin permintaannya akan ditolak oleh putranya.


" Aku akan kembali dan mengabulkan semua permintaan mama,tapi mama atau papa tidak boleh ikut campur sedikitpun dalam rumah tanggaku,berhenti memata-mataiku dan jangan mengusik Elea atau keluarganya sedikitpun " ucap Adrian panjang sembari menatap lekat ibundanya. Ia tahu ibunya bisa melakukan segala cara untuk memisahkannya dengan Elea jika syarat itu tidak ia penuhi. Dan kalau dipikir-pikir inilah momen yang tepat untuk membuat ibunya berhenti merecoki kehidupan pribadinya.


" Akan mama pertimbangkan " jawab Nyonya Haliandra enteng saja.


" Mama harus setuju " paksa Adrian.


" Oke .. untuk apa juga mama memata-matai dirimu jika kau dan istrimu tinggal di mansion keluarga " jawab Nyonya Haliandra dengan senyum sumringahnya.


" Baiklah .. Mama akan segera mengatur pernikahan secepatnya,jangan sampai perut Elea sudah membesar di hari pernikahan kalian " ucap Nyonya Aida beranjak berdiri kemudian melenggang pergi meninggalkan apartemen Adrian.


...----------------...


Cukup dua hari untuk mempersiapkan pernikahan kilat Adrian dan Elea,tentunya setelah pertemuan dua keluarga. Bian ingin mempercepat pernikahan karena dia harus segera terbang ke Singapura,dan keluarga Adrian juga ingin mempercepat pernikahan karena tidak ingin kehamilan Elea menyebar dan diketahui publik.


" Tanda tangani ini " pinta Bian menyodorkan sebuah kertas yang sudah tertempel materai di bagian bawahnya.


" Apa ini? " tanya Adrian mengambil kertas itu,namun tatapannya tertuju pada Bian yang duduk di hadapannya.


Adrian membaca sekilas isi surat perjanjian itu,hanya beberapa poin yang harus disetujui Adrian. Tentang pernikahan yang harus selesai tiga puluh hari setelah Elea melahirkan dan beberapa poin yang dapat diterima Adrian. Namun lada poin terakhir membuat mata Adrian membulat saat membacanya.


Tidak boleh terjadi hubungan suami istri selama masa pernikahan


" Apa kau tidak waras?melarang suami-istri yang sah untuk berhubungan badan? " tanya Adrian dengan tatapan mencela.


" Apa kau lupa terakhir kau berhubungan badan dengan adikku dan apa yang terjadi?! " balas Bian dengan pertanyaan pula.


" Tapi sekarang kami sudah sah sebagai suami istri Bian,apa kau tidak paham kebutuhan lelaki? "


" Memangnya kau menikahi Elea hanya untuk menyalurkan kebutuhan biologismu?! " kini Bian mulai kesal.


" Selain karena aku mencintai adikmu,dan ingin bertanggung jawab karena kehamilannya,aku juga lelaki normal yang membutuhkan **** " jelas Adrian tanpa tahu malu,walaupun sebenarnya apa yang dikatakan Adrian memang masuk akal.


" Kau bisa melakukannya dengan wanita lain " jawab Bian enteng saja.


" Jadi kau mendukungku untuk berselingkuh dari adikmu,begitu? "


" Haiisst ... kau ini menyebalkan sekali,tinggal tanda tangani beres bukan? " Bian benar-benar kesal saat ini,hingga dia melempar bantal sofa kepada Adrian dan tepat mengenai wajah tampannya.


" Aku tidak mau,aku bukan lelaki murahan yang akan menjajakan tubuhnya ke banyak wanita " Adrian meletakkan kertas perjanjian itu kembali ke tempat semula.


" Kalaupun aku menghapus poin terakhir,apa kau yakin Elea mau melayanimu? " tanya Bian yang seketika membungkam Adrian.


" Ya .. ya walaupun Elea menolakku tetap saja kau tetap tidak boleh ikut campur soal urusan ranjang pasangan suami istri " kini giliran Bian yang terdiam dengan kata-kata Adrian. Memang benar apa yang dikatakan Adrian,walaupun mereka menikah karena terpaksa dan karena kesepakatan namun tetap saja urusan ranjang dirinya tidak berhak ikut campur. Apalagi Adrian adalah pria normal,melarangnya menyentuh Elea sama saja mengizinkan adiknya untuk diselingkuhi dan Bian tidak ingin itu terjadi pada adiknya tercinta.


" Baiklah .. baiklah .. aku akan menghapus poin terakhir tapi kau tidak boleh memaksakan kehendak mu jika memang Elea menolakmu,bagaimana? "


" Deal " jawab Adrian tanpa pikir panjang,pun dengan senyuman lebar di bibir merah ranum alaminya.


" Ck .. lihatlah betapa bahagianya kau,memang benar apa kata Irina,kau memang dokter mesum " ujar Bian kemudian berlalu pergi setelah mendapat tanda tangan Adrian.


" Aku memang mesum,karena itulah kau akan segera menjadi seorang paman " teriak Adrian,Bian yang mendengarnya menutup pintu ruangan Adrian dengan keras hingga suaranya memekakkan telinga.