One Night With You

One Night With You
PART 82



Seorang gadis manis nampak termenung menatap jauh kearah lautan memandangi ombak yang berkejaran lepas dan pecah menghantam bebatuan,angin semilir menerbangkan uraian rambut panjangnya. Gadis itu adalah Delia Asmarea yang memilih kembali ke tempat persembunyiannya untuk menenangkan pikiran dan hatinya. Ia sudah mengatakan pada Rio bahwa dirinya ingin meninggalkan dunia entertainment dan fokus untuk menenangkan kemelut dan badai yang melanda hidupnya. Sebenarnya Rio sang manager tidak setuju dengan keputusan Delia tapi mau bagaimana lagi memaksanya tetap bekerja hanya akan mempermalukannya,karena Delia benar-benar tidak fokus, lebih banyak diam dan melamun. Rio pun tidak tega melihat Delia,pria itu memaksa Delia untuk menemui psikolog tapi sang artis menolak,ia berkilah hanya butuh ketenangan bukan yang lain. Dan disinilah ia sekarang menikmati ketenangan yang ia inginkan.


Jauh di dalam lubuk hatinya sebenarnya Delia merasa menyesal. Menyesal karena kebodohannya lah dia kini kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya. Kehilangan karirnya yang tengah di atas daun,kehilangan Elea sahabatnya,dan yang lebih penting kini ia kehilangan Adrian lelaki paling berarti dalam hidupnya. Yah kini Delia sadar semua itu salahnya,salahnya yang sudah tamak dan terlalu berambisi mendapatkan Adrian. Tak terasa air mata Delia kembali mengalir tak terbendung,hingga membuatnya sesenggukan.


Tiba-tiba saja sebuah tangan terulur memberikan sapu tangan putih untuknya. Seketika pandangan Delia langsung tertuju pada seseorang dibelakangnya.


" Ambillah,sepertinya kau membutuhkannya " ucap pria itu,pria yang entah dari mana datangnya. Entah siapa pria asing ini yang jelas baru kali ini Delia melihatnya. Pandangan Delia menyapu sosok pria tinggi tegap itu,sepertinya si pria sedang menikmati liburannya,dilihat dari pakaiannya yang hanya mengenakan kemeja putih tanpa dikancingkan hingga menampakkan otot perutnya yang kencang,dan celana pendek khas pantai yang membuat penampilan pria itu terlihat fresh.


" Kau mau menghapus air matamu,atau hanya memandangku? " tanya pria itu duduk di kursi kayu di sebelah Delia. Perlahan Delia mengambil sapu tangan itu dan mengusap sisa-sisa air mata dipipinya.


" Sudah beberapa hari ini kau selalu menangis disini,apa kau ditinggalkan teman-temanmu saat berlibur?atau kau kehilangan sesuatu? "


" Aku kehilangan semuanya " jawab Delia refleks sembari menyerahkan sapu tangan itu.


" Semuanya?kau seperti wanita yang sedang putus asa " pria terlihat mencoba menahan tawanya.


" Tunggu dulu,,kau bilang sudah beberapa hari melihatku? " pria itu mengangguk.


" Aku melihatmu dari sana " pria itu menunjuk pada beberapa pemuda yang sepertinya sedang bermain selancar.


" Oh.. iya,kenalkan namaku Daniel " pria itu mengulurkan tangannya,tapi Delia hanya diam hanya menatap pria dengan manik mata kecoklatan itu.


" Maaf aku tidak suka berinteraksi dengan orang asing " tolak Delia berjalan menjauhi si pria.


" Kalau begitu berkenalanlah denganku,maka kita bukan orang asing lagi " pria bernama Daniel itu mengikuti Delia,baru beberapa langkah tiba-tiba Delia berhenti.


" Tunggu dulu,,jangan bilang kau tidak mengenalku?! " Delia mulai sadar walau sudah lama tidak berakting dia tetaplah artis terkenal dan pria ini sama sekali tidak mengenalinya,sungguh sesuatu yang aneh.


" Tentu aku mengenalmu " balas Daniel cepat " Kau adalah wanita putus asa yang kehilangan semuanya " tambahnya sedikit terkekeh.


" Apa kau bilang?? " Delia menatap pria asing itu dengan bersungut-sungut,baru saja kenal tapi sudah berani membuatnya kesal.


" Ah .. sudahlah .. aku tidak ada waktu meladeni orang iseng sepertimu " Delia mengibaskan tangannya kemudian kembali melangkah meninggalkan Daniel.


" Hey.. aku bukan orang iseng,aku Daniel " teriak Daniel melihat punggung Delia yang semakin lama semakin menjauh.


" Tunggu saja wanita putus asa,aku akan mendapatkan namamu " gumam Daniel tersenyum smirk. Sudah beberapa hari ini dia melihat Delia di gubuk kecil itu,dan setiap hari gadis itu selalu menangis memandangi lautan,membuat Daniel penasaran apa yang membuat gadis secantik itu menangis dalam kesendirian.


Sementara Elea kini bersiap meninggalkan apartemen bersama Adrian,pria itu dengan sabar menemaninya menata beberapa barang-barang kecil yang ingin dibawa ke mansion. Bahkan sempat terjadi drama kecil saat Adrian tidak sengaja menemukan foto-foto masa kecil Elea. Pria itu membuka satu per satu foto dengan antusias dan rasa gemas sementara istrinya tidak rela jika foto-foto masa kecilnya yang menurutnya masih dekil dan memalukan dilihat oleh Adrian. Apalagi saat Adrian melihat foto Elea yang sedang bermain dikolam dan hanya menggunakan ****** *****,Adrian begitu terkekeh dan terhibur melihat foto lama istrinya. Sementara Elea yang sangat malu berusaha merebut foto jadul miliknya. Terjadi drama tarik menarik yang membuat Elea kesal dan meninggalkan Adrian sendiri di kamar,ia memilih menuju balkon dan mengomel sendiri tapi tak lama tubuhnya merasa dipeluk erat dari belakang.


FLASHBACK ON


" Maafkan aku,apa kau kesal? " tanya Adrian yang tiba-tiba datang dan memeluk Elea dari belakang.


" Adr..Adrian apa yang kau- " Elea berusaha melepas dekapan tangan Adrian di pinggangnya,tapi tiba-tiba Adrian malah memutar tubuh Elea hingga mereka kini saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.


" Istriku memang sangat cantik,walaupun sekarang sedang marah " puji Adrian yang membuat wajah Elea tiba-tiba bersemu merah. Mereka saling menatap dalam diam,membuat suasana menjadi sendu. Adrian mengeratkan pelukannya membuat wajahnya semakin mendekat hinga terasa nafas keduanya yang hangat saling menerpa wajah. Entah sihir apa yang ada didalam mata pria itu yang selalu membuat Elea terdiam tak mampu bergerak saat menatapnya. Wajah keduanya semakin mendekat mengikis jarak,sampai akhirnya,,,


kkrruukk ..


terdengar bunyi perut Elea yang begitu nyaring hingga membuat Elea malu dan salah tingkah.


" Kau lapar? " Adrian mengusap perut sang istri dan Elea hanya tersenyum dengan wajah memerah menahan malu. Tapi dia bersyukur perutnya itu protes di saat yang tepat,kalau saja perutnya tidak berbunyi entah apa yang Adrian lakukan selanjutnya.


" Kalau begitu ayo kita pulang,aku tidak mau anak dan istriku kelaparan " ucapnya menggandeng tangan sang istri.


FLASHBACK OFF


Adrian melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang nampak ramai menjelang petang seperti ini. Elea ingin makan sushi jadi ia putuskan untuk mencari restoran sushi yang terdekat,karena ia tidak tega membiarkan istrinya menahan lapar lebih lama lagi.