
Nicole sedang memetik sayuran di ladang belakang rumahnya, dia hidup di desa yang tenang ini sudah 5 tahun lamanya. Sejak setahun lalu Nicole sudah tinggal sendiri karena kedua orang tuanya ikut sang adik ke luar negri lagi karena adiknya mendapat pekerjaan yang sangat bagus setelah lulus kuliah.
Nicole memilih sendiri karena dia takut adiknya akan terjerumus seperti dirinya dan meminta orang tuanya menjaga adiknya saja karena dia sudah hidup damai di desa.
"Nicole, ada selada organik tidak?" Tanya auntie Merry tetangganya yang membuka restoran kecil di kota terdekat di desa itu, hanya 30 menit perjalanan dengan mobil.
"Ada auntie, baru saja panen dan akan aku antar ke pasar." Jawab Nicole pada Merry.
"Jangan antar kepasar, aku lihat dulu sayuranmu." Kata Merry lalu masuk ke arah taman belakang rumah Nicole dari pintu belakang rumahnya. Nicole memang fokus pada pertaniannya saat ini dan dia mempunyai kebun yang lumayan luas yang dia beli dari sisa uangnya.
"Hari ini hanya ada selada, tomat dan bayam." Nicole mengeluarkan kembali seluruh sayurannya hari ini.
"Kalau yang di kebun belakang belum tau karena pekerja belum ada yang melapor." Lanjutnya lagi. Nicole telah memiliki 2 pekerja wanita dan 4 pekerja pria di kebunnya yang terletak 3 kilo meter dari rumahnya.
"Ini cukup, auntie ambil semua ya.. karena ada yang pesan banyak dan ingin sayuran organik." Tanya Merry.
"Ya boleh, jadi aku tidak perlu ke pasar dan bisa libur hari ini." Jawab Nicole senang karena dia sangat ingin ke kota dan minum kopi di cafe.
"Kalau begitu ikut ke kota saja, auntie antar." Kata Merry yang tau tujuan Nicole kalau libur.
Nicole menikmati perjalanan 30 menit ke kota dan Merry juga mengajaknya ngobrol soal apa saja karena mereka memang sangat cocok meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh. Merry tau siapa Nicole tetapi dia juga mengerti bahwa terkadang manusia mempunyai masa lalu kelam tapi manusia juga bisa merubah dirinya untuk menjadi lebih baik.
"Dah auntie, aku akan kembali sedikit sore jadi auntie bisa pulang dulu." Pamit Nicole lalu dia berjalan kaki dengan santai di kota kecil itu. Tidak ada banyak orang yang mengenalinya disini, selain karena kota kecil di luar negri, penampilannya juga sudah berubah.
"Hai Nicole, ada bunga baru." Panggil salah satu penjual bunga disana. Seperti biasa Nicole akan membeli beberapa jenis bunga untuk mempercantik rumahnya sekaligus membantu penjual bunga kecil-kecilan itu.
"Terima kasih Jo, bunganya indah." Ujar Nicole sebelum pergi ke destinasi selanjutnya yaitu cafe langganannya.
Langkah Nicole sangat ringan dan dia memutuskan untuk duduk di teras, dia memilih outdoor karena cuaca sedang bagus dan cerah dengan angin berhembus pelan.
"Seperti biasa, mocha latte 1 dan roti isi sayurannya 1, air mineral 1." Pesan Nicole dan di catat oleh pelayan. Nicole langsung membayar seperti kebiasaannya karena tidak perlu menunggu jika mau pergi nanti.
Nicole membuka tote bag nya dan mengeluarkan buku yang dia beli secara online minggu lalu dan membacanya disana. Sambil sesekali menyeruput mocha latte nya dia asik membaca sampai tiba-tiba cuaca cerah berubah mendung dan rintik hujan menerpa kulit putihnya.
"Nona, pindah saja ke dalam." Kata seorang pelayan lalu membantu Nicole memindahkan barang-barangnya. Nicole duduk di 1 sudut ruangan disana yang langsung menghadap ke arah Tv.
"Lumayan, mood membacaku hilang dan sekarang aku bisa nonton tv saja." Kata Nicole pada pelayan tadi yang masih membantunya.
"Silakan." Kata pelayan itu.
"Terima kasih." Sahut Nicole dengan ramah.
Nicole menutup bukunya dan memasukkan kembali buku yang baru dia baca setengah itu ke tote bag nya.
"Sepertinya aku harus makan siang disini." Gumam Nicole lalu memanggil pelayan dan memesan makan siangnya.
Sehabis makan, Nicole melihat ke arah TV yang mengalihkan perhatiannya, dia tersenyum melihat tayangan disana.
Diberitakan kalau lahir anak ke empat dari Richela dan Elios Tierney, membuat mereka menjadi orangtua dari 4 orang anak, 3 anak yang kembar dan 1 anak bungsu.
Cuaca benar-benar tidak bisa di prediksi, Nicole menunggu hujan reda hampir 3 jam lamanya, saat ini sudah jam 4 sore dan dia belum membeli apapun di kota. Padahal dia ingin membeli beberapa snack dan makanan lainnya.
"Nicole, belum pulang?" Tanya Merry yang melihat Nicole melintas di depan restorannya yang sedang ramai.
"Iya, tadi menunggu hujan reda auntie." Jawab Nicole.
"Ya sudah, nanti pulang bersama datanglah setelah kau selesai." Kata Merry dan Nicole mengangguk.
Setelah membeli beberapa keperluannya Nicole kembali dan melihat Merry yang masih sibuk bekerja karena pesanannya membludak hari ini.
"Sudah jam 6 nanti diantar oleh Edgar saja." Kata Merry dan Nicole sempat bingung.
"Siapa Edgar auntie?" Tanya Nicole dan Merry memanggil Edgar yang sedang duduk menikmati cemilannya sambil menunggu pesananya selesai.
"Ini Edgar, dia sudah setahun ini tinggal di dekat danau di belakang kebun mu. Masa tidak tau?" Tanya Merry.
"Maaf, aku sudah lama tidak ke kebun sejak di kupercayakan pada Uncle Wilson." Jawab Nicole dan dia memandangi Edgar yang tampak dingin dan terlihat cukup tampan.
"Aku Nicole, senang bertemu denganmu." Salam Nicole.
"Aku Edgar panggil saja Ed." Balas Ed masih dingin.
"Jadi Ed, nanti sekalian antar Nicole pulang ya. Aku masih banyak pekerjaan, arah rumah kalian sama." Pinta Merry dan Ed mengangguk.
"Kalian duduk dulu dan aku akan membuatkan makananmu Ed."
Edgar dan Nicole duduk di satu meja dan Nicole yang kerepotan dengan barangnya menyusun semuanya jadi 1 tempat sehingga terlihat besar dan berat.
"Maaf jika aku merepotkan, dan barangku mungkin menghabiskan banyak tempat di mobilmu." Ujar Nicole tapi Edgar tidak masalah dengan itu.
"Tidak apa, mobilku cukup besar dan muat banyak." Jawab Edgar dan Nicole tersenyum.
Merry memberikan pesanan Edgar dan Nicole mengikuti Edgar ke mobilnya. Karena kesusahan membawa barangnya akhirnya Edgarlah yang membantu membawakan barang Nicole.
"Terima kasih." Ucap Nicole pelan dan mereka memasuki mobil besar Edgar yang hampir seperti truk itu.
Perjalanan 30 menit serasa sangat lama bagi mereka berdua yang masih canggung satu sama lainnya.
"Apa kau mengenalku Ed?" Tanya Nicole membuka pembicaraan.
"Ya, aku kenal. Kita dari negara yang sama." Jawab Edgar.
"Sudah aku duga, aku melihat raut wajahmu sewaktu bertemu tadi." Lanjut Nicole lalu mereka kembali diam.
.
.