
Seminggu sudah Brad tinggal di kamar Maria dan menjadi kesayangannya, bahkan kekasihnya yang lain tidak pernah dia panggil lagi. Wanita berumur 48 tahun itu sungguh menyukai permainan Brad yang dapat menuaskan hasratnya.
"Juan, berikan akses penuh pada Brad, dan Brad.. jangan macam-macam dan bekerjalah dengan baik." Perintah Maria menatap tajam pada Juan dan Brad bergantian.
"Tentu baby." Jawab Brad singkat, itu juga lah yang di sukai Maria tentang Brad, pemuda itu hanya diam dan bermain ponsel jika Maria sedang sibuk dan tidak banyak bertanya.
"Antar dia Juan dan beritahu padanya tugas apa saja yang akan dia lakukan." Ujar Maria lagi dan mereka segera menjalankan perintah itu.
Brad mengikuti Juan tanpa banyak bertanya, dia hanya memperhatikan gerak-gerik Juan, pria 40 tahun itu begitu setia dan dapat melakukan apa saja perintah Maria tanpa mengeluh dan ini yang dipelajari Brad untuk bersiap sama. Karena Maria terlihat nyaman dengan pria pendiam dan penurut.
"Kau bisa mengawasi semua hal di club ini. Dan.." Juan membuka pintu sebuah ruangan kerja yang cukup luas. Ada meja kerja dan sofa besar yang mewah.
"Disini tempatmu bekerja." Kata Juan dan dia masuk kedalam, membuka lemari yang ternyata adalah sebuah pintu rahasia.
"Disini juga tepatmu bekerja, ada total 15 pekerja di dalam dan tugasmu hanya mengawasi agar mereka patuh, jika ada yang janggal segera lapor padaku." Ujar Juan lagi dan Brad tampak terkejut.
"Bagaimana caraku tau kalau ada yang janggal atau masalah?" Tanya Brad yang sedikit bingung karena ruangan itu lebih mirip gudang dengan banyak box kayu berisi buah-buahan.
Juan menarik 1 peti kayu lalu membantingnya, "Itu isinya dan biasanya banyak yang mencuri dan dijual lagi ke pasar gelap dengan harga yang lebih murah." Brad terkejut melihat isi dari peti buah itu. Isinya diluar dugaan, pantas saja Maria sangat kaya.
Emas dan perhiasan, Brad baru ingat kalau beberapa tahun terakhir sangat banyak perampokan toko perhiasan dari kecil hingga besar, sampai museum pun berani mereka rampok, Brad paham kali ini.
"Setiap hari Rabu, akan ada yang mengambilnya dan Jumat akan ada yang menyetor kembali dengan barang baru. Kau hanya perlu memperhatikan, sesekali datang dan awasi. Lalu ini.. mereka akan datang stiap hari minggu untuk menyetornya." Jelas Juan yang menarik satu peti lagi yang berisi buah jenis lainnya dalam box kayu sedikit kecil.
"Itu dollar." Kata Brad yang juga terkejut.
"Perhatikan baik-baik dan ingat perintahku." Ucap Juan lagu. Brad mengambil segepok uang itu dan barulah dia paham kalau itu uang palsu.
"Baiklah, aku hanya mengawasi saja. Itu mudah." Jawab Brad santai dan terlihat cuek kembali.
.
.
.
"Binggo!" Kata Brad dengan menekan tombol kirim pada ponselnya. Dia sudah merekam semuanya melalui kamera rahasia di kaca mata hitam yang tergantung di kemejanya.
"Sekarang cari orang dengan nomor ini, besok aku akan bermanja denganmu lagi wanita tua. Akan aku cari tau siapa orang itu." Gumam Brad lalu mencampurkan minumannya dengan sebuah kapsul. "Ini akan membuatmu melayang, dosis kecil tapi ampuh."
Brad menuangkan minuman itu ke gelas berisi es batu. Dia sudah dapat info kalau Maria akan datang.
Tak berselang lama Maria sudah sampai dan duduk di kursi kebesaran yang Brad duduki jika di sana, dia langsung meneguk minuman Brad karena dia tau Brad pasti yang menyiapkan untuknya.
Benar saja, Maria mulai gelisah dan ingin pulang, akhirnya Juan dan Brad mengantarnya pulang. Di dalam kamar Maria mulai tidak tahan dan mengusir Juan. Dia akhirnya lemas dan terkulai diatas tempat tidur, masih antara sadar dan tidak dia akhinrya hanya memejamkan matanya. Obat yang membuat seseorang berhalusinasi sesuai apa yang diinginkan oleh yang meminumnya.
Tak lama, Maria bertambah lemas lalu tertidur, Brad membuka seluruh pakaian Maria dan membuat jejak percintaan palsu agar mempunyai alasan nantinya. Lalu dia mengirimkan rekaman yang dia dapat ke James untuk membuat pertemuan dengan wanta bernama Alea minggu depan. Sementara Brad akan tetap disisi Maria untuk memantaunya.
'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.'.
Seminggu kemudian,
James telah mengutus orang lain untuk bertemu Alea, setelah melacak siapa Alea sebenarnya. Terlihat wanita setengah baya berambut pirang dan pakaian hitam sesuai janji mereka.
"Hai Alea." Sapa pria muda berjas hitam. Alea sedikit terkejut dan ingin melarikan diri namun 2 pria lagi telah mengapitnya agar tidak bisa kabur.
"Mohon kerjasamanya Alea." Ujar pria itu lagi lalu Alea pasrah mengikuti mereka. Alea berpikir Maria pasti akan membunuhnya kali ini. Mata Alea ditutup dengan kain hitam lalu dia dibawa ke suatu tempat.
Disana sudah ada James dan beberapa anggotanya terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Mereka menunggu Alea yang dibawa oleh anggotanya yang lain.
Alea telah sampai dan duduk di sebuah kursi sendirian di tengah ruangan serba putih. Dibukalah penutup kepala itu dan Alea melihat sekelilingnya dan merasa aneh.
"Ini bukan tempatnya Maria, siapa kalian?" Tanya Alea sedikit ketakutan.
"Bukan Alea. Nyawamu dalam bahaya dan kami menawarkan kerja sama." Jawab James lalu mendekat ke Alea.
"Kerja sama apa?" Tanya Alea.
"Apa yang disembunyikan Maria dan yang kau tau hingga memerasnya?" Tanya James dan Alea mulai tertawa.
"Kalian menawarkan berapa banyak? Lebih banyak dari Maria? Dia tidak akan berani membunuhku karena jika aku mati kebusukannya akan tersebar." Alea kembali tertawa.
"Baiklah, lihat ini." Lalu anggota James mematikan lampu dan menyalakan proyektor, di layar itu terlihat rumah Alea dan tempat sekitarnya yang sudah mulai sepi karena sudah malam. Rumah kecil di daerah padat penduduk itu begitu nyaman dan terlihat hangat.
"Apa yang kalian lakukan dirumahku?" Tanya Alea dengan berteriak marah.
"Bukan kami, ini hanya anggota ku yang sejak beberapa hari lalu memantau rumahmu karena Maria telah merencakan sesuatu pada keluargamu." Jawab James dengan tenang.
"APA? Apa yang dilakukan wanita busuk itu?" Alea menatap layar itu dan tiba-tiba..
DUAARRR!!!
Rumah itu meledak dan terbakar.
"AAHHHKKK TIDAK RUMAHKU.. ANAK DAN CUCUKU DI DALAM." Teriak Alea histeris, 2 pengawal memegangnya agar tidak berontak.
"Tenang Alea!" Bentak James dan Alea terdiam dia takut dan dia sangat menyesal.
"Anak dan cucumu aman, sudah kami pindahkan 15 menit lalu. Sudah aku bilang, kami memantau rumahmu.